Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Arahan Penyediaan Ruang Kota Bagi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pendidikan Tembalang, Kota Semarang Apriliasari, Nur Khasanah
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.552 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v13i4.18266

Abstract

Street vendors (PKL) are one of the informal sectors that are often viewed as a parasite sector and have a negative impact on the city's image. However, the existence of street vendors also become one of the highest city's economic support and provide benefits for the community. Rukmana (2008) states that street vendors are an integral form of urban transformation from their economic system, from agriculture-based society to industry and services. Thus, the informal sector including street vendors need to be considered in the provision of space in urban areas. Street vendors in the educational area of Tembalang increasingly mushrooming after the transfer of Undip Pleburan students to Tembalang. The street vendors use public spaces and interfere with other space users, especially pedestrians and road users. This research uses positivistic-rationalism approach with quantitative research method to determine the direction of city space provision for street vendors in Tembalang educational area. The result of this research is the provision of city space for street vendors in Tembalang Educational Area directed by arranging PKL activity on strategic and accessible road corridor. Provision of space for street vendors as stated in the Decree of Mayor of Semarang no. 511.3 / 16 2001 on Land Stipulation / Location PKL needs to be reviewed because it has not contain the characteristics and needs of street vendors and consumers. The capacity of the existing space has not been able to accommodate the needs of street vendors in Tembalang Education Area in the future.
Pendampingan Pada Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini Sayekti, Sri; Redjeki, Sri; Khasanah, Khasanah; Marini, Marini
Manggali Vol 2 No 2 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i2.2201

Abstract

Seksualitas tidak boleh di pandang tabu. Membiarkan sikap anak yang salah terhadap informasi seks yang diperoleh karena asuhan, didikan, dan persepsi orang tua maupun guru mereka yang keliru terhadap seks mengakibatkan perilaku seks mereka tidak benar. Anak mulai usia dini harus diberikan pendidikan seks yang tepat dan benar. Orang tua, sebagai pendidik pertama dan utama berperan penting untuk memberikan pendidikan seks pada anak sejak dini. Atas dasar keprihatinan itulah, tim pengabdian dari Universitas Ivet melakukan pendampingan kepada orang tua di TK Pelita Bunda di kelurahan Bendan Duwur Semarang. Tujuan dari pengabdian ini adalah: membantu masyarakat khususnya para peserta memperoleh pemahaman tentang perkembangan seks pada anak, dan membantu mengembangkan kepekaan orang tua dalam hal perkembangan seks anak. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, penayangan film, tanya jawab dan pendampingan pada para peserta setelah selesai kegiatan. Kegiatan pengabdian ini sangat dibutuhkan oleh para peserta, mengingat topik yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dalam memberikan pendidikan seks bagi anak usia dini, mereka belum pernah memperoleh pengetahuan langsung dari narasumber terkait. Para peserta berharap kegiatan ini dapat berlanjut dengan materi lain sesuai yang dibutuhkan.
Sosialisasi Dampak Kecanduan Penggunaan Gadget Bagi Kehidupan Anak Sekolah di SMP Fransiskus Semarang Dewi, Widya Novi Angga; Marini, Marini; Khasanah, Khasanah; Rifandi, Raditya Ahmad
Manggali Vol 2 No 1 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.1920

Abstract

Hampir setiap orang yang memanfaatkan gadget menghabiskan banyak waktu mereka dalam sehari untuk menggunakan gadget. Oleh karenanya gadget juga memiliki nilai dan manfaat tersendiri bagi kalangan orang tertentu. Akan tetapi banyak dampak negatif yang muncul dalam pemanfaatan gadget bagi kalangan remaja, anak, bahkan balita. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru dalam penggunaan gadget. Metode pengabdian dilakukan dengan penyuluhan, diskusi, dan pendampingan. Adapun hasil pengabdian diperoleh bahwa penyuluhan dan pendampingan yang disertai diskusi terhadap guru dan peserta didik di SMP Fransiskus Semarang berdampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam penggunaan gadget.
Refleksi Spiritual dalam Tradisi Asma' Artho untuk Meningkatkan Kesadaran Beragama di Masyarakat Kabupaten Blitar Bawafi, Habib; Arisiana, Thias; Ikmah, Amit Dana; Khasanah, Khasanah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.641

Abstract

This study investigates the Asma' Artho tradition in Blitar, Indonesia, as a spiritual practice integrating Islamic teachings with Javanese local wisdom. Employing a qualitative ethnographic approach, the research, through participant observation and interviews, examines the tradition's spiritual elements, its influence on religious awareness, and factors affecting its efficacy and preservation. Data analysis utilizes the Miles, Huberman, and Saldana interactive model. Findings reveal that Asma' Artho, incorporating practices like dhikr and fasting, significantly enhances religious awareness by strengthening ritual observance, spiritual experience, and religious identity. Its effectiveness is influenced by community understanding, leadership quality, and socio-cultural context. Modernization and puritanical critiques pose challenges to the tradition's preservation, while digital adaptation and contemporary reinterpretations offer opportunities for its continuity. This research underscores the dynamic nature of Asma' Artho, highlighting its adaptability within a modern context. It emphasizes the importance of understanding and preserving such traditional practices as integral components of Indonesia's cultural and spiritual heritage.