Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KORELASI STATUS HEMODINAMIK DENGAN DERAJAT DENGUE HEMORRHAGIC FEVER PADA ANAK Jayani, Indah; Susmiati, Susmiati; Kurniawati, Cicik
Nursing Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELATIHAN PENINGKATAN BUDIDAYA IKAN NILA DAN IKAN LELE DI KOTA BATAM MELALUI APLIKASI PROBIOTIK DAN IMUNOSTIMULAN ALAMI Sulmartiwi, Laksmi; Andriyono, Sapto; Satyantini, Woro Hastuti; Meilina, Sinta Cahya; Rahmawati, Ghishella Ayu; Kurniawati, Cicik
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2305

Abstract

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara mengubah mikroba di tubuh inang, meningkatkan proses pencernaan, memperkuat respons terhadap penyakit, serta memperbaiki kualitas lingkungan. Sementara itu, imunostimulan adalah senyawa yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan memperbaiki ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan, baik melalui peningkatan imunitas spesifik maupun non-spesifik pada ikan budidaya. Kombinasi probiotik dan imunostimulan alami dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan di Kota Batam. Tujuan dari kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya mengenai aplikasi probiotik dan imunostimulan alami, serta dapat memberdayakan kelompok pembudidaya ikan Kota Batam sehingga hasil produksinya dapat meningkat. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi presentasi, demonstrasi dan praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup manajemen kualitas air, pengenalan penyakit ikan budidaya, serta pengenalan probiotik dan imunostimulan alami dalam budidaya ikan. Kegiatan ini diikuti oleh 17 orang perwakilan kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) binaan Dinas Perikanan Kota Batam. Sebelum kegiatan dimulai, peserta mengisi kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum materi disampaikan. Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan, sebagian besar peserta tidak pernah melakukan pemeriksaan kualitas air dan tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan ikan. Peserta sudah banyak yang pernah mendengar tentang probiotik dan pernah menggunakan probiotik, tetapi banyak peserta yang menggunakan probiotik tanpa mengetahui manfaat probiotik dan cara penggunaan probiotik yang tepat. Peserta juga belum mengenal imunostimulan dan belum pernah menggunakan imunostimulan. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta. Interaksi yang baik antara peserta dan pemateri menunjukkan bahwa materi yang disampaikan telah diterima dengan baik oleh peserta.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN PAKAN PADA BUDIDAYA NILA SISTEM BIOFLOK DI BATAM UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI Sulmartiwi, Laksmi; Satyantini, Woro Hastuti; Pursetyo, Kustiawan Tri; Saputra, M. Rafly Nur Wahyu Dwi; Mardiana, Intan Fajriya; Martianasari, Puji Dwi; Kurniawati, Cicik
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3264

Abstract

This community service program was carried out to enhance the knowledge and skills of fish farmer groups (POKDAKAN) in Batam City in implementing the biofloc system efficiently through feed management and probiotic application. Batam City has substantial potential for Nile tilapia aquaculture; however, challenges such as high feed costs and declining water quality remain major constraints. The biofloc system offers a solution by utilizing microorganisms to convert organic waste into supplemental feed, thereby reducing production costs and maintaining water quality. The objective of this community service program is to improve the partners’ understanding and competencies in feed management and probiotic application. It is expected that the adoption of this technology will address the partners’ challenges, increase productivity, and ultimately enhance their income. The methods employed in this program included counseling, demonstrations, and hands-on practice related to probiotic application and the measurement of water quality parameters in culture ponds. Evaluation results showed that 80% of participants understood the biofloc technology, 65% were able to form and maintain flocs, and 80% recognized its benefits for aquaculture. Participants also reported increased knowledge regarding floc management, probiotics, and water quality parameters that were previously not well understood. The training strengthened participants’ understanding of the importance of controlling temperature, pH, dissolved oxygen (DO), and ammonia in supporting Nile tilapia growth within a biofloc system. Field practice activities received very positive responses and encouraged more effective implementation of biofloc technology among fish farmers in Batam. Therefore, continued assistance and systematic monitoring are necessary to ensure optimal application of biofloc technology and to provide long-term benefits for the aquaculture community.