Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Muqaranah

TINJAUAN PERMENLU NOMOR 3 TAHUN 2019 DAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENOLAKAN TIMNAS ISRAEL DI INDONESIA Sutrisno Hadi; Hadi, Sutrisno; M. Bayu Wahyuadi
Muqaranah Vol 8 No 1 (2024): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/yvpmye56

Abstract

Penolakan timnas Israel bertanding di Indonesia oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Politisi hingga Organisasi Masyarakat dalam ajang Piala Dunia U-20 tahun 2023 menjadi permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan teknik analisis data kualitatif melalui kajian normatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, tinjauan Permenlu Nomor 3 Tahun 2019 sudah tepat, karena penolakan tersebut sebagai bentuk menjalankan amanat konstitusi negara yang tercantum dalam Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945 dan selaras dengan Bab X Permenlu Nomor 3 Tahun 2019. Kedua, tinjauan Hukum Islam juga sudah tepat, karena penolakan tersebut sejalan dengan aspek operasional dan asas Hukum Internasional dalam Islam; penolakan tersebut sebagai bentuk menghindari kemudharatan yang lebih besar dan selaras dengan dua kaidah ushul fiqih; serta penolakan tersebut selaras dengan salah satu unsur pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan dalam maqashid syari’ah. Ketiga, adapun perbandingannya adalah persamaan dari kedua tinjauan sama-sama menjadikan konstitusi negara yang mengedepankan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan sebagai landasan utama penolakan. Untuk perbedaannya, tinjauan Permenlu Nomor 3 Tahun 2019 menjadikan Bab X Permenlu sebagai dalil tambahan penolakan, sedangkan tinjauan Hukum Islam menjadikan Al-Qur’an, Hadis, Kaidah Ushul Fiqih, Mashlahah serta Maqashid Syari’ah sebagai dalil tambahannya.
DETERMINING CHILDHOOD THROUGH DNA TESTING ACCORDING TO NAHDLATUL ULAMA AND FATWA DARUL IFTA EGYPT Lukito, Bagas; Hadi, Sutrisno; Fikri, Ikhwan
Muqaranah Vol 9 No 2 (2025): Muqaranah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muqaranah.v9i2.30423

Abstract

Nasab is one of the most important things in Islam, as it relates to one's rights and obligations in life. With the development of increasingly modern technology, DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) tests can now be used as a tool to scientifically determine a child's nasab. The research method used is library research with a qualitative approach. Primary data was obtained from the decision of the XXXI Nahdlatul Ulama Congress and the fatwa of Darul Ifta Egypt, while secondary data was obtained from other sources relevant to the topic of this research, such as books, journals, and articles. The results showed that Nahdlatul Ulama through its decision; can deny ilhaq al-Nasab, but not necessarily be able to determine ilhaq al-Nasab, Meanwhile, Darul Ifta Egypt in its fatwa stated that the use of DNA tests allows for the determination of the child's lineage to be accepted in Islam in certain situations where there is no other way to establish lineage with sufficient confidence. DNA testing should be used as an objective and scientific tool to confirm family relationships with prudence, in establishing lineage as a solution when it is impossible or difficult to establish lineage by traditional or conventional means. This research is expected to contribute to understanding the views of Nahdlatul Ulama and Darul Ifta Egypt regarding the determination of children's nasab through DNA testing, and can be a reference for further research related to this topic. Keywords: Nasab; DNA; NU; Fatwa Darul Ifta.