Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Aturan Hukuman Mati Bagi Penarkoba, Pengedar dan Pemasok: Perspektif Hukum Positif dan Fikih Kontemporer Siregar, Bismar; Hamdani, Muhammad Faisal; Irham, Muhammad Iqbal
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Evidence Of Law (Agustus)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukuman mati bagi pengedar dan pemasok narkotika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta menelaah relevansinya dari perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode studi kepustakaan, mengkaji bahan hukum primer seperti peraturan perundang-undangan dan nash syar‘i (al-Qur’an dan hadis), serta bahan hukum sekunder berupa literatur fikih kontemporer dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia menetapkan hukuman mati bagi pengedar dan pemasok narkotika golongan I dalam jumlah besar sebagai upaya perlindungan masyarakat dan efek jera. Di sisi lain, fikih kontemporer membenarkan hukuman mati dalam kerangka ta‘zīr terhadap pelaku fasād fī al-arḍ, yakni pengedar dan pemasok yang menimbulkan kerusakan sistemik terhadap jiwa dan akal manusia, berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah. Kesimpulannya, kedua sistem hukum sepakat bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan berat yang dapat dijatuhi hukuman mati, dengan perbedaan perlakuan antara pemakai sebagai korban yang perlu direhabilitasi, dan pengedar/pemasok sebagai pelaku aktif yang pantas dikenai hukuman berat.
Konflik Hak Cipta di Balik Naskah Film Soekarno Siregar, Bismar
DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Vol. 8 No. 2 (2025): Doktrina:Juornal of Law Oktober 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/doktrina.v8i2.15202

Abstract

This research discusses the copyright conflict between Rachmawati Soekarnoputri and PT Tripar Multivision Plus and director Hanung Bramantyo regarding the film Soekarno. The main focus of the study is the violation of moral and economic rights over film scripts which are claimed to be Rachmawati's creation. The method used is normative legal research with a descriptive-analytical approach, which is based on a study of Supreme Court Decision No. 305 K/Pdt.Sus-HKI/2014. The research results show that there is an element of breach of contract regarding the creator's moral rights because Rachmawati's name is not included as the script writer. However, the Supreme Court was of the opinion that Soekarno's life could not be claimed as an individual copyrighted work and no formal legal copyright infringement had been proven. These findings highlight the gaps in legal protection for works based on biographies of public figures and the importance of formal proof in copyright disputes.