Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK CAIR BATUAN SILIKAT DAN MULSA JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DI LAHAN KERING KECAMATAN MOYO HULU Idul Idhaliati; Ikhlas Suhada; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.252 KB)

Abstract

Budidaya tanaman di lahan kering terkendala oleh ketersediaan air dan tingginya serangan hama (monyet dan babi hutan). Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan budidaya jenis tanaman yang tidak di sukai oleh hama tersebut seperti cabai rawit. Salah satu cara 44dengan menggunakan pupuk cair batuan silikat dan bahan penutup tahan seperti mulsa jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk cair batuan silikat dan mulsa jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di lahan kering Kecamatan Moyo Hulu. Penelitian ini telah dilaksanakan di bulan Februari 2022 sampai dengan Juni 2022 di Desa Sempe Jalan simpang Ai Beling Dusun Sempe A Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, NTB. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 Faktor yaitu pupuk cair batuan silikat (P), dan mulsa jerami padi (M), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor dosis pupuk cair batuan silikat terdiri dari 2 taraf, yaitu P1= 4 L/Ha, P2= 6 l/Ha. Faktor mulsa jerami padi terdiri dari 3 taraf yaitu M0 = Tanpa mulsa, M1 = 5 cm, M2 =15 cm. Perlakuan tunggal penggunaan pupuk cair batuan silikat berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 35 HSPT pada perlakuan P2. Perlakuan tunggal penggunaan mulsa jerami padi pada parameter tinggi tanaman umur 35 dan 95 HSPT, berat buah panen pertama (per tanaman, per bedeng, per hektar) serta berat total berpengaruh nyata pada perlakuan M2. Pada perlakuan kombinasi parameter berat pertanaman, perbedeng, dan perhektar, berpengaruh nyata pada panen pertama (umur 95 HSPT) memberikan pengaruh nyata pada perlakuan P2M2.
PENGGUNAAN MEDIA KOMPOS YANG DIPERKAYA DENGAN “Trichoderma sp” DAN BIOCHAR SEKAM PADI UNTUK PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PORANG (Amorphophallus Mulleri Blume) Eri Ardana; Ade Mariyam Oklima; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v3i2.1295

Abstract

Tujuan penlitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggiunaan media kompos yang diperkaya dengan jamur Trichoderma sp dan biochar sekam padi Untuk Pertumbuhan Bibit Tanaman Porang (amorphophallus mulleri blume). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2022. Penelitian ini telah dilaksakan di Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk Kabupatenen Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat (NTB). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel acark sederhana (Simpel Random Sampling) dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Raccangan Acak Kelompok (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor (A) Dosisi Pengunaan Kompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp (B) Dosis Pengunaan Biochar Sekam Padi. Dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 27 Unit percobaan, dengan masing-masing percobaan di sub ulangan sehingga berjumlah 81 polybag. data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisi of varian (Anova) pada ujilanjut menggunakan (BNT) taraf 5 % penelitian ini dilakukan dengan menggunakan parameter peubah pertumbuhan (tinggi tanaman) dan peubah hasil (diameter umbidan berat umbi). Hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh kombinasi antara (A) Dosisi Pengunaan Kompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp(B) Dosis Pengunaan Biochar Sekam Padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dan berat umbi. Sedangkan dengan penggunaan ompos yang diperkaya dengan jamur Trichodertma Sp berbeda nyata pada semua perlakuan parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dam berat umbi. Dan perlakuan Pengunaan Biochar Sekam Padi tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter umbi, dan berat umbi tanaman porang.
IDENTIFIKASI SPESIES TUMBUHAN PENYUSUN EKOSISTEM PESISIR PANTAI DUSUN PATEDONG, DESA SEBOTOK,PULAU MOYO, SUMBAWA Walufi Elsani; Wardah Niati; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima; Wening Kusumawardani; Nina Dwi Lestari
Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v3i2.1324

Abstract

Hilangnya keanekaragaman jenis tumbuhan dapat terjadi karena dampak perubahan iklim dan pengelolaan pesisir yang tidak optimal, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem, terutama dikawasan pesisir pantai. Kawasan pesisir pantai Pulau Moyo merupakan kawasan konsevasi dan wisata, terdapat berbagai macam tumbuhan diantaranya tumbuhan herba, semak, tiang dan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan penyusun di pesisir pantai Pulau Moyo. Penelitian dilaksanakan tanggal 16-23 Juli 2023 di pantai Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik jelajah. Populasi dan sampel penelitian yaitu jenis-jenis tumbuhan yang ditemui di sepanjang pesisir pantai kemudian diidentifikasi. Cara identifikasi tumbuhan menggunakan sumber buku berupa ciri-ciri dan gambar tumbuhan. Ciri-ciri yang diidentifikasi berdasarkan atas morfologi sampel seperti bentuk daun, biji, kulit batang dan tipe perakaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan penyusun ekosistem pantai terdiri dari dari Canavalia maritima, Vigna marina, Cyperus maritima, Spinefex littreus, Andropogon zizanioides dan Thuarea involuta, lantana camara, Pandanus tectorius, Scaevola taccada dan Vitex trifolia, Terminalia catappa, Morinda citrifolia, Thespesia populnea. Avicennia, Rhyzophora, Bambusa, Cocos nucifera, pinang Areca catechu, Pandanus tectorius, Terminalia catappa, Thespesia populnea, Musa paradisiaca, Casuarina equisetifolia.
Utilizing Coal Ash and Humic Substances as Soil Ameliorant on Reclaimed Post-Mining Land Oklima, Ade Mariyam; Sudarsono, .; Iskandar, .; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 19 No. 3: September 2014
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2014.v19i3.161-169

Abstract

Coal ash and humic substances can be used as soil ameliorant in the reclamation of formerly mined land. Due to its high pH and nutrients content, coal ash can be used to improve the chemical properties of the soil, such as increasing of pH, and increasing the levels of nutrients availability in the soil. Humic substances may also be used to complement, as they can increase the release of nutrients from the coal ash. Thus, the objective of this study was to assess the influence of coal ash and humic substances on soil chemical characteristics, nutrient absorption, and plant growth. This study was conducted in two locations - in a nursery area, involving two treatment factors: coal ash at different dosages (0, 200, and 400 g polybag-1), and humic material also at varying dosages (0, 0.04, and 0.08 g C polybag-1); and in a post-mining field using similar treatments: coal ash dosage (0, 2.5, and 5.0 kg planting-1 hole) and humic material dosage (0, 0.56, and 1.12 g C planting hole-1). The results showed that coal ash and humic materials significantly increased the soil pH, available P, and exchangeable K, Ca and Mg. Coal ash also contained a number of heavy metals but in quantities that are far below the limits set by both Indonesian Government Regulation and the US Environmental Protection Agency (USEPA). The above soil amelioration effects mean that. applicaton of coal ash and humic substances can significantly increase the growth of Jabon trees in the reclaimed post-mining land.[How to Cite: Ade MO, Sudarsono, Iskandar and DT Suryaningtyas. 2014. Utilizing Coal Ash and Humic Substances as Soil Ameliorant on Reclaimed Post-Mining Land. J Trop Soils 19: 161-169. Doi: 10.5400/jts.2014.19.3.161] [Permalink/DOI: www.dx.doi.org/10.5400/jts.2014.19.3.161]
PENGARUH TEKNIK OLAH TANAH DAN APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DI LAHAN TEGALAN Saefuddin Saefuddin; Ade Mariyam Oklima; Heri Kusnayadi
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik olah tanah dan aplikasi pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah dilahan tegalan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah teknik olah tanah(T) dan faktor kedua pupuk kandang sapi (P). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor teknik olah tanah terdiri dari 3 taraf yaitu: T0=tanpa olah tanah, T1=olah tanah minimum, T2=olah tanah sempurna. Pupuk kandang sapi terdiri dari 2 taraf yaitu: P1= pupuk kandang sapi 15 ton/ha, P2=30 ton/ha. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal tanpa olah tanah (T) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 21 dan 28 hari setelah tanam (HST) dan tipada umur 14.Kombinasi T0P2 (tanpa olah tanah dan pupuk kandang sapi 30 ton/ha) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 polong
PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum Lycopersicum) VARIETAS COMODOR F1 Sapriadi Sapriadi; Ikhlas Suhada; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i1.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum) varietas Comodor F1. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak) serta dosis pupuk organik cair batuan silikat (5,4 ml/bedeng dan 7,6 ml/bedeng). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, khususnya pada jumlah daun umur 40 hari setelah pindah tanam (HSPT). Perlakuan mulsa plastik hitam perak cenderung menghasilkan jumlah daun dan berat buah lebih tinggi dibandingkan tanpa mulsa maupun mulsa jerami, karena kemampuannya menjaga kelembapan serta stabilitas suhu tanah. Sementara itu, dosis pupuk organik cair batuan silikat menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil, meskipun dosis 8 L/ha menunjukkan kecenderungan pertumbuhan lebih baik dibandingkan dosis 6 L/ha. Kombinasi perlakuan antara jenis mulsa dan dosis pupuk organik cair juga tidak menunjukkan interaksi yang signifikan terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman tomat. Secara umum, penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan pengaruh paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat varietas Comodor F1 di lokasi penelitian, sedangkan peningkatan dosis pupuk organik cair batuan silikat belum memberikan hasil optimal pada fase vegetatif.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKAT CAIR DAN MULSA TERHADAP HASIL PRODUKTIVITAS KEDELAI EDAMAME DI LAHAN SAWAH DESA LAPE Aan Ramdani; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk silikat cair dan mulsa terhadap hasil dan produktivitas kedelai edamame di lahan sawah desa lape. penelitian dilaksanakan dilahan sawah Desa Lape Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada bulan April sampai Juli 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama adalah pupuk silikat cair (P) dan faktor kedua Mulsa (M). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk silikat cair terdiri dari 2 taraf, yaitu: P1= 4 liter/ha pupuk silikat cair, P2= 6 liter/ha pupuk silikat cair. Mulsa terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0= tanpa mulsa, M1= mulsa 7 cm, M2= mulsa 9 cm. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tunggal mulsa M0 (tanpa mulsa) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 hari setelah tanam (HST) dan jumlah daun pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P1M0 (4 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi pada umur 17 dan 24 hari setelah tanam (HST) dan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun kombinasi P2M0 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan tanpa mulsa) pada umur 17, 24, dan 31 hari setelah tanam (HST). Kombinasi P2M2 (6 liter/ha pupuk silikat cair dan mulsa 9 cm) memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter jumlah polong berisi per petak, berat polong per petak, berat polongper hektar.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH Suryadi Suryadi; Ade Mariyam Oklima; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2062

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupun NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dilahan sawah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Jorok Kecamatan Unteriwis Kabupaten Sumbawa Nusa Tengara Barat (NTB). Penelitian ini telah dilakasakan dari bulan April sampai bulan Juni 2020. Metode yang yang telah digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan dilakukan di lahan percobaan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (SPLITPLOT DSIGEN) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Biochar Sekam Padi (B) dan Dosis Pupuk NPK (P). Dengan 9 perlaukan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis of variance (Anova) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian tentang pengaruh kombinasi pemberian biochar sekam padi dan dosis pupuk NPK tidak berbeda nyata pada semua variabel penelitian.
PENDUGAAN LAJU INFILTRASI DAN SIFAT TANAH PADA POLA TANAM YANG BERBEDA DI LAHAN KERING KECAMATAN ALAS BARAT Novi Andayani; Ade Mariyam Oklima; Heri Kusnayadi
Jurnal Agroteknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v5i2.2064

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menduga laju infiltrasi dan sifat tanah pada pola tanam yang berbeda di lahan kering Kecamatan Alas Barat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam pendugaan adalah metode survei dan perhitungan laju infiltrasi pada lahan kering yang mana di setiap lokasi penelitian memiliki pola tanam yang berbeda yaitu padi-bero-bero dan jagung- bero-bero. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis laju infiltrasi dengan dengan menggunakan metode Horton, analisis tanah diantaranya tekstur, C-organik, dan porositas yang mana dilakukan di laboratorium. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa laju infiltrasi tertinggi berada pada lokasi P2 (padi) yaitu sebesar 83,58 mm/jam dengan volume 52,41 cm³, hal ini dikarenakan pada lokasi tersebut memiliki porositas yang tinggi dan memiliki tekstur tanah lempung berpasir serta kandungan bahan organik yang sedang. Sedangkan laju infiltrasi terendah berada pada P1 (jagung) yaitu sebesar 65,19mm/jam dengan volume 64,32 cm³, hal ini dikarenakan lokasi tersebut memiliki tekstur tanah lempung dan kandungan bahan organik yang rendah.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PENGGUNAAN JENIS SUMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN PAKCOY (Brassica rapa subsp L.) HIDROPONIK SISTEM WICK Heri Kusnayadi; Kaisar Sangkuriang; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Agroteknolgi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/ja.v6i2.2501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh media tanam danpenggunaan jenis sumbu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy(brassica rapa subsp L.) Hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan daribulan Januari sampai Maret 2025. Lokasi penelitian bertempat di Jl. lintasSumbawa Semogkat, Sering, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Nusa TenggaraBarat. Penelitian menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL) faktorial terdiridari dua faktor yaitu, faktor pertama media tanam, faktor kedua jenis sumbumasing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor media tanam terdiridari dua tarap media sabut kelapa (M1) dan media sekam bakar (M2). Faktor sumbuterdiri dari tiga taraf yaitu sumbu flanel (S1), sumbu katun (S2) dan tanpa sumbu(S0). Analisis data menggunakan Analisis Varians (Anova) pada taraf 5%.Perlakuan penggunaan media tanam menunjukkan hasil yang tIdak berbeda nyatadari kedu nya. Namun hasil memiliki kecenderungan yang berbeda terletak padamedia sekam bakar bahwa sekam bakar lebi dominan memberikan pengaruh daripada sabut kelapa, pada semua peubah pertumbuhan tanaman. Perlakuan tunggalpenggunaan sumbu menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah tinggitanaman (cm) umur 21,28, dan 35 hari setelah pindah tanam (HSPT), hasil terbaikterletak pada perlakuan sumbu katun (S2). Pada parameter jumlah daunmenunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada umur 21,28 dan 35 hari setelahpinda tanaman (HSPT), dan Perlakuan kombinasi media tanam dengan sumbumemberikan hasil yang berbeda nyata terhadap peubah pertumbuhan dan hasiltanaman dan tidak perpengarau nyata pada pertumbuhan banyaknya daun. Hasilterbaik terletak pada perlakuan kombinasi antara media tanam sekam bakar denganSumbu katun (M2S2) pada tinggi tanaman dan (M2S1) pada berat basah.