Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) DI DALAM RANSUM DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT TELUR AYAM RAS -, Fitriani; Nurjaman, Iman; Novieta, Intan Dwi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the value of egg production and egg weight of chicken using turmeric flour (Curcuma domestica Val) at different levels. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) with 4 levels of treatment and 3 replications namely P0 = control, P1 = addition of turmeric flour 0.2%, P2 = addition of turmeric flour 0.3%, P3 = addition of turmeric flour 0.4% . The results showed that the addition of turmeric flour as a supplementary feed, had a very significant effect (P <0.01) on the value of egg production. The average value of egg production highest to lowest is P3 (87.99%), P2 is (87.1%), P1 is (85.33%) and P0 is (80.22%). As for the weight parameters of chicken eggs the results of the study showed that the addition of turmeric flour as a supplementary feed, had no significant effect (P <0.05) on the value of egg weight. The highest average egg weight values are P3 (65 gr), P2 (63.73 gr), P1 (63.63 gr), and P0 (63.53 gr) From the results of the study it can be seen that the best concentration is found in the P3 treatment by adding turmeric flour as much as 0.4%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS Nisa, Khairun; -, Fitriani; Wahyuni, Rizka
ABDIMAS UNWAHAS Vol 9, No 2 (2024): -
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v9i2.11931

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya dan terjadinya keterlambatan pada tahap perkembangan. Salah satu determinan terjadinya stunting adalah pemberian makanan bayi dan anak yang tidak memenuhi kecukupan gizi, hal ini dapat terkait dengan pola pengasuhan, keragaman dalam pemberian pangan dan pengetahuan ibu atau pengasuh mengenai makanan dengan gizi seimbang. Dampak stunting bagi anak dapat bertahan sampai dengan anak berusia dewasa dan dikaitkan dengan kemunduran di berbagai aspek kehidupan. Stunting perlu diatasi melalui pendekatan multidisipliner, termasuk salah satunya melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pendidikan dan dukungan kepada ibu balita untuk memperkuat pengetahuan mereka tentang gizi seimbang, serta memberikan keterampilan praktis dalam mempersiapkan dan memberikan makanan bergizi pada anak balita guna mencegah stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Tuminting dengan melibatkan 28 orang ibu dengan anak usia balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24-25 Juni 2024 dengan menggunakan media edukasi Flip Chart. Keberlanjutan program ini sangat penting untuk dilakukan untuk menciptakan perubahan perilaku pada ibu balita dalam menyiapakan makanan bergizi seimbang.Kata kunci: Gizi Seimbang, Ibu Balita, Stunting
ANALISIS KETERSEDIAAN ANGKUTAN UMUM PADA RUTE WAMENGKOLI-LOMBE DI KABUPATEN BUTON TENGAH, BERDASARKAN KESEIMBANGAN KEBUTUHAN PENGGUNA JASA & KEUNTUNGAN PENYEDIA JASA -, Syajruddin; Purnama, Haerul; Hidayat, Arman; -, Fitriani
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i2.8791

Abstract

Angkutan umum merupakan angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Terminal ini berada di kabupaten buton tengah khususnya rute wamengkoli-lombe. penelitian dengan judul “analisis kebutuhan angkutan umum penumpang di kabupaten buton tengah (studi kasus:rute wamengkoli-lombe). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jumlah armada optimal pada rute Wamengkoli-Lombe agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator dan  mengetahui ketersediaan armada yang beroperasi pada rute Wamengkoli-Lombe sudah mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pengguna jasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah armada optimal yang dibutuhkan agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator adalah sebanyak 23 armada berdasarkan hasil faktor muat yaitu 0.66, biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun yaitu Rp. 110.754.994,1, BOK+Margin 10% pertahun yaitu Rp. 110.754.994,11 dan pendapatan per tahun yaitu Rp. 50.715.789,47 dengan hasil load faktor break even point (BEP) yaitu 0.78. Sedangkan jumlah armada yang dibutuhkan pengguna jasa adalah sebanyak 16 armada yaitu sudah mencukupi untuk kebutuhan pengguna jasa.
ANALISIS KETERSEDIAAN ANGKUTAN UMUM PADA RUTE WAMENGKOLI-LOMBE DI KABUPATEN BUTON TENGAH, BERDASARKAN KESEIMBANGAN KEBUTUHAN PENGGUNA JASA & KEUNTUNGAN PENYEDIA JASA -, Syajruddin; Purnama, Haerul; Hidayat, Arman; -, Fitriani
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i2.8791

Abstract

Angkutan umum merupakan angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Terminal ini berada di kabupaten buton tengah khususnya rute wamengkoli-lombe. penelitian dengan judul “analisis kebutuhan angkutan umum penumpang di kabupaten buton tengah (studi kasus:rute wamengkoli-lombe). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jumlah armada optimal pada rute Wamengkoli-Lombe agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator dan  mengetahui ketersediaan armada yang beroperasi pada rute Wamengkoli-Lombe sudah mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pengguna jasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah armada optimal yang dibutuhkan agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator adalah sebanyak 23 armada berdasarkan hasil faktor muat yaitu 0.66, biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun yaitu Rp. 110.754.994,1, BOK+Margin 10% pertahun yaitu Rp. 110.754.994,11 dan pendapatan per tahun yaitu Rp. 50.715.789,47 dengan hasil load faktor break even point (BEP) yaitu 0.78. Sedangkan jumlah armada yang dibutuhkan pengguna jasa adalah sebanyak 16 armada yaitu sudah mencukupi untuk kebutuhan pengguna jasa.
Hierarchy of needsof Robin’s character in Christopher Robin film -, Fitriani; Ariani, Setya; Sanhadi Rahayu, Famala Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8574

Abstract

   ABSTRACTMaslow's hierarchy of needs theory is one of the psychological theories that are useful for triggering the emergence of motivation in individuals to meet daily needs. This hierarchy shows that everyone has the motivation to fulfill their needs. In this case, this research aims to find and explain the hierarchy of needs of Robin's character in Christopher Robin film using Abraham Maslow's hierarchy of needs theory. In addition, this research used a qualitative method to fulfill the research objectives. The results of the research showed that there are five hierarchies of needs presented by Robin's character. First, the phychological need was indicated by the need for sleep. Second, the safety need was indicated by the freedom to fear. Third, the belonging and love need was indicated by the need to feel love. Fourth, the esteem need was indicated by the achievement and independence of Robin's character. The last is self-actualization need was indicated by the morality possessed by Robin's character. The Hierarchy's needs were depicted through the actions and speech of Robin's character.Keywords: Hierarchy of needs, Psychological, and Christopher Robin film.ABSTRAKTeorihirarki kebutuhan Maslow merupakan salah satu teori psikologi yang berguna untuk memicu munculnya motivasi dalam diri individu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hirarki ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menjelaskan kebutuhan Hirarki dari karakter Robin dalam Film Christopher Robin dengan menggunakan teori kebutuhan Hirarki dari Abraham Maslow. Sebagai tambahan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memenuhi tujuan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada lima kebutuhan hirarki yang dihadirkan oleh karakter Robin. Pertama yaitu kebutuhan pisikologi ditunjukkan dengan kebutuhan tidur. Kedua yaitu kebutuhan rasa aman ditunjukkan oleh kebebasan untuk takut. Ketiga yaitu kebutuhan kepemilikan dan cinta ditunjukkan dengan kebutuhan untuk merasakan cinta. Keempat yaitu kebutuhan harga diri ditunjukkan dengan pencapaian dan kemandirian dari karakter Robin. Yang terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri ditunjukkan oleh moralitas yang dimiliki oleh karakter Robin. Kebutuhan-kebutuhan Hirarki tersebut digambarkan melalui tindakan dan ucapan dari karakter Robin.Kata-kata kunci: Kebutuhan Hirarki, Psikologi, dan Film Christopher Robin.
Analisis Materi Akidah dan Akhlak dalam Pembelajaran PAI SMP Kelas 8 Semester 1 dan 2:Upaya Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Siswa azizah, nahdiah; -, Nahdiah azizah; -, Fitriani; M Mahbubi
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01a (2025): UNUJA Special Editon
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan siswa SMP kelas 8 dalam melakukan praktik menganalisis materi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada semester 1 dan 2, khususnya dalam aspek akidah dan akhlak. Aspek akidah dan akhlak merupakan bagian fundamental dalam pembelajaran PAI yang tidak hanya menekankan pada penguasaan materi secara teoritis, tetapi juga pada pemahaman mendalam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menganalisis materi PAI dengan cukup baik, terutama dalam memahami nilai-nilai keimanan dan moral yang terkandung dalam materi pembelajaran. Siswa yang aktif dalam proses analisis cenderung menunjukkan sikap yang lebih positif dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Namun demikian, terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan teori dengan praktik, sehingga diperlukan peran guru yang lebih aktif dalam membimbing serta menciptakan suasana belajar yang mendorong pemikiran kritis dan reflektif. Kesimpulannya, kemampuan menganalisis materi PAI pada aspek akidah dan akhlak sangat berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa dan penguatan pemahaman agama yang aplikatif. Penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan metode pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual untuk mengoptimalkan kemampuan analisis siswa dalam memahami serta menerapkan ajaran Islam secara utuh.