Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KETERSEDIAAN ANGKUTAN UMUM PADA RUTE WAMENGKOLI-LOMBE DI KABUPATEN BUTON TENGAH, BERDASARKAN KESEIMBANGAN KEBUTUHAN PENGGUNA JASA & KEUNTUNGAN PENYEDIA JASA -, Syajruddin; Purnama, Haerul; Hidayat, Arman; -, Fitriani
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i2.8791

Abstract

Angkutan umum merupakan angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Terminal ini berada di kabupaten buton tengah khususnya rute wamengkoli-lombe. penelitian dengan judul “analisis kebutuhan angkutan umum penumpang di kabupaten buton tengah (studi kasus:rute wamengkoli-lombe). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jumlah armada optimal pada rute Wamengkoli-Lombe agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator dan  mengetahui ketersediaan armada yang beroperasi pada rute Wamengkoli-Lombe sudah mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pengguna jasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah armada optimal yang dibutuhkan agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator adalah sebanyak 23 armada berdasarkan hasil faktor muat yaitu 0.66, biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun yaitu Rp. 110.754.994,1, BOK+Margin 10% pertahun yaitu Rp. 110.754.994,11 dan pendapatan per tahun yaitu Rp. 50.715.789,47 dengan hasil load faktor break even point (BEP) yaitu 0.78. Sedangkan jumlah armada yang dibutuhkan pengguna jasa adalah sebanyak 16 armada yaitu sudah mencukupi untuk kebutuhan pengguna jasa.
Revitalisasi Gerbang Wisata Pasir Putih untuk Tingkatkan Daya Tarik Pengunjung Arya Dirgantara; Mansyur, Mansyur; Aryadi, Armin; Adnan, Septi; Syajruddin, Syajruddin; Mubarak, Azhar Aras; Purnama, Haerul; Ode, Altafakur La; Syafar, Muh. Ismail; Yatjong, Isramyano
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.56

Abstract

The refurbishment of the Pasir Putih Beach entryway was executed to augment the destination's allure and improve the visiting experience. This project employed a Participatory Action Research (PAR) methodology, engaging local communities, government entities, and stakeholders in the planning, execution, and assessment phases. The activities encompassed problem identification, design planning, validation, implementation, and evaluation. The redevelopment outcomes embody local character via traditional ornamental features, creative illumination, and ancillary amenities such informational displays and seating arrangements. The engagement of local communities enhanced their sense of ownership and generated economic prospects during and subsequent to the rehabilitation. The evaluation results indicated a rise in visitor numbers and satisfaction with the renovation efforts. This program enhanced the aesthetic, functional, and sustainable design of Pasir Putih Beach, solidifying its status as a premier destination in Kolaka Utara. This exercise illustrates that a participative approach can facilitate sustainable tourist development
ANALISIS KETERSEDIAAN ANGKUTAN UMUM PADA RUTE WAMENGKOLI-LOMBE DI KABUPATEN BUTON TENGAH, BERDASARKAN KESEIMBANGAN KEBUTUHAN PENGGUNA JASA & KEUNTUNGAN PENYEDIA JASA -, Syajruddin; Purnama, Haerul; Hidayat, Arman; -, Fitriani
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i2.8791

Abstract

Angkutan umum merupakan angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Terminal ini berada di kabupaten buton tengah khususnya rute wamengkoli-lombe. penelitian dengan judul “analisis kebutuhan angkutan umum penumpang di kabupaten buton tengah (studi kasus:rute wamengkoli-lombe). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jumlah armada optimal pada rute Wamengkoli-Lombe agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator dan  mengetahui ketersediaan armada yang beroperasi pada rute Wamengkoli-Lombe sudah mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pengguna jasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah armada optimal yang dibutuhkan agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator adalah sebanyak 23 armada berdasarkan hasil faktor muat yaitu 0.66, biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun yaitu Rp. 110.754.994,1, BOK+Margin 10% pertahun yaitu Rp. 110.754.994,11 dan pendapatan per tahun yaitu Rp. 50.715.789,47 dengan hasil load faktor break even point (BEP) yaitu 0.78. Sedangkan jumlah armada yang dibutuhkan pengguna jasa adalah sebanyak 16 armada yaitu sudah mencukupi untuk kebutuhan pengguna jasa.
Perkuatan Kuat Geser Tanah dengan Penambahan Material Pasir Lokal Sebagai Perrbaikan Tanah Dasar Syajruddin; Mursalim Ninoy La Ola
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i3.198

Abstract

Stabilisasi tanah dasar merupakan salah satu metode penting dalam meningkatkan kuat geser tanah untuk kebutuhan konstruksi, terutama pada wilayah kerja yang kondisi tanah yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa besar pengaruh penggunaan pasir lokal sebagai alternatif stabilisasi tanah dasar untuk meningkatkan kuat geser tanah. Material merupakan altrnatif yang di pilih karena ketersediaannya yang melimpah serta biaya yang lebih rendah dibandingkan material material yang didatangkan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas penggunaan material lokal sebagai alternatif perkuatan kuat geser tanah. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan komposisi campuran yang optimal agar dapat diaplikasikan kepada masyarakat dalam melakukan stabilisasi tanah dasar sebagai dasar sebuah konstruksi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan pengujian kuat geser langsung di Laboratorium Terpadu USN Kolaka tepatnya di Laboratorium Mekanika Tanah. Pengujian dilakukan dengan empat jenis konfigurasi penambahan pasir. Tahapan awal yakni mendapatkan sampel tanah asli kemudian dilakukan uji kuat geser tanah agar di ketahui kekuatan dalam keaadan normal. Tahap kedua membuat beberapa komposisi penambahan material pasir yang bervariatif, diantaranya penambahan material pasir kasar antara 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengujian tanah dalam keaadaan normal sebesar 24.6°,  Untuk Penambahan Pasir 15% memiliki kuat geser sebesar 27.8°, Untuk penambahan Pasir 20% memiliki Kuat geser Sebesar 29.353°, Sedangkan Penambahan Pasir 25% memiliki kuat geser sebesar 36.43°. Berdasarkan pengujian ini, semakin besar penambahan pasir maka nilai kuat geser tanah cenderung memiliki peningkatan.
Analisis Penyebab Kecelakaan pada Ruas Jalan Raya Tanggetada–Toari Berdasarkan Data Cumulative Summary Laode, Al Tafakur; Dzakir, La Ode; Masgode, Muhammad Buttomi; Agustina, Agustina; Dirgantara, Arya; Syafar, Muh. Ismail; Syajruddin, Syajruddin; Makmur, Muammar
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/jacee.v5i2.5405

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian dimana kendaraan bermotor bertabrakan dengan benda lain dan menimbulkan kerusakan. Kecelakaan lalu lintas pada umumnya terjadi karena berbagai faktor penyebab yaitu manusia, kondisi kendaraan, kondisi jalan dan kondisi lingkungan. Metode yang di gunakan pada penelitian adalah Cummulative Summary (Cusum). Dari hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan data primer, bahwa pada ruas jalan poros Tanggetada yang teridentifikasi sebagai lokasi titik rawan kecelakaan lalu lintas atau blackspot berada di wilayah Anaiwoi dengan titik koordinat 4.3737S 121.5207. Pada ruas jalan poros Watubangga yang telah teridentifikasi sebagai titik blackspot berada di wilayah Desa Watubangga dengan titik koordinat 4.4641S 121.5104. Pada ruas jalan poros Toari yang teridentifikasi sebagai titik blackspot terletak pada wilayah Toari dengan titik koordinat 4.5679S 121.4786. Data sekunder yang diperoleh dari Polres Kolaka berupa data kecelakaan tahun 2019-2022 yang terjadi pada ruas jalan poros Tanggetada – Toari di peroleh faktor penyebab kecelakaan lalu lintas terdiri dari faktor manusia sebanyak 68,6% kemudian faktor kendaraan sebanyak 14,5% sedangkan kondisi lingkungan fisik sebanyak 2,4% dan faktor kondisi jalan sebanyak 14,5% dengan total kecelakaan keselurahan yang terjadi selama 4 tahun terakhir pada ruas jalan poros Tanggetada - Toari sebanyak 18 kali.