Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Persepsi Dan Respon Masyarakat Terhadap Budidaya Ulat Sutera Di Kabupatens Soppeng Rusdi Rusdi; Rosmini Maru; Syukri Nyompa; Rusman Rasyid; Arfandi Arfandi; Fatimah Basram
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.351 KB)

Abstract

Abstrak. Kabupaten soppeng merupakan salah satu penghasil sutera terbaik di Sulawesi Selatan, namun seiring dengan perkembangan budidaya ulat sutera mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Untuk meningkatkan budidaya ulat sutera di masa yang akan datang perlu mengetahui persepsi dan respon masyarakat. Untuk menilai persepsi masyarakat dan respon terhadap budidaya ulat sutera, wawancara dan pengamatan mendalam dilakukan di daerah budidaya dan luar budidaya di Kabupaten Soppeng. Berdasarkan pengamatan lapangan awal, beberapa wilayah diidentifikasi sebagai pusat pengembangan ulat sutera yaitu di Kec Donri-Donri. Masyarakat di Kabupaten Soppeng khususnya di kecamatan Donri-donri mempersepsikan bahwa budidaya Ulat sutera masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan usaha tani lainnya. Budidaya ulat sutera dijadikan sebagai mata pencaharian utama, sedangkan perkebunan dan peternakan sebagai mata pencaharian sampingan. Sistem kelembagaan terbagi menjadi dua yaitu petani berkelompok dan petani individu, begitu juga dengan sistem pemasaran yaitu pemasaran individu dan pemasaran kolektif. Kata kunci: budidaya ulat sutera, persepsi, respon masyarakat
Persepsi Dan Respon Masyarakat Terhadap Budidaya Ulat Sutera di Kabupaten Soppeng Rusdi Rusdi; Rosmini Maru; Syukri Nyompa; Rusman Rasyid; Arfandi Arfandi; Fatimah Basram
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.267 KB)

Abstract

Abstrak. Kabupaten soppeng merupakan salah satu penghasil sutera terbaik di Sulawesi Selatan, namun seiring dengan perkembangan budidaya ulat sutera mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Untuk meningkatkan budidaya ulat sutera di masa yang akan datang perlu mengetahui persepsi dan respon masyarakat. Untuk menilai persepsi masyarakat dan respon terhadap budidaya ulat sutera, wawancara dan pengamatan mendalam dilakukan di daerah budidaya dan luar budidaya di Kabupaten Soppeng. Berdasarkan pengamatan lapangan awal, beberapa wilayah diidentifikasi sebagai pusat pengembangan ulat sutera yaitu di Kec Donri-Donri. Masyarakat di Kabupaten Soppeng khususnya di kecamatan Donri-donri mempersepsikan bahwa budidaya Ulat sutera masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan usaha tani lainnya. Budidaya ulat sutera dijadikan sebagai mata pencaharian utama, sedangkan perkebunan dan peternakan sebagai mata pencaharian sampingan. Sistem kelembagaan terbagi menjadi dua yaitu petani berkelompok dan petani individu, begitu juga dengan sistem pemasaran yaitu pemasaran individu dan pemasaran kolektif. Kata Kunci: Budidaya Ulat Sutera, Persepsi, Respon Masyarakat
STRATEGI ADAPTASI PETANI SAWAH DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN MAROS Rosmini Maru; Alimato Alimato; Sukri Nyompa; Nasrul Nasrul; Arfandi Arfandi; Misdar Amda
Jurnal Environmental Science Vol 6, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v6i1.52038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi, kapasitas adaptif, dan strategi adaptasi petani sawah dalam menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Maros. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim. Rata-rata skor persepsi mencapai 47.99 mengindikasikan bahwa petani secara umum menyadari dampak perubahan iklim. Petani sawah di Kabupaten Maros juga memiliki tingkat kapasitas adaptif yang baik dalam menghadapi perubahan iklim. Rata-rata skor kapasitas adaptif adalah 46.61 menunjukkan bahwa petani secara umum mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Petani sawah di Kabupaten Maros memiliki strategi mengurangi risiko perubahan iklim. Strategi-strategi ini meliputi pemilihan varietas unggul, penjadwalan masa tanam, dan penggunaan irigasi yang lebih baik. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim, tingkat kapasitas adaptif yang memadai dan mayoritas mengadopsi strategi adaptasi yang sesuai dengan kondisi lokal. Faktor-faktor seperti pendidikan, akses terhadap informasi, pengalaman, dan sumber daya finansial berperan dalam mempengaruhi persepsi, kapasitas adaptif, dan strategi adaptasi petani sawah.
Augmented Reality-Mediated Inquiry Learning: Investigating Impacts on Student Achievement and Engagement in Geography Syamsunardi; Arfandi Arfandi; Hasnita Riska; Paige Sarlin
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 2 No. 3 (2025): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v2i3.79

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the inquiry learning model supported by augmented reality (AR) media in enhancing geography learning outcomes among tenth-grade students at UPT SMAN 11 Sinjai. The research employs a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two cycles, involving 28 students. Data were collected through tests and observations and analyzed using a descriptive approach. The results indicate a significant improvement in student learning outcomes, with the average score increasing from 59 in Cycle I to 76 in Cycle II. This improvement suggests that the combination of inquiry learning and AR media effectively enhances students' understanding of complex geographical concepts, particularly volcanism and its impact on life. The study underscores the potential of AR-supported inquiry learning in fostering greater student engagement and critical thinking skills. Future research could further explore the broader application of this approach across different subjects and educational contexts.
The Relationship Between Environmental Knowledge Levels and Environmental Care Attitudes Among Science Education Students at Makassar State University Salma Samputri; Nasrul Nasrul; Arfandi Arfandi; Mutia Mulkisam; Adinda Triyana Syakirah; Nur Afni; Rasdyanti Rasyid; Rosmini Maru
LaGeografia Vol 24, No 1 (2025): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v24i1.79097

Abstract

The present study aims to examine the relationship between environmental knowledge and environmental care attitudes among students of the Science Education Study Program at Makassar State University. Understanding this relationship is essential not only for strengthening students’ ecological competencies but also for supporting the development of environmental education in higher education. This research employed a quantitative correlational design to determine the degree of association between the variables. Data were collected from students enrolled in the even semester of the 2022/2023 academic year using two instruments: a Likert-scale questionnaire to measure environmental care attitudes and a multiple-choice test to assess environmental knowledge. The sample was determined using the Slovin formula to ensure representativeness, and the data were analyzed in SPSS through descriptive analysis using frequency distributions and inferential analysis using Pearson’s product–moment correlation test. The results show that 80% of the students possess good environmental knowledge, and 82% exhibit good environmental care attitudes. The correlation test indicates a significant relationship between environmental knowledge and environmental care attitudes (p-value < 0.05), suggesting that higher levels of environmental knowledge are associated with stronger pro-environmental attitudes. 
THE RELATIONSHIP OF RAINFALL VARIABILITY TO FLOOD EVENTS USING GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) IN MAKASSAR CITY Mutmainnah Ali; Nasrul Nasrul; Sukri Nyompa; Arfandi Arfandi; Rosmini Maru
SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 01 (2025): Volume 14 Nomor 1 (Maret 2025)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/4c7jht23

Abstract

Indonesian people are most harmed by flood hydrometeorological disasters, which cause material and immaterial losses. Floods often occur in some areas of Makassar City due to high rainfall and the high density of people and buildings, especially in the rainy season. This study aims to find out: the rainfall variability in the city of Makassar for 7 years (2017-2023), a map of flood inundation areas in the city of Makassar for 7 years (2017-2023), and the relationship between rainfall variability to flood events using Google Earth Engine (GEE) in the city of Makassar. This study is quantitative descriptive, using correlation and regression analysis between rainfall variables and flood inundation area. A cloud-based processing approach. CHIRPS data was used for rainfall analysis in Makassar City (2017-2023), and Sentinel 1 to analyze the distribution of flood inundation. The results showed that 1) rainfall variability occurred in January, February, March, November, and March. With the highest coefficient of variance value with a value of 73% in November. 2) floods that often occur in the sub-districts of Manggala, Biringkanaya, Tamalate, Tamalanrea, and Rappocini. 3) There is a significant relationship between rainfall and events in Makassar City. Spatially there were 12 flood events, temporal flood events for 7 years (2017-2023) occurred in December, January, and February. The parameters in this study are limited to rainfall and flood inundation, for that the next study is to add various relevant parametersbased on Google Earth Engine.