Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Kelompok Tani Tanaman Hias Lestari Berbasis Eco Farming di Kabupaten Gowa Mohammad Wijaya M; Muhammad Anwar; Netti Herawati; Muhammad Danail
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.943 KB)

Abstract

Abstrak. Desa Pallatikang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa, sudah berlangsung selama 7 Tahun, Budidaya tanaman hias dan palawija  oleh Mitra kelompok tani Tamalayu  yang terletak di Dusun Borongloe Menurut salah satu  Pemilik usaha Tanaman hias Bapak Rahman, baik masa pandemic covid 19 maupun  sebelum pandemic Covid 19. Tingkat masyarakat untuk memelihara dan membeli tanaman pangan dan hias  saat pandemic covid 19, sangat tinggi, apalagi pengunjung yang dating saat ramai pada hari jumat, sabtu dan minggu. Jumlah yang berkunjung dan membeli sangat tinggi. Lokasi usaha tani untuk tanaman hias dan buah sangat dekat lokasi  Golf Pattalassang , dimana sering dilalui beberapa kendaraan yang mau bermain golf maupun berkunjung lokasi budiaya tanaman hias.  Tujuan khusus yang ingin dicapai Program Kemitraan Masyarakat  ini adalah melakukan penyuluhan dan pembuatan pupuk organik cair dan arang aktif, dan Melakukan upaya pemanfaatan limbah pertanian dengan teknologi pirolisis untuk pembuatan asap cair dan arang yang ada pada petani dan masyarakat disekitar lahan pertanian  (2) Menjalin kemitraan kelompok petani tanaman hias dengan dengan pihak terkait (Petani, Masyarakat dan kepala Desa) agar memanfaatkan limbah pertanian  untuk media tanam sebagai  produk yang ramah lingkungan berbasis sumber daya alam. Mitra yang bergerak dalam bidang budidaya tanaman hiasan, mengalami permasalahan prioritas mitra baik produksi maupun manajemen adalah dalam hal bibit tanaman yang langka dan unit, yang harus didatangkan dari luar Gowa Sulsel misalkan dari Tanaman hias dari Kabupaten sinjai, bahkan perlu mencari bibit yang unit dan langka ke Daerah lainserta perlu ada logo dan label kemasan untuk memudahkan pemasaran ke pembeli  proses fermentasi berupa limbah pertanian  untuk di diamkan selama 3 hari agar diperoleh produk pupuk cair dan pestisida nabati kemudian disemprotkan pada lahan pertanian Jenis luaran yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi tersebut baik dalam segi produksi maupun manajemen usaha yang  jelas, terukur dan kuantitatif PKM ini  diharapkan memiliki pengetahuan (1). Mengembangkan kawasan pengolahan limbah pertanian berbasis sumber daya alam (2). Mengembangkan teknologi Asap cair dan Arang  limbah kayu  sebagai bahan bakar nabati (3). Meningkatkan produk  pupuk organik dan pestisida nabati dari campuran arang kompos, membuat drum pembakaran untuk menampung sekam padi, arang  daun bamboo, menampung air pada saat musim hujan, Artikel akan di publikasikan dalam jurnal Nasional Pengabdian yang Ber ISBN, Makalah  akan di seminar Nasional LP2M (Prosiding), media online, Video kegiatan dan pembentukan Desa Pallatikang  sebagai desa Tanaman Pangan dan hias berbasis Go Pass. Kata Kunci : Limbah pertanian, Pupuk Organik, Arang, Rak Bunga  dan e Pass
Penerapan Teknologi Pirolisis Terpadu dalam Pemanfaatan Limbah Lontar Bagi Kelompok Tani Taipamalisi di Desa Pakkabba Gusma Harfiana Abbas; Mohammad Wijaya M; Setiawati Yani
Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inber.v4i3.1540

Abstract

Palmyra palm waste and agricultural residues such as rice husks are biomass resources with potential for conversion into useful and economically valuable products. However, the utilization of these wastes by the Taipamalisi Farmer Group in Parapa Hamlet, Pakkabba Village, Galesong Utara District, Takalar Regency, remains suboptimal. Prior to the implementation of the program, the partners had limited knowledge and skills in product diversification, processing technology, product packaging, business management, and digital marketing. This community engagement program aimed to improve the partners’ knowledge and skills in processing palmyra palm waste and rice husks through the application of integrated pyrolysis technology, while also strengthening their capacity in product packaging and digital marketing. The program was implemented through socialization and focus group discussions, training, technology application, hands-on product processing, mentoring, evaluation, and digital marketing development. The products developed included charcoal, charcoal briquettes, liquid smoke, organic fertilizer, and other biomass-based products. The application of integrated pyrolysis technology was directed toward converting biomass into products with higher added value while reducing agricultural waste that had previously been underutilized. Mentoring was also provided to improve product packaging through the use of more informative and attractive packaging. This program is expected to strengthen the production capacity and independence of the farmer group in developing sustainable businesses based on the utilization of local biomass resources.