Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR TUMBUHAN INDONESIA DENGAN AKTIVITAS HIPNOTIK SEDATIF BERDASARKAN KHASIAT EMPIRIS DAN DATA UJI KLINIS Elin Yulinah Sukandar; Bhekti Pratiwi; Restu Anisa Putri
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 47 No. 1 (2022)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/api.v47i1.16974

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum dialami oleh orang dewasa dan merupakan suatu faktor risiko penyebab melemahnya kesehatan baik secara fisik maupun mental. Pengobatan herbal yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif dapat digunakan untuk mengobati insomnia. Studi literatur ini dilakukan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan data tumbuhan Indonesia yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif berdasarkan bukti khasiat empiris dan data uji klinis sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan insomnia. Studi dilaksanakan dengan menggunakan sumber informasi berupa buku (Cabe Puyang dan Materia Medika Indonesia) dan artikel ilmiah yang termuat pada mesin pencari Pubmed dan Google Scholar, diperoleh 34 pustaka yang menyebut empiris dan 6 pustaka uji klinis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 34 pustaka empiris tersebut, tumbuhan Indonesia yang secara turun-temurun digunakan untuk menangani sulit tidur, memiliki efek sedatif, dan memudahkan tidur nyenyak berjumlah 41 tumbuhan yang terdiri dari 28 famili. Famili tumbuhan dengan aktivitas hipnotik sedatif terbanyak yaitu Lamiaceae (16,67% dan Solanaceae (12,5%). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (41,46%) dan kombinasi 2 bagian tumbuhan (12,19%). Sementara, berdasarkan kajian seluruh pustaka penelitian uji klinis, 4 tumbuhan Indonesia yang memiliki aktivitas hipnotik sedatif yaitu Viola odorata L., Mimosa pudica L., Passiflora incarnata, dan Valeriana officinalis. Konstituen utama yang terdapat pada tumbuhan tersebut adalah flavonoid dan alkaloid yang memiliki mekanisme sebagai agonis reseptor GABA sehingga dapat menghasilkan efek hipnotik sedatif.
Isolation and Determination of Antioxidant Activity from Methanol Extract of Uncaria cordata (Lour.) Merr. Leaves Rahmawati, Noveri; Endamora; Rizky Rindiana; Husnunnisa; Irfan, Nawwar; Amini, Rahmi; Putri, Nurdina; Putri Tri Hartini; Khazanah Nurain Nurdin; Restu Anisa Putri; Sari Rahmadhani
The Journal Of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uncaria cordata (Lour. Merr. is one plants genus Uncaria growing in Indonesia, there has been no publication content of secondary metabolites are active as antioxidants. Antioxidant activity by DPPH test (1,1-diphenyl-2 pikrilhidrazil) generate IC50 n-hexane extract did not have IC50 values ​​and can only inhibit 34.234% at a concentration of 1000 µg/mL, ethyl acetate extract of 704.478 µg/mL, methanol extract of 6.778 µg/mL. Methanol extract with the highest IC50 isolation by column chromatography and obtained compound isolates F2. In the test with the Lieberman Burchard color reagent terpenoids positive (red) compounds derived from class terpenoids possibility. The results UV spectrum gives maximum absorption at a wavelength of 293.50 nm and 310.5 nm. Infrared spectrum showed absorption 3410 cm-1 (OH), 2933 cm-1 (CH), 1690 cm-1 (C = O), 1457 cm-1 (CH), and 1036 cm-1 (CC). The antioxidant activity (IC50) F2 compounds have not active category.