Revolusi Industri 4.0 mempengaruhi kebijakan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar. Pendidik merancang pembelajaran interaktif agar dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Pemerintah menerapkan Kurikulum Merdeka 2022 untuk menguatkan karakter dan kompetensi peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut pendidik memiliki kompetensi teknologi dan kurikulum. Kompetensi teknologi berfokus pada kemampuan TIK untuk menciptakan pembelajaran interaktif. Kompetensi kurikulum berfokus pada pengembangan capaian pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran, dikenal sebagai Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Wawancara bersama mitra SD Muhammadiyah Kaliwates Jember menemukan permasalahan prioritas. Diantaranya adalah sebagian besar Guru kesulitan dalam menyusun dokumen ATP sesuai Kurikulum Merdeka, Tenaga Kependidikan (Tendik) tidak optimal memberikan dukungan teknologi, dan tidak tersedianya web sekolah sebagai media informasi dan promosi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan web sekolah dan dokumen ATP untuk mendukung pembelajaran interaktif dan operasional sekolah. Tim Pelaksana telah melaksanakan sosialisasi program, pengembangan web sekolah, penyusunan dokumen ATP terdiri dari IPAS (IPA dan IPS), Matematika dan Bahasa Inggris, pendampingan pengelolaan web sekolah dan implementasi dokumen ATP dalam pembelajaran, pemberian LCD Proyektor. Hasil kegiatan ini berupa web sekolah dan dokumen ATP yang mengintegrasikan profile sekolah, penerimaan peserta didik baru, ensiklopedia, dan pembelajaran berbasis dokumen ATP. Tim pelaksana sebagai pendamping, sedangkan Guru dan Tendik sebagai peserta. Metode pelatihan, pendampingan dan penugasan digunakan sebagai pendekatan yang efektif. Kegiatan ini berhasil memenuhi tujuan dan luaran yang diharapkan, dan peningkatan kualitas pembelajaran dan promosi sekolah