Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemetaan Bibliometrik Literasi Keuangan dan Perilaku Pengambilan Risiko: Tinjauan Sistematis Literatur Fitria Haquei; Elis Badariah; Imat Hikmat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai literasi keuangan dan perilaku pengambilan risiko melalui pendekatan bibliometrik yang dipadukan dengan Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Proses penyaringan dilakukan secara bertahap berdasarkan tahun publikasi, jenis dokumen, akses terbuka (open access), bidang ilmu ekonomi, ekonometrika dan keuangan, serta penggunaan bahasa Inggris, sehingga diperoleh 449 artikel sebagai sampel akhir penelitian. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix pada RStudio untuk memetakan tren publikasi, produktivitas negara, hubungan antarkata kunci, perkembangan tema penelitian, serta jaringan kolaborasi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan tema multidisipliner yang memiliki keterkaitan erat dengan perilaku keuangan, pengambilan keputusan investasi, inklusi keuangan, layanan keuangan digital, dan kesejahteraan finansial. Analisis bibliometrik mengidentifikasi lima klaster utama penelitian yang mencerminkan keterhubungan antara aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan psikologi dalam pembentukan perilaku pengambilan risiko. Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontribusi publikasi tertinggi, diikuti Amerika Serikat dan Malaysia, yang menunjukkan meningkatnya perhatian negara berkembang terhadap isu literasi keuangan. Selain itu, tren penelitian terbaru mengarah pada topik behavioral finance, digital financial services, investment decision, dan retirement planning. Meskipun perkembangan publikasi menunjukkan dinamika yang positif, masih terdapat kesenjangan penelitian pada aspek segmentasi populasi, distribusi geografis, serta penggunaan pendekatan longitudinal. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi peneliti dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan agenda riset yang lebih komprehensif terkait literasi keuangan dan perilaku pengambilan risiko.
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Lebakwangi melalui Penguatan Literasi Digital, Peningkatan Kapasitas, dan Pendampingan Berbasis Kuliah Kerja Mahasiswa Fitria Haquei; Alfian Prayana Ardie Putra; Ghelan Okta Palahi; Yayatul Mu'awanah; Titin Titin
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v3i2.525

Abstract

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal dengan pendekatan partisipatif. Kelurahan Lebakwangi memiliki beragam potensi pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial, dan pemerintahan yang dapat dikembangkan melalui program berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal dan kebutuhan masyarakat serta mengimplementasikan kegiatan pemberdayaan berdasarkan hasil identifikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan observasi, identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan difokuskan pada dukungan pendidikan dan literasi, pendampingan Posyandu, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, penguatan kegiatan sosial-keagamaan, edukasi lingkungan, serta dukungan terhadap pelayanan administrasi pemerintahan. Pelaksanaan program menghasilkan beberapa luaran konkret, meliputi terlaksananya kegiatan pendidikan dan kesehatan, pendampingan UMKM, kegiatan edukasi lingkungan, dukungan terhadap kegiatan sosial-keagamaan, serta pendampingan pelayanan administrasi. Selain itu, identifikasi potensi UMKM dan kendala yang dihadapi pelaku usaha menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan pendampingan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Pelaksanaan program juga memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pelaku UMKM, kader Posyandu, dan pemerintah kelurahan. Luaran tersebut menunjukkan bahwa program KKM berkontribusi dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dan mendukung pemanfaatan potensi lokal melalui kegiatan pemberdayaan berbasis partisipasi. Keberlanjutan program diarahkan pada penguatan kerja sama antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan perguruan tinggi melalui pendampingan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal yang telah diidentifikasi.