Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSRUCTION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM SISWA KELAS IX.1 SMP NEGERI 1 BANJARANGKAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018 I Wayan Ardana
Daiwi Widya Vol 8, No 1 (2021): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.152 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari s/d Juni 2018, di SMP Negeri 1 Banjarangkan, dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas IX.1 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 27 orang (13 orang laki-laki dan 14 orang perempuan). Objek penelitian adalah hasil belajar teknik dasar Lempar Cakram dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar Lempar Cakram siswa kelas IX.1 SMP Negeri 1 Banjarangkan semester II tahun pelajaran 2017/2018 dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus dalam rancangan penelitian ini terdiri dari empat tahapan, yaitu : (1) planing/perencanaan, (2) acting/tindakan, (3) observing and evaluating/ observasi dan penilaian, dan (4) reflecting/refleksi yang berulang secara siklus. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan tes hasil belajar yang diolah dengan metode analisis deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus-1 sebagai berikut; ketuntasan klasikal 62,96%. Meningkat pada siklus-2 menjadi 88,89%. ada peningkatan hasil belajar teknik-teknik dasar Lempar Cakram siswa kelas IX.1 SMP Negeri 1 Banjarangkan semester II tahun pelajaran 2017/2018 setelah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI). Demikian juga jika mengacu kepada indikator keberhasilan penelitian dengan ketuntasan klasikal 85%, pembelajaran pada siklus-1 belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian tetapi secara bertahap pembelajaran pada siklus-2 sudah mampu memenuhi indikator keberhasilan penelitian karena mencapai 88,89%.
Efektifnya Video Belajar Berbasis Game di Pusat Budaya Bali Tentang Karakter Toleransi Anak-Anak di Daerah Aliran Sungai Antara, Putu Aditya; Dewi, Ni Putu Sinta; I Wayan Ardana
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v11i3.72555

Abstract

Tolerance is a way of life that includes words, acts, and conduct that demonstrate a regard for other people. Tolerance requires a broad knowledge base, an open mindset, freedom of opinion, and faith. This study is quasi-experimental in nature, using a pretest-posttest control group design. Indicators of attitude integrated tolerance with video media, core video content culture Bali, and enrichment attitude tolerance related culture loaded Bali in the video are used to assess efficacy in the use of learning videos. Wilcoxon's non-parametric statistical paradigm was used to examine the data. A significance test is used to interpret the data. There was a considerable effect and development in the abilities and skills of teachers teaching in the Banyumala watershed before and after they participated in training to create instructional films based on Balinese cultural centers. This is backed up with strategies that are straightforward and easy for instructors to grasp. The average score of teachers teaching in kindergartens surrounding the DAS Banyumala river basin is greater than the average score of teachers teaching in Sukasada sub-district and elsewhere. As a result, we anticipate that teachers' skills in creating learning films will increase and that they will be able to apply Balinese cultural centers in early childhood education through various forms of training activities.
Pemanfaatan Aplikasi Simola dengan Seting Belajar Proyek untuk Meningkatkan Pengetahuan Asesmen Guru SMP Desak Putu Parmiti; Ni Wayan Suniasih; Anak Agung Gede Bagus Ariana; Prabawa, Dewa Gede Agus Putra; I Wayan Ardana
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i1.85142

Abstract

Tuntutan kurikulum merdeka mewajibkan guru-guru untuk menguasai teknik asesmen yang diterapkan pada kurikulum tersebut. Asesmen diagnostik dan asesmen proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) merupakan jenis asesmen dalam kurikulum merdeka. Guru-guru belum mengetahuai secara detail mengenai konsep, penyusunan instrumen, pembuatan rubrik penilai, hingga mengukur validitas instrumen tersebut. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatan pengetahuan guru-guru tentang asesmen kuriulum merdeka khusus asesmen diagnostik dan P5. Jumlah guru yang terlibat dalam pelatihan adalah 40 orang guru. Metode pelatihan dibagi tiga yaitu mulai persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur terjadinya peningkatan pengetahuan guru-guru adalah tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui terjadinya peningkatan pengetahuan adalah uji Wilcoxon. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa uji Wilcoxon didapatkan ada perbedaan yang signifikan pengetahuan guru-guru antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Rerata skor pengetahuan guru-guru sebelum pelatihan adalah 83.84, dan meningkat menjadi 90,25 setelah pelatihan. Ini artinya bahwa pemanfaatan aplikasi Simola dengan seting belajar berbasis proyek efektif meningkatan pengetahun guru-guru.
Exploration of the Application of Balinese Local Wisdom in Handling Children with Autism Ni Putu Sinta Dewi; Kadek Edi Yudiana; I Wayan Ardana
Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpmu.v7i2.85612

Abstract

Children with autism often experience difficulties in managing emotions, communication, and behavior, which can significantly impact their quality of life and social environment. The lack of culturally-based approaches in handling autism has become a barrier to creating interventions that align with local values and the children's cultural identity. This study aims to explore the application of local wisdom in the management of children with autism through structured and repetitive cultural activities. This research employed a qualitative method with a case study design. The research subjects consisted of 7 children with autism selected using purposive sampling techniques. Data were collected through participatory observation, structured interviews, and documentation, and then analyzed using thematic analysis techniques. The findings reveal that traditional cultural activities, such as making porosan, canang sari, and participating in religious rituals, have a positive impact on the development of fine motor skills, emotional regulation, and focus among children. Activities involving hand-eye coordination and repetitive processes foster mindfulness aspects that contribute to the children's calmness and self-regulation. Conceptually, this study implies the importance of integrating local wisdom values into culturally-based autism intervention programs to improve children's emotional well-being and motor skill development.