Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Persoalan Privasi dan Degradasi Martabat Manusia dalam Pengawasan Berbasis Kecerdasan Buatan (AI): Privacy Issues and Degradation of Human Dignity in Artificial Intelligence (AI) Based Surveillance Pabubung, Michael Reskiantio
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v7i2.68070

Abstract

The digital era is like two sides of a coin that have two different impacts: positive and negative. One of the negative impacts is the violation of privacy, especially in the application of artificial intelligence technology. Artificial intelligence technology requires data as its fuel. The need for data is pivotal because artificial intelligence algorithms operate based on [collected] data. As a result, the demand for data has had an impact on humans, where individual information is collected for unrevealed purposes. Often, interested parties argued for security and order reasons. Some gave no reasons because people usually do not object to the data they submit. Why is the issue of privacy essential and urgent to study in the context of AI surveillance? Through qualitative methods with literature analysis techniques in Kantian philosophical perspectives, the author concludes that privacy is quintessential for human dignity. Hence, violating privacy through AI surveillance is a case of humanity because it degrades human dignity.
Pemanfaatan Olahan Singkong dalam Meningkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Desa Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul Pabubung, Michael Reskiantio; Lidya Putri Keren Hapukh; Lolita Chandra Budikusuma; Albertus Anggito Pramudito; Sherina Lourencia Putri; Salsabila; Kristyadi Retra Dinata; Devina Karsten Setiadi; Verena Septiriani; Richardus Alga Admaja; Elia Sepen Daridu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i1.5960

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta kali ini memasuki periode ke-81 dan berlangsung secara “dalam jaringan” tanpa adanya penerjunan secara langsung oleh para peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata kali ini, dikarenakan kondisi pandemi yang kini belum pulih. Pada pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini, kelompok penulis mendapatkan Desa Girimulyo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Desa Girimulyo terletak di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Girimulyo merupakan suatu desa yang memiliki potensi hasil alam yang melimpah. Saat ini, pemanfaatan hasil alam ini masih kurang optimal. Hal ini yang menjadi acuan untuk kelompok penulis dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini. Pengolahan secara optimal akan berpotensi untuk menaikkan nilai ekonomi dan perlahan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Girimulyo. Informasi seputar Desa Girimulyo ini diperoleh melalui data literatur online dan observasi langsung. Observasi langsung dilakukan untuk melengkapi data yang belum tersedia di internet. Program kerja kelompok penulis adalah mengedukasi serta memberikan wawasan baru dalam mengelola hasil alam yang berupa singkong yang dapat manfaatkan menjadi brownies agar dapat menaikkan nilai jual singkong dengan beberapa langkah perancangan dari bahan mentah hingga menjadi produk yang dapat dikonsumsi banyak orang. Informasi baru ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat Desa Girimulyo untuk memanfaatkan hasil alam yang melimpah dengan optimal demi peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Girimulyo.
TAIZÉ DAN RELEVANSI BAGI TEOLOGI INKULTURASI Pabubung, Michael; Dwiangga, Gregorius
Jurnal Euntes Vol 3 No 1 (2024): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v3i1.85

Abstract

Taize adalah salah satu kekayaan bersama para pengikut Kristus yang kini dikenal sebagai sarana untuk menjalin semangat ekumenisme. Sejak didirikan oleh Bruder Roger di Perancis pada tahun 1940an, Komunitas Taize giat dalam membangun semangat rekonsiliasi dan memperdalam kekayaan iman dengan semangat keterbukaan dan ekumenisme. Lambat laun, Komunitas Taize semakin kaya dalam bentuk peribadatannya khususnya dalam kekhasan lagu dan liriknya yang berasal dari ungkapan hati kaum muda dengan dasar Kitab Suci dan ajaran Bapa-bapa Gereja yang kemudian juga menyentuh hati kaum muda. Melalui analisis deskriptif terhadap sejarah, konteks dan pola hidup Komunitas Taize, tulisan ini ini hendak menawarkan sebuah kemungkinan baru adanya korelasi dengan inkulturasi sebagai cara bagaimana umat beriman khususnya kaum muda semakin memaknai kehidupan dalam terang Injil melalui Taize. Penulis menawarkan pentingnya peranan Orang Muda Katolik sebagai pelopor Taize khususnya di daerah mayoritas Kristiani untuk memperkuat kesatuan di antara para pengikut Kristus sekaligus memperdalam iman dan memaknai hidup.
IMPLIKASI ETIS MENGIKUTI KRISTUS MENURUT YOHANES DAN PAULUS Pabubung, Michael Reskiantio
Jurnal Euntes Vol 2 No 1 (2023): Euntes: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik dan Pendidikan Agama Katolik
Publisher : Sekolah Tinggi Kateketik dan Pastoral Rantepao (STIKPAR) Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58586/je.v2i1.49

Abstract

Following Christ is a conscious choice made by Christian believers but it also has consequences in everyday life. Living in the world requires a set of guidelines like a corridor for acting properly with the aim of helping others and gaining personal meaning in life. This guideline is an ethics of life inspired by the prime source of faith and morals, namely the Holy Bible. Through qualitative research using narrative analysis techniques and limitations on the New Testament, this research analyzes writings related to John and Paul to gain ethical insights. John offers an ethic of radical love, while Paul offers an ethic of wisdom guided by the Holy Spirit. These two ethics become powerful when synergized with each other, especially in pastoral and catechesis.
ANALISIS HUKUM DAN MORAL TENTANG ABORSI DI TENGAH KONTROVERSI Pabubung, Michael Reskiantio
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 6, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.926 KB) | DOI: 10.47025/fer.v6i2.53

Abstract

Law and moral are two different field of studies. Sometimes, they appear as rival when solving a problem. As a case study for sample, the researcher took abortion. Abortion is a hot topic so far, debated on almost every day, and become one of the goverments’s concern to make a policy for the countries. No doubt, abortion is a difficult moral problem. But abortion also belongs to law since it is playing in the field of human rights to protect and defend. Long debate between moral and law is as if essential in abortion. By using qualitative research through literature analysis, this essay give a balance between law and moral analysis. It comes to a conclusion that even always competing each other almost in every case, they are two of complementing elements. Law and morality are like a pair of wings flapping together reaching the authentic truth.
Perspektif Etis Ensiklik Laudato Si’ Tentang Budaya Sekali Pakai Pabubung, Michael Reskiantio; Sitepu, Roberto Reno
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v6i1.1001

Abstract

Throw-away culture is a living habit of modern society that views goods as having a relatively short period of use without any desire or effort to recycle or extend the period of use. In this culture, things are easily seen as useless, needing to be replaced by something else, the newest and most updated. This phenomenon received special attention from Pope Francis in his encyclicals, especially Laudato Si, which contains the Church’s Social Teaching, namely “preferential options for the poor”. This ‘disposable’ culture is one of the roots of the environmental crisis, which also has an impact on the social crisis. Why might the “disposable culture” have an impact on the social crisis? Through qualitative research using literature analysis techniques, researchers will answer this main question from the ethical perspective of Laudato Si through three main studies, namely Laudato Si, ‘disposable culture’, and the social crisis in modern society.