Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perancangan Mesin Pelurus Baja Tulangan Diameter 12 mm Refa Fachreza Agniya; Heri Widiantoro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.832 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4315

Abstract

Baja tulangan merupakan baja yang digunakan untuk konstruksi bangunan. Pada konstruksi bangunan seringkali terdapat sisa material baja tulangan yang bisa disebabkan oleh sisa pemotongan material, perubahan desain saat konstruksi, kesalahan pemotongan atau pembengkokkan material, dan peralatan tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut mengakibatkan baja tulangan kurang sesuai namun sudah mengalami perubahan bentuk sehingga baja tidakterpakai. Selain itu, pada konstruksi bangunan terdapat jenis pondasi bore pile yang berfungsi meneruskan beban bangunan ke dalam lapisan tanah. Pembuatan gulungan tersebut umumnya masih dengan cara manual. Untuk memanfaatkan kembali baja tulangan yang tidak terpakai, maka baja harus diluruskan terlebih dahulu sebelum dibentuk ulang. Oleh karena itu dibuat rancangan mesin pelurus baja tulangan serta dilengkapi dengan pembuat gulunganpondasi bore pile. Dalam proses perancangan dilakukan dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap perancangan konsep, tahap perancangan detail, dan tahap dokumentasi. Hasil dari perancangan tersebut adalah rancangan mesin pelurus baja tulangan dengan maksimal diameter 12 mm serta dapat membuat gulungan pondasi bore pile, dimensi mesin sebesar 1250 mm x 700 mm x 1180 mm dengan berat ±230 kg, menggunakan motor listrik dengan daya 3 kW, transmisi rantai rol dan sproket serta gearbox dengan putaran akhir 80 rpm. Estimasi biaya produksi sebesar Rp. 16.750.631.
Analisis Tegangan pada Credles Towing Tug Remote Control dengan Beban Nose Landing Gear Wheel Cessna 172 Dedy Abdul Majid; Singgih Satrio Wibowo; Heri Widiantoro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.967 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4340

Abstract

Artikel ini menjelaskan mengenai analisis tekanan pada credle towing tug remote control dengan beban nose landing gear wheel pesawat cessna 172. Projek ini bertujuan untuk merancang bentuk credle yang mampu mencengkram roda pesawat cessna dengan diameter 320mm dengan lebar 120mm. Selain itu, projek ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis simulasi pembebanan statik dengan beban nose landing gear wheel cessna 172 sebesar 320.30kg dengan faktor keamanan yang diinginkan >1.5. Proses simulasi terdiri dari beberapa tahapan yakni: Pre-processing, Processing dan Post processing. Nilai maksimal tegangan von misses stress yang didapatkan sebesar 87.870 MPa pada credle bagian depan dengan faktor keamanan dominan sebesar 3.217 dapat disimpulkan bahwa material yang digunakan mampu menahan beban nose landing gear wheel Cessna 172.
Pembuatan Mesin Pengupas Biji Kopi Untuk Meningkatkan Produksi Petani Kopi Desa Cikahuripan Sumedang - Musyafak; - Prasetyo; Undiana Bambang; Waluyo Musiono Bintoro; Heri Widiantoro; Ilham Azmy
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1278

Abstract

Salah satu penopang perekonomian di Desa Cikahuripan Kabupaten Sumedang adalah kelompok petani biji kopi yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hurip Raharja. Kelompok ini memiliki total lahan produksi sebesar 15 Hektar dengan rata-rata total pertahun menghasilkan 50 ton biji kopi segar (ceri). Kondisi saat ini, hasil panen biji kopi ceri dijual dengan harga sangat rendah yang disebabkan oleh belum adanya mesin pengupas biji kopi (pulper) yang dimiliki para petani kopi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka sebagai salah satu solusi yang diterapkan adalah dengan melakukan proses pembuatan mesin pengupas biji kopi ceri berkapasitas 150 kg/jam dan dilanjutkan dengan pendampingan implementasi mesin tersebut pada dalam LMDH Hurip Raharja. Mesin pengupas biji kopi bekerja dengan cara sistem pengerolan melalui dua buah rol yang berputar dengan perbedaan permukaan kasar dan halus agar dapat melakukan pemisahan biji kopi dari kulitnya. Transmisi mesin menggunakan jenis V-Belt dengan motor penggerak listrik. Hasilnya berupa mesin pengupas biji kopi dengan efisiensi sebesar 70 % dari total 10 kilogram biji kopi. Untuk mempermudah pengoperasian dan perawatan mesin, maka telah dilaksanakan implementasi kepada LMDH Hurip Raharja berupa pelatihan bimbingan teknis menggunakan mesin pengupas biji kopi. Dengan demikian, mesin pengupas biji kopi (pulper) ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani kopi di Desa Cikahuripan Kabupaten Sumedang.
Kajian Eksperimental Kondisi Pahat Aus 0,6 mm dengan Menggunakan Sensor Audio pada Proses Bubut untuk Material Benda Kerja S45C Prasetyo Prasetyo; Heri Widiantoro
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19543

Abstract

Kerugian akibat keausan pahat dapat berdampak pada kualitas produk dan membengkaknya biaya produksi. Karakteristik kondisi pahat dapat mendeteksi kondisi nyata pahat terhadap keausannya, karena pahat merupakan faktor penting dalam proses pemotongan logam. Kondisi pahat yang menjadi fokus kajian adalah bagian flank. Hal ini dipilih sebagai dasar untuk kriteria kegagalan pahat serta kemudahan dalam pengukuran tingkat keausannya. Penelitian ini menggunakan mikrofon sebagai sensor audio untuk mendeteksi tingkat keausan pahat. Penggunaan sensor audio guna mendapatkan frekuensi keausan pahat pada proses pembubutan untuk material benda kerja S45C. Pengukuran tingkat keausan pahat yaitu flank wear dengan VBmax 0,6 mm. Pengambilan data awal menggunakan pahat dengan flank wear 0 mm (pahat baru) serta pahat aus sebesar 0,6 mm. Data penelitian terbagi menjadi 3 level (level 1, level 2, level3) dengan masing-masing level terdiri dari kecepatan pemotongan (m/min) 180, 220, dan 260, Deep of cut (mm) sebesar 0.125, 0.375, 0.6, serta feeding saat proses pemotongan (mm/min) sebesar 0.08, 0.12, 0.16 dengan putaran mesin tetap. Sinyal proses dilakukan sebagai tahap akhir pengolahan data. Data hasil proses sinyal dijadikan referensi sebagai informasi awal dalam prediksi kerusakan. Data hasil penelitian menunjukan kondisi optimal proses pemotongan adalah sesaat sebelum frekuensi 9,801 mV pada level 3 parameter pemotongan. Pada kondisi tersebut keausan pahat mencapai 0,6 mm dan segera harus diganti. Sementara kondisi pahat yang baik (aus 0 mm) didapatkan data frekuensi sebesar 1,537 mV. Peningkatan frekuensi lebih dari 6 kali ini diakibatkan oleh kenaikan parameter pemotongan, luasan kontak antara pahat insert dan benda kerja (keausan) serta akibat dari metode pencekaman pahat insert.
Perancangan Mesin Pengupas Kulit Ari Kopi dengan Model Preskiptif Pahl & Beitz Prasetyo, Prasetyo; Kurnia, Muhammad Adly; Widiantoro, Heri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i3.3641

Abstract

The process of stripping the epidermis of coffee beans is an important process before the coffee bean roasting process is carried out. One of the post-harvest machines for coffee beans is a huller. As the coffee bean huller developed, there were many variations in the process. In this study, a coffee huller was designed using the Pahl & Beitz prescriptive model. The design stage of the Pahl & Beitz model includes initial planning, conceptual design, embodiment design, and detail design. The results of the design include 3D models using the SolidWorks application. The calculation results produce machine specifications in the form of motor design power of 0,5 kW; transmission using V-belt number A53 (L = 1346 mm), the number of belts are 2, pulley diameter 95mm, pulley width 35mm, adjustment distance (504 —564) mm; shaft diameter 25mm; as well as the width and height of the stake 7mm. Keywords: Coffee, Design, Machine Design, Post-Harvest 
PELATIHAN SOLIDWORKS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MECHANICAL DESIGN ASSOCIATE PADA SISWA SMKN 2 BANDUNG Budi Triyono; Destri Muliastri; Devi Eka Septiyani A; Heri Widiantoro; Rudy Yuni W
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 3 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i3.6145

Abstract

One of the competencies needed by technicians and engineers in the field of mechanical engineering is to be able to master software engineering in the design and design of a product. CAD (Computer Aided Design) is a computer application in design activities. Students of SMKN 2 Bandung, one of the vocational schools that has a Department of Drawing Engineering. Students of SMKN 2 Bandung already know material related to CAD but still do not know about Solidworks software, this is because there is no licensed software available at SMKN 2 Bandung. The Department of Mechanical Engineering, Politeknik Negeri Bandung, has licensed Solidworks software and provides SolidWorks certification. So based on this issue, Solidworks knowledge improvement was carried out At SMKN 2 Bandung. The purpose of this activity is to improve the competence of Human Resources and increase competitiveness, especially in the millennial generation. The training process begins with a pre-test that aims to measure the initial level of knowledge of SMKN 2 Bandung students related to Solidworks Software, then the introduction and material related to Solidworks, and at the end of the training an evaluation is carried out with a CSWA Trial Exam, and a post-test. The results of the training that has been carried out on 15 participants, show an improvement in the mastery of CAD Solidworks software.
Pengaruh Inovasi Alat Bantu pada Efisiensi dan Kualitas Pengelasan Sambungan Pipa Longitudinal dengan GMAW Fadhillah, Daffa Fadhillah; Riswanda; Widiantoro, Heri
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6196

Abstract

Proses pengelasan terutama pada sambungan pipa longitudinal, merupakan masalah kompleks. Industri besar seperti produsen pipa atau MRO (maintenance, repair, and overhaul), serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang pengelasan sering menghadapi kendala dalam pengelasan manual, seperti undercut, arc strikes dan hasil las, yang memerlukan welder ahli. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi cacat pengelasan pada silinder logam. Metode yang digunakan adalah Pahl and Beitz, dimulai dengan perencanaan, perancangan konsep, perancangan detail, dokumentasi, realisasi alat dan pengujian menggunakan mesin las Fronius Vario Star 317. Hasilnya adalah rancangan dan realisasi alat bantu pengelasan GMAW untuk sambungan pipa longitudinal. Pengujian dilakukan pada pipa ∅4 inci dengan tebal 4 mm, menggunakan arus 124 ampere dan kecepatan kawat umpan 2,8 mm/s, serta variasi kecepatan motor DC. Pengujian menunjukkan bahwa pengelasan dengan alat pada variasi kecepatan menghasilkan garis longitudinal yang lebih baik dibandingkan pengelasan manual. Kecepatan motor optimal pada duty cycle 23% menghasilkan pengelasan visual yang baik tanpa cacat, sedangkan pada duty cycle 24% terjadi undercut, dan pada 22% terjadi overlap.
Perancangan Keyway Slotting Machine Untuk Lebar Alur Pasak 4mm - 10mm dan Kedalaman 1,2mm – 2,4mm Menggunakan Metode TRIZ Sitompul, El Nathan; Heri Widiantoro
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v19i02.671

Abstract

Key is a critical component in mechanical applications of transmission systems to transfer power and torque from the shaft to its hub. The precise creation of the internal keyway is crucial to ensure a strong and reliable connection. The lack of suitable equipment for making internal keyways poses a barrier in practical applications. By utilizing a combination of TRIZ approaches and the Pahl & Beitz design methodology, the design process generates innovative concepts to be integrated into the selected design concept. The final design specifications include a maximum clamping capacity of ∅100mm, a minimum inner hub diameter of ∅10mm, groove width ranging from 4mm to 10mm, and groove depth from 1.2mm to 2.4mm in accordance with DIN 6885 standards. Additionally, the implementation of speed control and automatic emergency systems enhances operational safety in abnormal conditions.
Simulasi CFD Turbin Francis Skala Laboratorium Sebagai Alat Bantu Praktikum Menggunakan Software Solidwork Mudzakir, Rizal; Haryadi, Haryadi; Widiantoro, Heri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5108

Abstract

Turbin Francis adalah jenis turbin yang paling banyak   digunakan di pembangkit listrik tenaga air, karena efisiensinya relatif tinggi dalam rentang operasi yang cukup luas. Namun, alat bantu praktek untuk pengajaran turbin Francis yang dibutuhkan untuk pembelajaran jarang tersedia. Alat bantu praktek dan pengajaran masih diimpor dari luar negeri dengan harga yang relatif mahal. Studi literatur menunjukkan bahwa alat bantu praktek untuk turbin cross flow dan turbin propeller berhasil dibuat, namun alat bantu praktek turbin Francis belum banyak ditemukan di dalam negeri hingga saat ini. Pada penelitian ini akan dibahas simulasi aliran hasil dari perancangan turbin Francis skala laboratorium sebagai alat bantu praktek dengan head sebesar 3 m dan debit sebesar 3 liter/s. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi tahap kajian terhadap simulasi terhadapan rancangan yang sudah ada menggunakan CFD untuk mengetahui kekurangan kinerja alirannya dan sekaligus menjadi bahan evaluasi. Berdasarkan hasil simulasi aliran fluida pada alat didapatkan bahwa kapasitas daya turbin untuk model rancangan yang telah dibuat adalah sebesar 112 Watt, sedangkan efisiensi hidroliknya adalah 56%. Kecepatan air pada turbin berkisar antara 1 hingga 4 m/s, dan tekanan air berkisar dari 0,9 hingga 1 bar. Tidak ada daerah tekanan rendah yang berpotensi untuk terjadi kavitasi. Untuk meningkatkan efisiensi dapat dilakukan optimasi pada bagian spiral case dengan mengurangi luas penampang di bagian ujung spiral case agar penurunan distribusi kecepatan yang dihasilkan menjadi lebih halus.
Penerapan Teknologi Mesin Penggiling (Grinder) Biji Kopi pada LMDH Hurip Raharja di Desa Cikahuripan Kabupaten Sumedang Prasetyo, Prasetyo; Widiantoro, Heri; Azmy, Ilham; Bintoro, Waluyo Musiono; Hata, Achmad
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.591

Abstract

Komunitas petani kopi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hurip Raharja berada pada wilayah Desa Cikahuripan Kabupaten Sumedang yang memiliki lahan perkebunan kopi seluas 15 hektar dengan kapasitas hasil perkebunan kopi 30 ton per tahun. Saat ini, proses pengolahan biji kopi hasil panen hanya melibatkan beberapa teknologi mesin sehingga hasil panen biji kopinya masih berbentuk biji kopi kering dan bernilai jual rendah. Selain itu, proses penggilingan biji kopi kering masih menggantungkan pada pihak lain sehingga mitra LMDH Hurip Raharja belum dapat mendapatkan keuntungan yang optimal dari penjualan hasil panen kopi. Padahal produk olahan kopi yang bernilai tinggi yang banyak beredar di pasar yaitu berupa kopi bubuk. Pengolahan biji kopi kering menjadi kopi bubuk memerlukan proses penghancuran dengan melibatkan aktivitas mekanik dengan bantuan alat/mesin. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan penerapan teknologi mesin penggiling (grinder) biji kopi yang dapat meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi kopi. Kegiatan ini meliputi identifikasi permasalahan mitra, pembuatan dan penerapan mesin penggiling (grinder) biji kopi bersama mitra LMDH Hurip Raharja, serta evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan PkM. Kegiatan PkM ini menghasilkan mesin penggiling (grinder) yang mampu untuk mengolah biji kopi kering menjadi kopi bubuk dengan kapasitas 50 kg/jam yang beraroma rasa yang harum serta memberikan peningkatan pada harga jualnya. Mesin penggiling (grinder) ini sangat dirasakan membantu mitra LMDH Hurip Raharja dalam pengolahan biji kopi sehingga kualitas dan nilai ekonomi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Mesin penggiling (grinder) hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki kapasitas 50 kg/jam sehingga dapat menjadi solusi untuk paningkatan aspek produksi, ekonomi dan sosial bagi mitra LMDH Hurip Raharja.