Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penentuan Kapasitas Panas Kalorimeter Bejana Dewar Menggunakan Percobaan Konversi Energi Listrik Menjadi Kalor Sesuai Hukum Joule Sardjito Sardjito; Nani Yuningsih
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.412 KB)

Abstract

Penentuan Kapasitas Panas Kalorimeter Bejana Dewar Menggunakan Percobaan Konversi Energi Listrik Menjadi Kalor Sesuai Hukum Joule
Aplikasi Koreksi Newton pada Kondisi Suhu Lingkungan Lebih Besar daripada Suhu Kalorimeter (Kasus Penentuan Kalor Lebur Es) Nani Yuningsih; Sardjito Sardjito
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.214 KB)

Abstract

Aplikasi Koreksi Newton pada Kondisi Suhu Lingkungan Lebih Besar daripada Suhu Kalorimeter (Kasus Penentuan Kalor Lebur Es)
PENERAPAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK POS PAUD KENANGA 12 KECAMATAN PASIR KALIKI CIMAHI UTARA Siti Syamsiyah Purwaningsih; Kunlestiowati. H; Nani Yuningsih; Sardjito Sardjito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i4.187

Abstract

Manajemen pembelajaran merupakan suatu pengaturan proses belajar mengajar untuk terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Proses belajar dapat berjalan sempurna dengan melalui pengelolaan kelas yang baik karena pengelolaan kelas yang baik sangat menentukan kualitas kegiatan belajar mengajar. Ketika kualitas belajar dan mengajar baik, maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai juga akan berjalan dengan baik. Itulah mengapa seorang guru harus memiliki kemampuan manajemen kelas yang baik. Pos Paud Kenanga 12 merupakan salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang terlatak di Kelurahan Pasir kaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat, Jumlah guru, dengan sarana dan Prasana yang sangat terbatas. Oleh karenanya diperlukan pendampingan dalam pengelolaan proses belajar mengajar harapannya hasil belajar siswa sesuai dengan harapan yang tercantum dalam kurukulum PAUD. Pos Paud ini memiliki dua kelompok Belajar. Hasil pendampingan dan analisis tim pengabdian penerapan manajemen pembelajaran anak usia dini dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di Pos Paud Kenanga 12 , hasil belajar peserta didik yang mencapai enam kelompok A sebanyak 75 % dan kelompok B yaitu 87,5 % .
Evaluasi Polusi Udara PM2.5 dan PM10 di Kota Bandung serta Kaitannya dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut Ismail Wellid; Luga Martin Simbolon; Muhamad Anda Falahuddin; Nita Nurfitriani; Kasni Sumeru; Mohamad Firdaus bin Sukri; Nani Yuningsih
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 23, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.23.2.128-136

Abstract

Latar belakang: Polusi udara PM2.5 dan PM10 adalah salah satu polutan utama di kota-kota besar, termasuk di Kota Bandung. Salah satu dampak negatif dari polusi PM2.5 dan PM10 adalah meningkatnya kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah terdampak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengkaji kaitan antara konsentrasi PM2.5 dan PM10 di kota Bandung dengan jumlah kasus ISPA yang tercatat di puskesmas yang berdekatan dengan lokasi pengujian.Metode: Pengukuran PM2.5 dan PM10 dilakukan di tiga lokasi, dua di pusat kota, yaitu di Monumen 0 km dan Alun-alun, serta satu di Bandung utara (Di depan Terminal Dago). Pengambilan data dilakukan selama tujuh hari dari jam 08.00 hingga 16.00.Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan bahwa urutan konsentrasi PM2.5 dan PM10 dari yang tertinggi ke terendah adalah di Alun-alun, Monumen 0 km dan Terminal Dago. Secara umum konsentrasi PM2.5 dan PM10 di tiga lokasi masih di bawah baku mutu bila mengacu PPRI Nomor 22 tahun 2021, kecuali beberapa hari di Alun-alun. Namun bila mengacu pada standar dari WHO, konsentrasi PM2.5 di semua lokasi telah melebihi baku mutu, sedangkan untuk PM10, ada hari-hari tertentu yang di atas baku mutu. Ini artinya bila mengacu pada standard WHO, Kota Bandung darurat PM2.5, karena di semua lokasi pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2.5 telah di atas baku mutu dari WHO.Simpulan: Berdasarkan data kasus ISPA dari puskesmas di wilayah pengukuran menunjukkan terjadi kebalikan, dimana jumlah kasus ISPA paling banyak terjadi di daerah Dago meskipun konsentrasi PM2.5 dan PM10-nya yang paling rendah. Kasus ISPA di pusat kota tidak sebanyak di puskesmas Dago. Diduga hal ini disebabkan masyarakat yang tinggal di pusat kota tidak banyak yang berobat di Puskemas, sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah Dago lebih banyak yang berobat ke Puskesmas di wilayahnya. ABSTRACTTitle: Evaluation of PM2.5 and PM10 Air Pollution in Bandung City and its Relation to Acute Respiratory InfectionBackground:PM2.5 and PM10 are two main pollutants in big cities like Bandung. The negative effects of the pollution caused by PM2.5 and PM10 has been a rise in the frequency of acute respiratory infections (ARI). Therefore, this study aims to assess the correlation between PM2.5 and PM10 concentrations in Bandung city and the number of ARI cases recorded at the Puskesmas adjacent to the test site.Methods: PM10 measurements were made in three places: one in northern Bandung (in front of Dago Terminal), two in the city center (at the 0 km Monument and Alun-alun). Data were collected for seven days, 08.00 to 16.00.Results: The results show that the order of PM2.5 and PM10 concentrations from highest to lowest is in Alun-alun, 0 km Monument and Dago Terminal. Referring to PPRI number 22 of 2021, PM2.5 and PM10 concentrations at all three locations remain under the standard, except for a few days in Alun-alun. However, compared to WHO guidelines, PM2.5 concentrations are always greater than the standard, but for PM10, only few days may higher than the standard. Having above average PM2.5 concentrations at each measurement, Bandung is considered in emergency state according to WHO guidelines.Conclusion: Based on measurement data on ARI cases from Puskesmas (Public Health Center), the opposite occurred, the highest number of ARI cases occurred in the Dago area even though the PM2.5 and PM10 concentrations were the lowest. There are not as many ARI cases in the city center. It is suspected that many people who live in the city canter didn’t seek treatment at the Puskemas, while more people who live in the Dago area seek treatment at the Puskesmas. 
PENGEMBANGAN RUMAH IQRO AN-NUR SEBAGAI SOLUSI CERDAS MENUMBUHKAN BUDAYA BELAJAR ANAK USIA DINI DAN SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Nani Yuningsih; Kunlestiowati Hadiningrum; Siti Samsiyah Purwaningsih; Sardjito Sardjito; Anie Lusiani; Hazma Hazma; Wastu Kurning Purbandini
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Iqro An-Nur, di Desa. Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, merupakan tempat belajar kelompok pendidikan informal yang peserta didiknya terdiri atas anak usia dini hingga usia sekolah dasar. Di masa pandemic Covid-19, Rumah Iqro menjadi salah satu solusi dalam membantu warga yang kesulitan dalam pendampingi putra-putrinya Belajar Dari Rumah (BDR) karena terbatasnya kemampuan orang tuanya. Untuk memenuhi harapan warga yang mengirimkan putra-putrinya ke Rumah Iqro, perlu pengembangan Rumah Iqro berupa pengadaan sarana belajar. Selain itu perlu peningkatan kompetensi relawan dalam pemanfaatan alat peraga dan permainan edukatif serta metodologi Pendidikan anak mengingat latar belakang relawan yang tidak inline dengan Pendidikan anak. Sarana belajar yang menarik berupa Alat Permainan Edukatif (APE), alat peraga matematika kreatif, alat peraga sain, buku bacaan bergambar, dan fasilitas belajar telah diserahterimakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Peningkatan kompetensi relawan pendamping belajar juga telah berhasil dilaksanakan dengan mengundang narasumber dari Dinas Pendidikan Cimahi untuk metodologi Pendidikan anak dan bimbingan teknik dari Tim pengabdian POLBAN untuk penggunaan alat peraga sain dan matematika. Sarana tersebut telah dimanfaatkan oleh tenaga relawan dalam pendampingan belajar anak-anak di Rumah Iqro. Sarana dan prasarana yang diberikan telah berhasil menarik minat belajar anak-anak dan harapannya tumbuh menjadi sebuah budaya belajar.