Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARAHAN KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN PERAWAT PELAKSANA Yustan Azidin; Solikin Solikin
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruang dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskreptiif korelasi dengan rancangan cross sectional, dan jumlah sampel 119 perawat pelaksana dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang mempunyai hubungan dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi adalah fungsi perencanaan (p=0,47, 95% CI=1,005-4,480), fungsi pengarahan (p=0,017, 95% CI=1,255-5,576), dan fungsi pengendalian (p=0,012, 95% CI=1,312-5,844). Sedangkan dari karakteristik individu yang terdapat hubungan adalah tingkat pendidikan (p=0,048, 95% CI=0,899-66,204). Faktor paling berhubungan adalah fungsi pengarahan setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan. Kepala ruangan perlu memberikan motivasi dan memfasilitasi perawat pelaksana untuk meningkatkan komitmen pada organisasi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER DAN POSISI FOWLER TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Rosana Aprilia; Hanura Aprilia; , Solikin , Solikin; Sukarlan Sukarlan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.332

Abstract

AbstrakPenurunan curah jantung menyebabkan peningkatan End-Diastolic Pressure (EDP) ventrikel kiri (preload) dantekanan vena pulmonalis karena darah kembali dalam sirkulasi pulmonal. Penyebab dari mekanisme ini adalahterjadinya dispnea hebat yang memicu terjadinya hipoksemia. Posisi semi fowler dan posisi fowler dapatmeningkatkan pengembangan paru dan menurunkan resiko terjadinya hipoksemua. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis efektivitas pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pada pasiengagal jantung. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent controlgroup (pretest-posttest), sampel penelitian berjumlah 25 responden. Saturasi oksigen sebelum diberikan posisi semifowler (x=95,40%) dan sesudah (x=98,20%), pada posisi fowler sebelum (x=95,27%) dan sesudah (x=96,87%).Uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowlerdengan ρ value 0,000 dan posisi fowler ρ value 0,000. Uji independent sample t-test menunjukkan ada perbedaanantara pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pasien gagal jantung dengan ρvalue 0,002.Kata Kunci: Fowler, Gagal Jantung, Saturasi Oksigen, Semi Fowler Daftar RujukanAaronson, I. P. & Ward, P. T. J. (2010). At GlanceSistem Kardiovaskuler. Jakarta: PenerbitErlangga.Agrina, S.S., Hairitama, R. (2011). Kepatuhan LansiaPenderita Hipertensi dalam Pemenuhan DietHipertensi. ISSN1907-364XAmerican College Of Surgeons Commite On Trauma.(2008). Trauma Toraks. Dalam ATLS StudentCourse Manual eight edition. USAAsmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:EGCBarbara, K. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan Konsep Proses dan Praktik. EdisiVII Volume I. Jakarta: EGC.Depkes RI. (2014). Pedoman Surveilans PenyakitJantung Dan Pembuluh Darah. Jakarta:Departemen Kesehatan RI.Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2017).Rekapitulasi Jumlah Penyakit Gagal Jantung.Djuantoro, D. (2014). Patofisiologi Buku Ajar IlustrasiMade Incredibly Easy. Tangerang Selatan:Binarupa Aksara.Hines, R. L. & Marschall, K. E. (2017). Stoelting’sHandbook for Stoelting’s anesthesia andcoexisting disease. 7th ed. Philadelphia, PA:Elsevier/Saunders.Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2010). Medical– Surgical Nursing: Clients – CenteredCollaborative Care. Sixth Edition, 1& 2.Missouri: Saunders Elsevier.Kasron. (2012). Kelainan dan Penyakit JantungPencegahan serta Pengobatannya. Yogyakarta:Nuha Medika.Kemenkes RI. (2017). Rekapitulasi Panyakit GagalJantung Seluruh Indonesia.Khasanah, S. & Maryoto, M. (2015). Jurnal KesehatanAl-Irsyad: Efektifitas Posisi Condong Ke DepanDan Pursed Lips Breathing (PLB) TerhadapPeningkatan Saturasi Oksigen Pasien PenyakitParu Obstruktif Kronik, Vol. VII No. 1.Laporan IGD RSUD Ulin, (2018). Profil RSUD UlinBanjarmasin, Kalimantan Selatan.P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 202237Mansjoer, A. & Triyanti, K. (2012). Kapita SelektaKedokteran. Edisi 4. Jakarta: MediaAesculapius.Medical Record RSUD Ulin Banjarmasin. (2018).Rekapitulasi Penyakit Gagal Jantung Di RSUDUlin Banjarmasin. Kalimantan SelatanMeilirianta, Tohri, T. & Suhendra. (2016). Posisi Semi-Fowler Dan Posisi High Fowler TerhadapPerubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien AsmaBronchial Di Ruang Rawat Inap D3 Dan E3Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi.Muttaqin, A. (2009). Buku Ajar Asuhan KeperawatanKlien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler& Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.Niko, Q., Kristyawati, S. P., Arief. (2017). Jurnal IlmuKeperawatan dan Kebidanan. Efektivitas PosisiSemi Fowler Dengan Pursed Lip Breathing DanSemi Fowler Dengan Diaphragm BreathingTerhadap SaO2 Pasien TB Paru Di RSP Dr.Ariowirawan Salatiga.Potter & Perry. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan: Konsep, Proses & Praktek.Jakarta: EGC.Pugsley, M. K. (2008). Cardiac Drug DevelopmentGuide. Springer: New Jersey.Sepdianto. T. C., Tyas, M. D. & Anjaswarni, T. (2013).Jurnal Keperawatan dan Kebidanan.Peningkatan Saturasi Oksigen Melalui LatihanDeep Diaphragmatic Breathing Pada PasienGagal Jantung. Vol. 1 No. 8.Soeharto. I. (2008). Pencegahan Dan PenyembuhanPenyakit Jantung Koroner. Edisi III. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.Suratinoyo, I. (2016). Hubungan Tingkat KecemasanDengan Mekanisme Koping pada Pasien GagalJantung Kongestif di Ruangan CVBC (CardioVaskuler Brain Centre) Lantai III di RSUP. Prof.dr. R. D. Kandou Manado Ejournal Keperawatan(e-Kp) Volume 4 Nomor 1Tarwoto & Wartonah. (2011). Kebutuhan DasarManusia dan Proses Keperawtan. Jakarta:Salemba Medika.WHO. (2017). Prevalensi Penyakit Kardiovaskuler
H Hubungan Prehospital Delay Dengan Tingkat Keparahan Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Banjarmasin Julianto Julianto; Solikin; Muhammad Firdaus
Journal of Nursing Invention Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v3i2.274

Abstract

Background: Stroke patients need golden time in treatment ±3 hours which means that in the first 3 hours after having a stroke the patient must get complete and optimal care. Objective: To determine the relationship between prehospital delay and severity in stroke patients in Banjarmasin city hospitals. Method: This research is a quantitative study using a correlational descriptive research design with a retrospective approach. Sampling was carried out using purposive sampling techniques, the sample in this study was 124 respondents. Data collection using prehospital observation of stroke patients with Spearman Rank statistical test. Results: The results of statistical tests in this study obtained a p-value of 0.000 < 0.05 and it can be stated that there is a significant relationship between prehospital delay and the severity of stroke patients at Banjarmasin City Hospital. The relationship between these two variables indicates in the direction of a negative correlation with the Spearman Rank value - 0.948 which means that the relationship between the two variables has perfect relationship. Conclusion: There is a significant relationship between prehospital delay and the severity of stroke patients at Banjarmasin City Hospital.
Faktor Faktor-Faktor yang Beruhubungan dengan Kejadian Gagal Jantung di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Fitri; Solikin; Diah Retno Wulan; Izma Daud
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.343

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global yang serius dan tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, termasuk di Indonesia. Kondisi ini merupakan manifestasi klinis akhir dari berbagai gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, serta adanya komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 113 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara hipertensi (p=0,005), merokok (p=0,022), diabetes melitus (p=0,027), hiperlipidemia (p=0,005), riwayat keluarga (p=0,003), dan komorbiditas (p=0,042) dengan kejadian gagal jantung. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap terjadinya gagal jantung. Oleh karena itu, faktor risiko ini perlu dipertimbangkan dalam strategi pencegahan dan intervensi kesehatan, khususnya pada populasi berisiko tinggi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif faktor risiko untuk mengurangi beban gagal jantung.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Desa Pemakuan Tahun 2023 Nur Syifa Mardhatillah; Suryati Suryati; Solikin Solikin
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.170

Abstract

Immunization is the process of administering vaccines aimed at providing protection or immunity against specific diseases. Immunization stimulates the body's immune system to recognize and fight disease infections more effectively, reducing the risk of individuals who have been vaccinated contracting the disease. Understanding the administration of immunization is crucial, especially in the current context where infections and diseases are highly dangerous and easily transmissible, such as tuberculosis, diphtheria, pertussis, tetanus, polio, hepatitis, and others. The purpose of this study is to determine the relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village, in the year 2023. The research design used is cross-sectional and was conducted in October 2023. The population consists of mothers with children aged ≥11, with a sample size of 112 respondents. Data were collected through the distribution of questionnaires and Maternal and Child Health Books (Buku KIA). The majority of mothers had a low level of education, amounting to 60 people with a percentage of 53.6%. Most respondents had complete basic immunization, totaling 77 respondents with a percentage of 68.8%. The Chi-Square Test analysis results show p = 0.000 < α (0.05), thus it is concluded that H0 is rejected, and Ha is accepted, indicating a relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village..
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipotensi Intraoperatif pada Pasien Dengan Spinal Anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Maulina Afifah; Roly Marwan Marthuridy; Solikin; Wahyudi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8835

Abstract

Hipotensi intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah spinal anestesi dan berisiko menyebabkan gangguan perfusi organ. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lokasi penusukan, jenis obat spinal anestesi, posisi pasien setelah spinal anestesi, usia, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien yang menjalani spinal anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 101 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi rekam medis lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lokasi penusukan (p=0,037), jenis obat spinal anestesi (p=0,003), posisi pasien setelah spinal anestesi (p=0,009), usia pasien (p=0,004), dan IMT pasien (p=0,003) dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Hipotensi lebih banyak terjadi pada pasien dengan lokasi penusukan selain L3–L4, penggunaan anestesi lokal hiperbarik, posisi supine, usia 56–65 tahun, dan IMT 25–29,9 kg/m². Faktor teknik spinal anestesi dan karakteristik pasien berhubungan dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Identifikasi faktor risiko sebelum tindakan anestesi diperlukan untuk mendukung pemantauan hemodinamik dan pencegahan hipotensi untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Hubungan Gaya Hidup Remaja Dengan Risiko Hipertensi Dini Pada Siswa Kelas X Usia 15-17 Tahun Di SMAN 4 Banjarmasin: The Relationship Between Adolescent Lifestyle And The Risk Of Early Hypertension In Grade X Students Aged 15-17 Years At SMAN 4 Banjarmasin Muhammad Rezky Rahman; Solikin; Novia Heriani; Dessy Hadrianti
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.376

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju kedewasaan yang sering diiringi perubahan pola aktivitas hidup yang intens dan ketidakstabilan psikologis. Hipertensi saat ini tidak hanya menyerang usia tua, tetapi juga mulai mengintai kelompok usia muda dengan prevalensi yang signifikan akibat pilihan gaya hidup yang buruk. Gaya hidup memainkan peran krusial sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko hipertensi dini, meliputi pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, pola tidur tidak teratur, serta perilaku merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup remaja dengan risiko hipertensi dini pada siswa kelas X usia 15-17 tahun di SMAN 4 Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 98 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 79 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner gaya hidup dan lembar observasi pengukuran tekanan darah. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rho didapatkan hasil p value (0,001) < α (0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,432, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara gaya hidup remaja dengan risiko hipertensi dini pada siswa kelas X usia 15-17 tahun di SMAN 4 Banjarmasin. Semakin buruk gaya hidup remaja, maka semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi dini. Saran bagi pihak sekolah agar meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan tekanan darah berkala dan edukasi gaya hidup sehat kepada siswa. Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood often accompanied by changes in intense activity patterns and psychological instability. Hypertension currently affects not only the elderly but also younger age groups with significant prevalence due to poor lifestyle choices. Lifestyle plays a crucial role as a major factor contributing to the risk of early hypertension, including unhealthy diets, low physical activity, irregular sleep patterns, and smoking behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between adolescent lifestyle and the risk of early hypertension in class X students aged 15-17 years at SMAN 4 Banjarmasin. This research method uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study was 98 people using purposive sampling technique to obtain a sample of 79 respondents. Data collection used lifestyle questionnaires and observation sheets for blood pressure measurement. Based on the Spearman Rho correlation test, the results obtained p value (0.001) < α (0.05) with a correlation coefficient of 0.432, so it can be concluded that there is a significant relationship with moderate strength between adolescent lifestyle and the risk of early hypertension in class X students aged 15-17 years at SMAN 4 Banjarmasin. The worse the adolescent's lifestyle, the higher the risk of early hypertension. Suggestions for the school to increase promotive and preventive efforts through periodic blood pressure checks and healthy lifestyle education for students.
Association Between Foot Care and the Incidence of Diabetic Foot Ulcers in Patients with Diabetes Mellitus Anissa Suci Aprilya; Dessy Hadrianti; Zaqyyah Huzaifah; Solikin
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.52

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can lead to serious complications, one of which is diabetic foot ulcer (DFU). Inadequate foot care increases the risk of ulcer development; therefore, its association needs to be examined scientifically. This study aimed to analyze the association between foot care and the incidence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus. A correlational analytical design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 60 patients with diabetes mellitus selected using purposive sampling. Foot care data were collected using the Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF) questionnaire, while the incidence of diabetic foot ulcers was assessed through an observation checklist. Data were analyzed using Spearman’s rho correlation test. The results demonstrated a statistically significant association between foot care and the incidence of diabetic foot ulcers (p = 0.008 < α = 0.05). Patients with poor foot care tended to experience diabetic foot ulcers with greater severity. In conclusion, appropriate foot care plays an important role in the prevention of diabetic foot ulcers. Therefore, health education and the establishment of routine foot care practices should be strengthened to reduce the risk of complications and improve the quality of life of patients with diabetes mellitus.
Factors Associated with DASH Diet Therapy in Blood Pressure Control among the Elderly Afif Azhar Abulkhair Jayadie; Solikin; Izma Daud
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.55

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases with a high prevalence among the elderly in Indonesia. Efforts to control blood pressure through the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet therapy are essential; however, various factors are believed to influence its effectiveness at the primary healthcare level. This study aimed to analyze factors associated with DASH diet therapy in blood pressure control among the elderly at the Cempaka Public Health Center, Banjarmasin. This study employed a cross-sectional design with a sample of 188 elderly patients with hypertension selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering age, sex, educational level, and dietary adherence, as well as data on the frequency of healthcare visits obtained from patients’ medical records. Blood pressure measurements were conducted after the implementation of the DASH diet for 30 days. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed significant associations between age (p = 0.000), sex (p = 0.000), educational level (p = 0.000), dietary adherence (p = 0.000), and frequency of healthcare visits (p = 0.000) with DASH diet therapy in blood pressure control. Age, sex, educational level, dietary adherence, and frequency of healthcare visits significantly influenced the success of DASH diet therapy.