Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Terapi Okupasi Menggambar terhadap Penurunan Gejala Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus Wahyu Shelia Restu Asih; Arni Nur Rahmawati; Ririn Isma Sundari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2461

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah salah satu tanda yang sering dijumpai pada individu dengan gangguan mental dan dapat berpengaruh pada kemampuan dalam berkomunikasi, fokus, serta aktivitas sehari-hari. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi halusinasi adalah terapi okupasi melalui menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan terapi okupasi menggambar dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori. Intervensi dilaksanakan selama periode tiga hari dengan menggabungkan metode pengelolaan halusinasi dan terapi okupasi yang berfokus pada menggambar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pengukuran menggunakan Auditory Vocal Hallucination Rating Scale, kemudian ditelaah secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian terapi okupasi menggambar berdasarkan hasil pengkajian, implementasi, evaluasi, dan skor Auditory Vocal Hallucination Rating Scale yang menunjukkan adanya penurunan dari 32 menjadi 19, terjadi pengurangan tanda serta gejala halusinasi seperti berkurangnya frekuensi mendengar suara tanpa sumber yang nyata, menurunnya perilaku berbicara dan tertawa sendiri, serta meningkatnya kemampuan konsentrasi dan kemampuan pasien untuk mengalihkan perhatian melalui aktivitas menggambar. Pada seorang pasien yang didiagnosis dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Soerojo Magelang.  
Pelatihan Relaksasi Otot Progresif Pada Kader Posyandu Lansia di Posyandu Lansia RW 05 Desa Kalibagor Murniati Murniati; Ririn Isma Sundari; Feti Kumala Dewi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.39

Abstract

Upaya promotif dan preventif merupakan faktor penting untuk mengurangi angka kesakitan pada lansia. Salah satu upaya preventif promotif untuk penatalaksanaan hipertensi adalah dengan melakukan aktivitas/olahraga fisik. Kegiatan ini bertujuan untuk itu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada kader lansia melalui pelatihan relaksasi otot progresif selama 1 hari terhadap 12 kader. Metode yang dilakukan yaitu pemberian penyuluhan mengenai relaksasi otot progresif, demonstrasi dan re-demonstrasi relaksasi otot progresif. Evaluasi dilakukan dengan observasi pre test dan post test ketrampilan relaksasi otot progresif. Dengan teknik ini, terlihat adanya peningkatan keterampilan relaksasi otot progresif kader dari 53% menjadi 84,6%. Setelah pelatihan ini, kader diharapkan dapat mengaplikasikan relaksasi otot progresif sebagai upaya promotif preventif non farmakologis penurunan nyeri hipertensi pada lansia.