Muhammad Cholid Djunaidi
Department Of Chemistry, Faculty Of Science And Mathematics, Diponegoro University, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang 50275

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Synthesis of Printed Hollow Fiber Membranes Urea as a Membrane Candidate Hemodialysis Djunaidi, Muhammad Cholid; Ayuningrum, Denandha Putri; Maharani, Nesti Dwi; Khabibi, Khabibi; Pardoyo, Pardoyo; Raharjo, Yanuardi; Susanto, Heru; Filardli, Abdullah Malik Islam
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83068

Abstract

Chronic kidney failure is a disease that affects the world's population and an alternative solution is hemodialysis. Hemodialysis is the process of cleaning the blood from urea and creatinine through a semi-permeable membrane in the form of a hollow fiber membrane (HFM) with the following advantages: flexible and low energy requirements. The weaknesses of commercial hemodialysis membranes are that they are hydrophobic, chemical resistant, and low biocompatibility. This research uses a membrane of polysulfone combined with eugenol and polyethylene glycol (PEG) or polyethylene glycol diglycidyl ether (PEGDE). Eugenol has allyl, hydroxy, and methoxy groups which are derived from polyeugenol via allyl groups and from polyeugenol to polyeugenoxy acetic acid via hydroxyl groups. The resulting molecularly imprinted membrane (MIM) in the form of hollow fiber has better porosity, absorption, flux values and is highly selective in transport, with the order of selectivity, namely urea > creatinine > vitamin B12.
The Desalination of Seawater from Jepara Beach uses Hollow Fiber Imprinted Membrane-Based Eugenol Djunaidi, Muhammad Cholid; Maharani, Nesti Dwi; Khabibi, Khabibi; Susanto, Heru; Filardli, Abdullah Malik Islam
Molekul Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.1.7836

Abstract

ABSTRACT. In 2022, Indonesia will experience a major problem with clean water, almost 119 million people do not have access to clean water and are forced to consume unsuitable water. This problem is caused by poor water management and the high cost of separating using a reverse osmosis membrane. The abundance of seawater in Indonesia and Jepara in particular has encouraged researchers to create alternative desalination membranes that are efficient and selective using Hollow Fiber Desalination Imprinted Membranes (HFDIM), which are available on the market with better quality. Hollow Fiber uses an imprinted method that has good efficiency and selectivity. The variations used in this research were variations in seawater dilution concentration of 0, 3, 5, and 10 times. In tensile, biodegradable, contact angle, TGA, porosity, water absorption, flux, and transport tests, the best results were obtained using HFDIM at varying concentrations of 10 times dilution solutions with a percentage of 86.67% in the receiving phase and 10.89% in the feed phase. on HFDNIM it is 48.33% in the receiving phase and in the feed phase it is 50%. Keywords: Desalination, hollow fiber, imprinted, polyeugenol
PEMISAHAN ION LOGAM KROM DARI LIMBAH ELEKTROPLATING MENGGUNAKAN POLIEUGENOL DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR Permatasari, Sri Intan; Djunaidi, Muhammad Cholid; Habibi, Habibi
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p14-29

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemisahan ion logam krom dari limbah elektroplating menggunakan polieugenol dengan teknik membran cair. Teknik pemisahan logam berat dengan membran cair merupakan salah satu pengembangan metode ekstraksi pelarut, keberhasilan ekstraksi pelarut dan teknik pemisahan menggunakan membran cair ditentukan oleh kestabilan kompleks antara logam dan senyawa pembawa. Polieugenol dapat dimanfaatkan sebagai senyawa pembawa dalam metode pemisahan logam dengan menggunakan teknik membran cair ruah (BLM, Bulk Liquid Membrane), sedangkan polimerisasi eugenol menjadi polieugenol dilakukan dengan menggunakan katalis H2SO4 pekat. Hasil senyawa eugenol dan polieugenol di analisis dengan GC, spektra FT-IR, dan spektra 1H NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 300 gram minyak cengkeh yang di isolasi menjadi eugenol dan disintesis dengan katalis asam sulfat pekat menghasilkan 3,166 gram polieugenol, polieugenol tersebut mempunyai berat molekul 66836,19  (407 monomer). Limbah krom direduksi dari Cr(VI) menjadi Cr(III) yang hasilnya digunakan untuk pemisahan logam berat dengan teknik BLM, yaitu divariasikan pH fasa umpan 1, 3, 5, dan 7, sedangkan pH fasa penerima dibuat tetap(0,523). Hasil persen transport dengan polieugenol hasil sintesis dengan katalis H2SO4 pekat dengan variasi pH pada fasa umpan adalah pH 1 sebesar 20,88 %, pH 3 sebesar 40,16 %, pH 5 sebesar 101,42 %, dan pH 7 sebesar 89,52 %.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p14-29
Dekolorisasi Larutan Remazol Black B dengan Fenton-like Method menggunakan Modifier Oksida Timbal Hasil Sintesis dari Limbah Elektroda Aki Widodo, Didik Setiyo; Djunaidi, Muhammad Cholid; Kusumaningati, Marchelina One
Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gjec.2025.29906

Abstract

Penelitian mengenai dekolorisasi larutan remazol black B (RBB) menggunakan metode Fenton-like telah dilakukan dengan memanfaatkan timbal dioksida (PbO₂) sebagai material alternatif dalam metode Fenton. PbO2 diperoleh dari konversi limbah elektroda baterai dengan menggunakan oksidator kuat H2O2 dan NaOCl. Tujuan penelitian adalah mensintesis timbal dioksida dari Pb pada limbah baterai dan menguji potensi dekolorisasi larutan remazol black B. Timbal dioksida disintesis dengan menggunakan H₂O₂ dan NaOCl dan dilanjutkan dengan pengeringan pada suhu 200°C dan 300°C. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX untuk mengetahui morfologi serta komposisi unsur penyusun. Uji potensi timbal dioksida dalam proses dekolorisasi larutan RBB dilakukan dengan metode Fenton-like, yang ion Fe²⁺ pada metode Fenton konvensional digantikan oleh  Pb2+ dari timbal dioksida. Timbal dioksida dalam dekolorisasi bereaksi dengan H₂O₂ membentuk radikal •OH yang memiliki potensial oksidasi tinggi. Sejumlah PbO2 ditambahkan ke dalam 100 mL larutan remazol black B dengan konsentrasi 25 ppm, kemudian diproses mengikuti prosedur metode Fenton. Hasil dekolorisasi dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa unsur utama penyusun oksida adalah Pb dan O, sesuai dengan prediksi. Timbal dioksida yang disintesis menggunakan NaOCl mampu menghilangkan warna larutan hingga 99,37%, sedangkan produk yang disintesis menggunakan H₂O₂ menunjukkan kemampuan dekolorisasi sebesar 94,16%.