kaimudin
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN SURAH LUQMAN AYAT 12-15 (STUDI ATAS TAFSIR IBNU KATSIR) Arifah Siti Dinah Daiyatul Falah; Kaimudin; Supriyatin
Madrasah: Journal on Education and Teacher Professionalism Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Al-Shobar Publisher, Yayasan Islam Al-Shobar Rawaurip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak sebagai bagian integral dari ajaran Islam, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam, dengan harapan agar nilai-nilai pendidikan Islam dapat diimplementasikan. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam surah Luqman ayat 12-15 dengan pendekatan Tafsir Ibnu Katsir. Penulisan ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif untuk mendalami surah Luqman ayat 12-15 dalam Tafsir Ibnu Katsir, dengan mengandalkan sumber data utama dari kitab Tafsir Ibnu Katsir dan sumber data sekunder dari berbagai sumber kepustakaan, serta menerapkan metode telaah kepustakaan dan analisis deskriptif dalam pengolahan dan penyajian data. Hasil penulisan menunjukan suah Luqman ayat 12-15 menyiratkan pentingnya pendidikan akhlak, seperti hikmah (kebijaksanaan), rasa bersyukur kepada Allah, perintah untuk tidak menyekutukan Allah/menjauhi syirik, berbakti kepada orang tua, dan taat kepada orang tua selama tidak bertentangan dengan Allah, yang menjadi nilai-nilai utama yang Luqman sampaikan kepada anaknya. Pendidikan akhlak ini bertujuan untuk membentuk karakter yang taat kepada Allah, menghindari kedzaliman, dan berbuat baik kepada sesama. Surah Luqman memberikan petunjuk yang sangat relevan dalam membina perilaku akhlak dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ayat 12-15. Analisis Tafsir Ibnu Katsir menegaskan bahwa Luqman adalah figur berpengetahuan luas, dan surah Luqman memberikan petunjuk yang relevan untuk membina perilaku akhlak dan spiritual sehari-hari dengan pendekatan tafsir yang analitis dan semi-tematik.
Manajemen Pengawasan Berbasis Islam Qori Amarullah, Risal; Kaimudin
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Edusifa:  Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v8i2.99

Abstract

A good educational institution must be managed well. One form of management that must be owned by an educational institution is supervisory management. This serves to control the performance of personnel in an institution. However, due to human limitations as leaders who are entrusted with carrying out supervision, sometimes the guidelines and nature of supervision are separated. In this case, Islam answers the question; Islam teaches and gives instructions regarding supervision. In this paper, we will discuss Islamic-based supervisory management. This research contains 0 types of library research, namely activities to study something whose research is not only from one document but also seeks other sources that support the in-depth research that scientists conduct. According to the findings of this study, supervision in Islam is a control that is intended to maintain benefit and avoid damage and has characteristics such as being material and spiritual, monitoring, and employing humane methods that uphold human dignity. In Islam, the purpose of supervising is to control and correct someone to prevent them from falling into something that is wrong. This is in accordance with the principles of supervisory management in Islam, which consist of three points, namely: tawaşawbil aqqi (advising each other on the basis of truth and clear norms), tawaşaw bis şabri (advising each other on the basis of patience), and tawaşawbil marhamah (advising each other on the basis of affection).
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru di SMA Darul Abror Jatisampurna Bekasi Muhamad Azhar Alwahid; Kaimudin; Bahrum Subagiya; Muhammad Faishal Hidayat; Alinda Nur Maulidatsani
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 4 (2024): Edusifa : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i4.222

Abstract

Meningkatkan guru professional di sekolah adalah tugas seorang kepala sekolah sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMA Darul Abror Jatisampurna Bekasi yang telah meyelenggarakan workshop, seminar pendidikan dan pengajian rutin untuk guru dan tenaga pendidik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antara kegiatan selain itu. Dampak positif dari kegiatan yang dilakukan oleh Kepala sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru adalah meningkatnya profesionalisme dan kinerja guru dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Selain itu juga guru-guru lebih termotivasi dalam meningkatkan professional dan kinerjanya, mereka merasa dihargai dan merasa nyaman dan terus meningkatkan kompetensinya baik paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional.
Pendidikan Multikultural dalam Perspektif Al Quran dan Hadits Manuhoe, Damra; edy; Kaimudin
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 5 (2025): Edusifa : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i3.153

Abstract

Dalam konteks penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkawinkan konsep Pendidikan multikultural dalam perspektif alquran dan al hadits dari Nabi Muhammad SAW. Adapun metode yang digunakan adalah metode analisis isi,sejumlah buku,artikel jurnal,artikel prosiding, dan artikel – artikel lain yang dimuat diberbagai media,dikaji dan dianalisis. Dari sejumlah pendapat para ahli mereka sepakat dan berpandangan bahwa dengan adanya Pendidikan multikultural semua masalah yang terjadi di Indonesia dewasa ini dapat diatasi. Baik itu masalah sosial,politik,serta budaya itu sendiri. Mengapa demikian, karena eksistensi dari Pendidikan multikultural adalah menampilkan topik – topik penghormatan dan penghargaan terhadap budaya daerah lain,respek dan empati terhadap perbedaan,hidup dalam bingkai toleransi yang solid,dan bersedia hidup saling berbaur ditengah – tengah masyarakat.