Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Komunikasi Pelayanan Publik dengan Kepuasan Nasabah Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 5 No 1 (2018): Vol.5 No.1 (2018) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.295 KB)

Abstract

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. berusaha mengarahkan semua unsur yang terlibat dalam pelayanan untuk memperhatikan nasabah secara optimal melalui pelayanan yang prima melalui daya tahan dan daya saing bank dalam berkompetisi dengan bank-bank lain. Dari hasil penelitian mengenai “Hubungan Komunikasi Pelayanan Publik (X) dengan Kepuasan Nasabah (Y)”, maka manajemen hubungan pelanggan yang terbaik bertitik tolak pada pelayanan, komunikasi, kejujuran dan kepedulian terhadap nasabah untuk menciptakan kepuasan dan kemenangan dalam persaingan secara profesional yang berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan nasabah, sehingga mampu memberikan kepuasan yang optimal.
PERAN LITERASI MEDIA DALAM MEMAKNAI PESAN PEMASARAN POLITIK Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 4 No 2 (2017): Vol.4 No.2 (2017) September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of the impact of internet technology on the political attitude of the public affects politicians in Indonesia. Politics is now a product that needs to be marketed as well as in commercial marketing. Through the imagery is expected to move the opinion to a better direction. With positive public opinion, the decision to vote becomes a necessity for politicians who are fighting in the political arena. Public opinion itself is a method of persuasion with a communication system through digital media that is direct and massive and can provide viral effects. Imagery becomes a very important part of the political marketing system. Political marketing itself is a practical method in the context of political communication, so it needs a media literacy movement designed to increase individual control over the media they use in interpreting the message.
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DAN FAKTA ETNIS CINA DI INDONESIA SEBAGAI BUKTI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 3 No 2 (2016): Vol.3 No.2 (2016) September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication Cross-culture is the process by which diverted the idea or the idea of a culture of the culture of the other and vice versa, and it can be between two cultures associated or more, in order to influence each other, whether it's for the good of a culture or to destroy a culture, or it could be an initial step of the process of acculturation (the merger of two cultures or that generate new culture). "culture is a complex whole, which has in it the knowledge, belief, art, morals, law, customs, other capabilities and habits acquired by man as a member of society.
PERAN KOMUNIKASI BISNIS DALAM STRATEGI BISNIS Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No.1 (2016) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employers should strive to close the gap that lies between the producer with the consumer society as a buyer or user of goods and services produced. Duties and responsibilities as an entrepreneur to always be able to influence the level of demand for goods production company, always trying to find a buyer produces. As a businessman he had to preach penyempurnaan- production improvements that have been dicapinya, where the goods are produced can be obtained consumer society. Providing communication with the market, is an absolute requirement for any manufacturer who produce large-Basaran shown to consumers who are not familiar. Implementation of communication with the market could also be called an absolute requirement for employers who want to ensure the viability of the company and move to develop. In the business environment there are various means of business communications that can be used employers to communicate with consumers. Means of communication available trading Pengirimin among others in the form of a letter, delivery wire, telephone conversations, personal visits.
PEMAHAMAN TENTANG KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI MERUPAKAN DASAR DALAM MEMBENTUK GAYA KEPEMIMPINAN SESEORANG DALAM SUATU ORGANISASI Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 4 No 1 (2017): Vol.4 No.1 (2017) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication can be seen as a means to channel the social input into the social system. Communication is also a suggestion to modify behavior, affect change, memproduktifkan information and means to achieve the goal. In an organization today, information flows faster. Congestion is very short even in fast moving production lines can lead to large losses due to loss of production. Another important element is the amount of information that is increasingly bloated and often causes the burden of information overload, which is actually needed is not more information, but the information is relevant. Thus necessary to determine the type of information required in the framework of an organization for effective decision making. Organizational communication refers to the patterns and forms of communication that occurs within the context and the organization's network. Organizational communication involves forms of interpersonal communication and group communication. Discussion of organizational communication, among others concerning the structure and functioning of the organization, human relations, communication and organizing processes and organizational culture. Organizational communication is defined as the flow of messages in a network of interdependent nature of his relationship with one another include vertical and horizontal communication flows. How to talk to the other person and how one behaves in front of others is a work style and communication style. Style concept shows that we are dealing with a combination of language and actions, which seem to describe a fairly consistent pattern.
REALITAS BUDAYA NGOPI DI CAFE PADA REMAJA Riefky Krisnayana
Dialektika Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v7i1.1423

Abstract

Motif tujuan budaya ngopi di café pada remaja di Bandung adalah untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup milenial remaja perkotaan. Café menjadi ruang publik bagi remaja dengan tujuan yang berbeda yaitu untuk minum kopi, menunggu seseorang, bertemu dengan teman, mengerjakan tugas, diskusi dengan rekan bisnis, brainstorming, berkumpul dengan keluarga, reuni, sekedar arisan, chatting, bermain game online, streaming film youtube, nongki, melarikan diri dari aktifitas yang melelahkan, menghindari terjebak kemacetan lalu lintas dan me time. Motif penyebab budaya ngopi di café pada remaja di Bandung karena lokasi café yang strategis, lahan parkir, ruangan ber-AC, sofa yang nyaman, fasilitas steker listrik dan free wi-fi, smoking area, kehandalan barista dalam menciptakan varian rasa kopi olahan, harga terjangkau, desain interior dan eksterior ruangan yang instagramable, warna, furniture, musik, toilet. Remaja di café menghabiskan waktu selama 1 jam hingga 2 jam. Suasana yang nyaman membuat remaja betah dan berlama-lama di café
KONSTRUKSI MAKNA VIDEO KLIP FAKE PLASTIC TREES RADIOHEAD (STUDI DESKRIPTIF HUBUNGAN MASYARAKAT EKSTERNAL VIEWERS RADIOHEAD BAND DI RESPECTNATION MANAGEMENET BANDUNG) Rechy Yustim; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 1 No 1 (2015): Vol. 1, No. 1, Juni 2015
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi Makna Lagu Video Klip Fake Plastic Trees Radiohead. Studi Deskriptif Eksternal Public Relation Viewers “Radiohead” Band dari Inggris di Respectnation Management Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai makna denotasi dan konotasi Video Klip Fake lastic Trees karya Radiohead serta mitologi dari Video Klip tersbut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi deskriptif viewers. Subyek penelitiannya adalah para anggota Respectnation Management Bandung. Proses pengumpulan diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pesan dari video klip lagu Fake lastic Trees Radiohead adalah sebuah fenomena kalangan wanita dalam dunianya yang selalu dicemasi dan dituntut dengan kesempurnaan fisik secara harafiah. Operasi kecantikan menyamarkan hal tabu menjadi seperti nyata mendekati sempurna. Yang tanpa disadari mereka mengambil jalan tersebut dan mengabaikan hal nyata yang harusnya dibanggakan atas ciptaan-Nya.Wanita rela melakukan apapun demi memiliki kesempurnaan fisik walaupun melalui jalan operasi plastik, walaupun itu menyakitkan dan memerlukan biaya yang tidak murah. Sedangkan secara mitologi video klip Fake Plastic Trees Radiohead merupakan sebuah video klip yang berkarakter, karena kandungan makna dalam isi pesan video tersebut memiliki seuatu yang menjadi daya tarik bagi viewers.
Wa Ode Nurul Yani 2 1,2 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Langlangbuana ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Film Cek Toko Sebelah dalam Sikap Toleransi. Penelitian ini menggunakan Teor Ryan Nuthfah Mahari; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 1 No 2 (2015): Vo. 1, No. 2, Desember 2015
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Bertahan Hidup Dalam Film Cast Away. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme, dan pendekatan penelitian ini menggunakan studi analisis semiotika Roland Barthes. Subyek penelitian ini adalah scene -scene bertahan hidup yang diambil dari film Cast Away. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari analisis dapat dipastikan dan disimpulkan makna yang terkandung dalam Scene -scene film Cast Away secara denotasi, konotasi, dan mitos. Secara denotasi, jika seorang manusia dalam keadaan terasing harus mampu menyesuaikan dengan lingkungannya. Ia harus belajar cara melindungi diri, membuat api, mencari minum, makan dan lain sebagainya. Tapi dalam hal lain, perlu ada motif dorongan yaitu kemauan untuk bertahan hidup. Secara konotasi makna bertahan hidup dalam film Cast Away yaitu memanfaatkan bola voli yang telah digambar bentuk wajah manusia untuk dijadikannya teman agar bisa berkomunikasi, karena manusia pada hakikatnya makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Mitos dalam kontruksi makna bertahan hidup adalah dengan memliki rasa kemauan untuk hidup seseorang dapat bertahan hidup dengan berusaha melakukan cara apapun sehingga dapat tetap hidup karena bertahan hidup adalah bentuk naluriah yang di di anugerahkan oleh tuhan sang maha pencipta yai tu Allah SWT. Semua aspek kehidupan yang di ciptakan oleh Allah untuk makhluk hidup semuanya berkosep bertahan hidup.
MAKNA KOMUNIKASI SENIPERTUNJUKAN COVER DANCE DALAM PERAN CROSSGENDER (STUDI DRAMATURGI PADA GRUP MISSION DI BANDUNG) Rini Septiani Hadir; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2, No. 1, Juni, 2016
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman, dan Teori Presentasi Diri Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi DramaTurgi. Subyek penelitiannya adalah grup cover dance Mission yang ditentukan secara Purposive berdasarkan pertimbangan peneliti dengan tujuan tertentu. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara pihak terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku cover dance cross gender adalah suatu pelarian dari kehidupan nyata mereka yang terkekang oleh sebuah aturan. Walaupun banyak masyarakat memandang negatif, mereka tidak perduli akan hal itu. Karena itu adalah salah satu tempa t dimana mereka bisa melepaskan stress. Mereka melakukan cross gender tersebut tanpa adanya paksaan pihak tertentu. Itu adalah murni keinginan mereka sendiri.
REALITAS KOMUNIKASI PECANDU MINUMAN KERAS (STUDI FENOMENOLOGI PADA PERSONIL BAND ROCK X DI BANDUNG) Yady Fadilah Rachmat; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 2 No 2 (2016): Vol. 2, No. 2, Desember, 2016
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana realitas komunikasi pecandu minuman keras pada personil band rock x di bandung Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi wawancara mendalam. Subyek penelitian ini adalah para personil band rock x yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi antarpribadi. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab realitas komunikasi pecandu miras pada personil band rock X karena diawali oleh pandangan personil band rock X terhadap minuman keras sebelum mereka mengenalinya. Personil band rock X sebelumnya tidak mengetahui tentang minuman keras dan hanya mengetahui minuman keras dari teman profesinya. Mereka berpandangan bahwa minnuman keras bisa meningkatkan kepercayaan diri me reka dalam penampilannya diatas panggung.