Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Proses Produksi Piring Porcelain Tipe KP24C Dengan Mesin Automatic Ceramic Machine (ACM) di PT. Kedaung Oriental Porcelain Industry (KOPIN) Eko Aprianto Nugroho; Sandy Suryady; Ahmad Sutarno
Jurnal Teknik dan Science Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v5i2.2969

Abstract

Porcelain is a type of high-quality ceramic material known for its excellent physical and chemical properties. It is characterized by high density, very low water absorption (less than 0.5%), and good mechanical strength, making it ideal for household products such as plates. The main raw materials used in porcelain production include kaolin (white clay), feldspar, and quartz, which are processed through forming, drying, and firing stages at high temperatures around 1200–1400°C. In the production of KP24C type porcelain plates, materials such as clay, kaolin, silica sand, and feldspar are used. The process begins with the mixing stage, where materials are blended until homogeneous. Then, the filter press stage reduces the moisture content to 23%, resulting in a material called cake. This cake is further processed in a pugmill for homogenization. The forming stage uses an Automatic Ceramic Machine (ACM) for automatic shaping. The plates are then fired in a kiln to remove all moisture (0% water content). The next stage involves glazing to provide a glossy surface, followed by secondary drying in the finishing glossware process. The final stage is quality control, which includes visual inspection, color, gloss, dimensions, and shape assessments. Test results show a shrinkage percentage of approximately 28,21% after firing, indicating the success of the densification and drying process.
Peran Platform Digital (Media Sosial, Aplikasi, dan AI) terhadap Peningkatan Keterampilan Bahasa Inggris Mahasiswa di Era Digital: Studi pada Praktik Microlearning dan Interaksi Daring Tegar Arif Topan; Tati Noviati; Aisyah M; Eko aprianto Nugroho
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2574

Abstract

Perkembangan platform digital seperti media sosial, aplikasi pembelajaran, dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang baru dalam peningkatan keterampilan Bahasa Inggris, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh pola pemanfaatan, intensitas microlearning, dan kualitas interaksi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran platform digital (media sosial, aplikasi, dan AI) terhadap peningkatan keterampilan Bahasa Inggris mahasiswa, khususnya melalui praktik microlearning dan interaksi daring. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain kuasi-eksperimen pretest–posttest dan pendalaman kualitatif. Responden adalah mahasiswa perguruan tinggi yang memanfaatkan platform digital untuk belajar Bahasa Inggris selama periode intervensi terstruktur (misalnya 4–6 minggu). Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes kemampuan (vocabulary, reading, writing/speaking sederhana), kuesioner intensitas microlearning, serta skala persepsi manfaat (kemudahan, umpan balik, motivasi, dan kepercayaan diri). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara/FGD untuk menggali pengalaman belajar, hambatan, dan strategi yang dianggap paling efektif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan uji beda berpasangan serta analisis hubungan (korelasi/regresi), sedangkan data kualitatif dianalisis tematik. Temuan menunjukkan peningkatan kemampuan Bahasa Inggris setelah intervensi, terutama pada penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, dan kepercayaan diri dalam praktik komunikasi. Intensitas microlearning harian berhubungan positif dengan peningkatan skor, sementara penggunaan AI (misalnya chatbot) dinilai membantu melalui umpan balik cepat, latihan percakapan, dan koreksi struktur kalimat. Implikasi penelitian menekankan pentingnya integrasi platform digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris secara terarah, disertai panduan literasi digital dan etika penggunaan AI agar pembelajaran tetap kritis, aman, dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Orisinalitas penelitian terletak pada pemetaan komparatif peran media sosial, aplikasi, dan AI secara bersamaan, serta penekanan pada mekanisme microlearning dan interaksi daring sebagai faktor kunci peningkatan keterampilan Bahasa Inggris mahasiswa di era digital.