Siti Nurbaya
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Validasi Metode Penetapan Kadar Monosodium Glutamat pada Mie Ayam dengan Spektrofotometri UV–Vis Setelah Derivatisasi Ninhidrin Suprianto; Effendy De Lux Putra; Samran; Siti Nurbaya; Cyndi Veronica; Sumardi; Debi Meilani
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i2.05

Abstract

Pendahuluan: Mie Ayam merupakan aneka olahan mie yang dijajakan, disajikan dan dinikmati dengan cita rasa yang sangat lezat; dijajakan dari mulai gerobak jalan, di pinggir jalan maupun tempat lesehan. Mie Ayam diolah dengan penambahan berbagai bahan tambahan pangan agar diperoleh makanan yang dapat membangkitkan selera konsumen. Mie Ayam yang disajikan harus diproses dengan benar sehingga konsumen aman setelah konsumsi makanan tersebut. Monosodium glutamate (MSG) merupakan bahan tambahan pangan yang biasa ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan cita rasa makanan, terutama rasa lezat makanan. MSG ditambahkan pada produk pangan tidak lebih dari 10g/kg Bahan Pangan agar konsumen terjamin kesehatannya. MSG dapat diderivatisasi dengan ninhidrin sehingga penetapan kadar dapat dilakukan dengan spektrofotometri visibel. Tujuan: Menentukan kadar MSG pada Mie Ayam secara spektrofotometri UV. Metode: Penetapan kadar MSG dilakukan secara spektrofotometri UV setelah dilakukan derivatisasi dengan Ninhidrin. Hasil: Kadar MSG pada Mie diperoleh pada rentang 1,9441- 2,4726 g/kg bahan pangan dan di bawah batas maksimum 10 g /kg bahan pangan menurut EPSA. Kesimpulan: Kadar MSG pada Mie Ayam pada rentang tertentu dan masih di bawah batas maksimum.
Skrining Fitokimia, Profil Kromatografi Lapis Tipis dan Karakterisasi FTIR Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Adinda Seftia; Suprianto; Effendy De Lux Putra; Samran; Siti Nurbaya
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i3.02

Abstract

Background: Rambutan (Nephelium lappaceum L.) leaves have potential as a source of bioactive secondary metabolites, yet baseline data on their preliminary chemical profile and functional-group features are still limited. Objective: This study aimed to (i) screen the phytochemical constituents of rambutan leaf ethanol extract, (ii) verify major metabolite classes using thin-layer chromatography (TLC), and (iii) characterize dominant functional groups by Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Method: Dried rambutan leaves collected from Langkat Regency and Binjai City were extracted by maceration with 96% ethanol (1:10; 3×24 h), followed by remaceration (1×24 h). The filtrate was concentrated at 58 °C. Qualitative tests were conducted for alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. TLC analysis employed silica gel 60 F254 plates with class-specific mobile phases, while FTIR spectra were recorded in the range of 4000–600 cm⁻¹. Results: The extract yield was 25.7%. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, with TLC Rf values of 0.70 and 0.46 (alkaloids), 0.80 (flavonoids), 0.70 (tannins), and 0.50 (steroids). FTIR bands at 3365 cm⁻¹ (O–H), 3010 cm⁻¹ (aromatic C–H), 1629 cm⁻¹ (C=C), and 1048 cm⁻¹ (C–O) indicated oxygenated secondary metabolites, particularly phenolic-related compounds. Conclusion: The integrated phytochemical screening, TLC, and FTIR approach provides a concise chemical baseline for rambutan leaf ethanol extract, supporting its potential use in further standardization and marker-based studies.