Articles
Matematika dalam Era Globalisasi
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 1 No. 1, Juni 2002
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1487.74 KB)
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat pesat terutama dalam bidang informasi begitu cepat, sehingga informasi yang terjadi di dunia , dapat kita ketahui dengan segera, yang mengakibatkan batas Negara dan waktu sudah tidak ada perbedaan lagi. Akibat dari perkembangan IPTEK itu timbullah suatu masa atau era yang disebut dengan Era globalisasi. Dalam era globalisasi ini banyak yang akan terjadi, misalnya dalam bidang ekonomi adanya pasar bebas yaitu AFTA 2003 dan WTO. Dalam menghadapi era globalisasi itu faktor yang paling dominan adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM).Memasuki era globalisasi ini diperlukan sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetisi secara global. Sumber daya manusia dapat di tingkatkan, hanya dengan melalui pendidikan. Oleh karena itu diperlukan penyempurnaan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan globalisasi.Untuk meningkatkan mutu pendidikan, dalam hal ini pelajaran matematika sebaiknya materi pelajaran matematika dikaitkan dengan kehidupan nyata di masyarakat, kemudian guru mengangkatnya kearah konsep matematika tertentu. Untuk mengetahui apakah kompetensi dasar sudah dicapai atau belum perlu diadakan suatu evaluasi, sehingga indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus, tujuan pembelajaran umum dan tujuan mata pelajaran betul-betul tercapai.
Asesmen Proses
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 2 No.1, Agustus 2003
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1150.782 KB)
Asesmen dipakai untuk membuat suatu keputusan oleh guru. Keputusan tersebut dipakai untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Langkah- langkah proses dan pelaksanaan asesmen adalah merencanakan penilaian (plan assessment), mengumpulkan bukti ( gather evidence), menginterpretasikan bukti (Interpret evidence) , dan menggunakan hasil (use results). Dalam kegiatan belajar mengajar paling tidak ada dua hal yang dapat dinilai yaitu keberhasilan siswa dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar, dari kedua hal tersebut dapat di asessmen mengenai proses dan hasil.
MENGGUNAKAN OPEN-ENDED UNTUK MEMOTIVASI BERPIKIR MATEMATIKA
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1176.893 KB)
Dalam upaya meningkatkan kemampuan matematika seperti yang diharapkan, guru perlu mempersiapkan dan mengatur strategi penyampaian materi matematika kepada siswa. Hal ini dilakukan selain untuk mempersiapkan pedoman bagi guru dalam penyampaian materi, juga agar setiap langkah kegiatan pencapaian kompetensi untuk siswa dapat dilakukan secara bertahap, sehingga diperoleh hasil pemelajaran matematika yang optimal. Untuk melaksanakan pembelajaran matematika seperti di atas, diperlukan beberapa kecakapan guru untuk memilihkan suatu model pembelajaran yang tepat, baik untuk materi ataupun situasi dan kondisi pembelajaran saat itu. Sehingga pembelajaran tersebut dapat merangsang siswa untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. Dengan demikian siswa mampu menyelesaikan berbagai permasalahan baik dalam pelajaran ataupun dalam kehidupan sehari-hari.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1194.365 KB)
Model pembelajaran investigasi adalah salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang matematika. Dengan jalan memberikan kesempatan menyelidiki situasi- situasi yang menarik hati mereka, sehingga mereka dapat menyusun pola atau keteraturan, menyusun dugaan (conjectures), mencari data yang dapat mendukung dugaan tadi dan membuat kesimpulan.Dengan pembelajaran investigasi atau eksplorasi, diharapkan siswa dapat menemukan cara-cara baru dalam menggunakan pengetahuan matematika mereka dan menggunakan matematika sebagai alat untuk pemecahan masalah; dan berabstraksi berdasarkan pengalaman dalam pemecahan masalah yang terkait dengan konsep, ide, keterampilan, prosedur, dan struktur yang memiliki tingkat lebih pada aplikasi secara menyeluruh.
MENUMBUHKEMBANGKAN DAYA MATEMATIS SISWA
Mumun Syaban
EDUCARE 2008: Vol. 5 No. 2, Februari 2008
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1358.34 KB)
Mathematical power be abilitys which must be owned by student from and when doing mathematics. Mathematical power includes the ability to explore, conjecture, and reason logically; to solve non-routine problems; to communicate about and through mathematics; and to connect ideas within mathematics and between mathematics and other intellectual activity. The core concept of achieving mathematical power is that students develop mathematical power through problem solving, communication, reasoning, and connections.Kata Kunci: Mathematical Power, problem solving, reasonning, communication, and connection.
MENUMBUHKEMBANGKAN DAYA DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 6 No. 1, Agustus 2008
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1433.809 KB)
his research is carried out to obtain the empirical evidence concerning capability of discovering to raise the mathematical power and disposition of senior high school students (SMA). The population in this research is Senior High School Students, with sampel is SMA students from high level, medium level and lower level in environment in Education Departement in Bandung. This research just using research of control group design especially post-test. To knowing ability of disposition and power mathematical student used by the instrument test. Analysis data in this research using one way and two way ANOVA.The research result obtained as follows:(1) The mathematical power and disposition of student study which is use the study model of investigation that better than the student which is use study conventionally. (2) The mathematical power and disposition of student which is using model study of investigation grouply better than that student study use the model study of investigation individually. (3) The mathematical power and disposition of student has the cognitive style field independent (FI) better than student has the cognitive style field dependent (FD). (4) There are interaction between study models with level to school in mathematical power. (5) There are interaction between study model with cognitive style. (6) There are interaction between study models with level to school in mathematical disposition. (7) There are no interaction between study models with cognitive style in mathematical disposition.Key Words: Mathematical power, mathematical disposition, Cognitive Styles, problem solving, communication, reasoning, connections, and group investigation.
Penelitian Kuantitatif
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 3 No. 1, Juli 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1405.967 KB)
Penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan statistik, baik yang deskritif maupun yang inferensial tergantung tujuannya. Alat analisis yang dibicarakan di atas merupakan sebagian dari alat analisis yang biasa dan bisa digunakan pada penelitian. Masih banyak jenis dan metode lain yang lebih kompleks danlebih spesifik untuk mencapai beragam tujuan penelitian. Tetapi untuk keakuratan hasil penelitian yang perlu dierhatikan adalah instrumen penelitian dan persyaratan analisis statistik serta jenis ukuran. Untuk mempermudah perhitungan dapat digunakna program komputer, salah satunya dengan program SPSS atau Minitab.
Asesmen (Penilaian) Pembelajaran Matematika Berdasarkan Kurikulum 2004
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 3 No. 2, Oktober 2005
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2027.205 KB)
Dalam pembelajaran, sistem evaluasinya masih banyak didominasi oleh satu metode pengujian, yaitu tes kertas-pensil (paper and pencil test) yang hanya mengukur ingatan siswa terhadap informasi-informasi faktual dan prosedur-prosedur algoritmis saja. Saat ini, dalam kurikulum telah memasukkan tujuan-tujuan proses, sehingga tes-tes yang tertulis diperlukan untuk menilai perolehan keterampilan-keterampilan siswa. Proses ini merupakan bagian yang mendasar dalam pembelajaran. Salah satu saran auntuk negukur penilaian itu adalah dengan metode penilaian alternatif, yang mengukur kemampuan relatif siswa mencapai tujuan proses pengajaran.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematika Pada Siswa SMA
Suryati;
Mumun Syaban;
Irmawan
EDUCARE Vol. 10 No. 2, Desember 2012
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.191 KB)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Matematika. Peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran CORE, dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran CORE ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Bandung, pemilihan sampel dengan menggunakan sampel purposive, yaitu pengambilan sampel yang serupa dengan populasinya yang didasarkan kepada para ahli dalam hal ini yang menjadi ahlinya adalah guru Matematika kelas XI. Dari dua kelas yang terpilih, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran CORE dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah hasil selisih dati pretes dan post tes. Statistika yang digunakan adalah uji Anova. Dengan uji Anova menggunakan program SPSS. 12, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap model pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CORE.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis pada Siswa SMK
Meirina Lestari;
Mumun Syaban;
Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 12 No. 2, Desember 2014
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.949 KB)
This research was conducted to obtain empirical evidence about the impact of Problem Based Learning learning models to improve students' mathematical reasoning abilities in Vocational High Schools (SMK). This study used a quasi-experimental research design, to determine the increase in students' reasoning abilities used test instruments in the form of descriptions. The results of the study were obtained as follows. (1) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in high group students. (2) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in the middle group students. (3) There are differences in mathematical reasoning between students who learn using the Problem Based Learning model with students learning with conventional learning models in low group students. (4) There is a difference in the increase in mathematical reasoning abilities between students who study using the Problem Based Learning model and students who learn to use conventional learning models in group students as a whole are accepted.