SUCI PUTRI, SUCI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STEAM-ECE: Developing a STEAM Approach for Early Childhood Education in Indonesia Kay, Louise; Putri, Suci; Dewi, Finita; Buxton, Alison; Buyani, Tia
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025 (in the process)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v14i2.33363

Abstract

This paper examines the introduction of STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) education in Early Childhood Education (ECE) in Indonesia, focusing on the 2022 Merdeka Curriculum's (MoECRT, 2022) efforts to incorporate technology and digital literacy into learning. Despite some progress, teachers still face challenges implementing STEAM into their teaching practice due to a lack of confidence and resources. The study explores the STEAM-ECE project, a capacity-building initiative led by Maker{Futures} and universities in the UK and Indonesia, designed to empower pre- and in-service teachers and ECE lecturers with the skills and knowledge to implement STEAM learning. The project included hands-on workshops, where teachers gained skills and confidence in making and implementing a maker approach in their classrooms. Interviews were carried out with seven teachers and six ECE university lecturers who had attended the workshop and had implemented the sessions into their own practice. These interviews aimed to explore the workshop’s impact on teaching practice and how the ECE lecturers had assimilated the workshop content into their pre-service curriculum. The findings emphasize the importance of local expertise in sustaining STEAM education and highlight the potential of makerspaces as innovative learning environments. This study contributes new insights into STEAM implementation in ECE within Low- and Middle-Income Countries, offering a scalable professional development model adaptable to diverse cultural contexts.
Peran Tradisi Sungkeman Dalam Pembentukan  Nilai Sosial Keagamaan Di Tebing Tinggi Usnur, Uswatun; Pratama, Dimas; Khamaini, Alqo; Putri, Suci; Andary, Sri; Hayati, Nurmala; Andriani, Dela
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi sungkeman merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang hingga kini masih bertahan dan dipraktikkan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tradisi ini tidak hanya hadir sebagai simbol adat, tetapi juga sebagai representasi nilai moral dan keagamaan yang tertanam kuat dalam struktur sosial masyarakat. Sungkeman diwujudkan melalui sikap merendahkan diri, penghormatan lahir dan batin, serta ungkapan permohonan maaf dan doa kepada orang tua maupun sesepuh. Dalam konteks ini, sungkeman menjadi medium ekspresi nilai luhur yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan religius individu sejak dini. Di Kota Tebing Tinggi, tradisi sungkeman masih hidup dan terus dipraktikkan dalam berbagai momentum penting, terutama pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, acara pernikahan, serta pertemuan keluarga besar. Keberlangsungan tradisi ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai sosial keagamaan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Sungkeman dalam praktiknya tidak berdiri sendiri sebagai ritual budaya, melainkan menyatu dengan ajaran agama, khususnya nilai penghormatan kepada orang tua (birrul walidain), silaturahmi, kerendahan hati, dan rasa tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran tradisi sungkeman dalam membentuk nilai sosial keagamaan masyarakat Tebing Tinggi. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa nilai-nilai sosial keagamaan tidak hanya dibentuk melalui pendidikan formal atau pengajaran agama di lembaga keagamaan, tetapi juga melalui praktik budaya yang hidup dan dialami langsung oleh masyarakat dalam keseharian mereka. Tradisi sungkeman dipandang sebagai salah satu sarana pendidikan sosial keagamaan nonformal yang memiliki daya pengaruh kuat karena dijalankan secara emosional, simbolik, dan berulang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara rinci dan mendalam makna, proses, serta dampak tradisi sungkeman terhadap pembentukan nilai sosial keagamaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, orang tua, dan generasi muda, serta melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan sungkeman dalam berbagai konteks sosial. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai posisi tradisi sungkeman sebagai media pewarisan nilai sosial keagamaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.