Usnur, Uswatun
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Usnur, Uswatun; Aini, Intan; Amanda, Lisa; Nurul Fadillah, Nurul Fadillah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Administrasi pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena berfungsi sebagai sistem pendukung utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan berkualitas. Pengelolaan administrasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dan pendokumentasian, tetapi juga mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi seluruh kegiatan pendidikan di lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran administrasi pendidikan dalam pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini serta kontribusinya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala lembaga PAUD, pendidik, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan administrasi lembaga. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan administrasi pendidikan di lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini. Hal ini terlihat dari pengelolaan administrasi kurikulum yang terencana dengan baik, administrasi peserta didik yang tertib, administrasi pendidik dan tenaga kependidikan yang sistematis, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran. Selain itu, administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel turut berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap lembaga PAUD. Penerapan administrasi pendidikan yang efektif juga berdampak pada meningkatnya profesionalisme pendidik, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, serta terpenuhinya kebutuhan perkembangan anak secara optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan merupakan komponen strategis dalam pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penguatan sistem administrasi pendidikan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mewujudkan mutu layanan pendidikan PAUD yang berkualitas dan berorientasi pada perkembangan anak usia dini secara holistik.
Strategi Administrasi Pendidikan Dalam Meningkatkan Keterlibatan Orang Tua Di Pendidikan Anak Usia Dini Niswah, Alvi; Hayati, Nur; Revina, Nayla; Usnur, Uswatun
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi administrasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan orang tua di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan mengkaji literatur, jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dapat ditingkatkan melalui strategi administrasi yang terstruktur, meliputi pengelolaan komunikasi rutin antara pendidik dan orang tua, pengorganisasian kegiatan keluarga yang melibatkan anak dan orang tua, serta penyediaan informasi mengenai perkembangan anak yang jelas dan mudah diakses. Penelitian ini juga menemukan bahwa tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses teknologi dapat diatasi dengan kebijakan administrasi yang fleksibel dan inklusif. Kesimpulannya, strategi administrasi pendidikan yang sistematis dan kolaboratif dapat mendorong partisipasi aktif orang tua, sehingga mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak secara optimal.
Pro Dan Kontra Penggunaan Pengeras Suara Dalam Aktivitas Keagamaan Islam: Perspektif Masyarakat Non-Muslim Di Lingkungan Multikultural Tebing Tinggi Usnur, Uswatun; Ayu, Mahesa; Nainggolan, Mir-atul; Ramadhani, Nazla; Nabila, Putri; Andriarsih, Yudhistia
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan budaya, suku, ras, dan kepercayaan karena keragaman budaya dan agamanya. Hubungan agama dalam masyarakat majemuk membutuhkan sikap saling menghargai dan toleransi untuk menciptakan kerukunan hidup. Pemakaian pengeras suara dalam acara keagamaan Islam adalah salah satu masalah yang sering muncul dalam dinamika keberagaman, dan ini menghasilkan berbagai tanggapan dari bukan Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki persepsi masyarakat nonmuslim terhadap penggunaan pengeras suara dalam aktivitas keagamaan Islam di berbagai lingkungan. Orang non-Muslim yang tinggal di sekitar tempat kegiatan keagamaan Islam disurvei dan diwawancarai menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai hal, seperti tingkat toleransi, frekuensi penggunaan pengeras suara, dan pemahaman mereka tentang prinsip multikultural, memengaruhi persepsi orang nonmuslim. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi dan sikap saling menghormati antarpemeluk agama sangat penting untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat yang majemuk.
Pengaruh Kewiritan Terhadap Kehidupan Spritual Masyarakat Usnur, Uswatun; Anggraini, Sahfina; Sari, Suci; Putri, Aisyah; Hadiyanti, Annisa; Surbakti, Siti; Amanda, Ade
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewiridan merupakan salah satu bentuk praktik keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Muslim dan dilaksanakan secara rutin serta berkesinambungan. Kegiatan kewiridan meliputi berbagai amalan ibadah seperti dzikir, doa, pembacaan shalawat, istighasah, serta pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan baik secara individu maupun berjamaah. Praktik ini tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual yang memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kewiridan terhadap kehidupan spiritual masyarakat, dengan menitikberatkan pada aspek peningkatan kesadaran beragama, ketenangan batin, pembentukan akhlak, serta penguatan hubungan sosial antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan kewiridan, wawancara dengan tokoh agama dan anggota masyarakat yang aktif mengikuti kewiridan, serta dokumentasi terhadap kegiatan keagamaan yang berlangsung secara rutin. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis untuk menggambarkan keterkaitan antara intensitas pelaksanaan kewiridan dengan tingkat kehidupan spiritual masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewiridan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kehidupan spiritual masyarakat. Masyarakat yang secara konsisten mengikuti kewiridan menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah, memiliki ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, serta menampilkan perilaku yang lebih sabar, ikhlas, dan rendah hati. Selain itu, kewiridan juga berkontribusi dalam membentuk akhlak sosial yang baik, seperti sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan menjaga keharmonisan antarwarga. Kegiatan kewiridan yang dilaksanakan secara berjamaah turut mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian, kewiridan tidak hanya berfungsi sebagai media pendekatan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual dan sosial yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam pengembangan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat guna meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial secara berkelanjutan
Nilai Religius Dalam Tradisi Among-Among Di Desa Kuta Pinang, Kecamatan Tebing Syahandar, Kabupaten Serdang Bedagai Usnur, Uswatun; Jihad , Muhammad; Agustina, Kafilia; Asmarani, Sri; Saragih, Rabbiyah; Siregar, Syahfitri
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi among-among merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan selametan atau syukuran. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi among-among dalam kehidupan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi among-among berperan penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga, menjaga keharmonisan masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Meskipun terdapat perubahan dalam pelaksanaannya, esensi nilai kebersamaan dan rasa syukur dalam tradisi among-among masih tetap dipertahankan oleh masyarakat.