GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KONSTRUKSI SOSIAL REMAJA OSING TERHADAP RITUS BUYUT CILI SEBAGAI CIVIC CULTURE UNTUK PEMBENTUKAN JATIDIRI Suprijono, Agus; Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13, No 2 (2013): APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v13i2.3431

Abstract

Fokus penelitian adalah eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi remaja Osing terhadap Buyut Cili serta kesadaran diri atau konstruksi diri. Tujuan penelitian mendeskripsikan pembentukan pengetahuan, internalisasi nilai, dan motif tindakan serta identifikasi kesadaran diri. Metode penelitian fenomenologi, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah remaja Osing dalam konstruksi sosial terhadap realitas sosial dan budaya masyarakatnya mampu mengembangkan domain psiko-sosial yakni kebiasaan berpikir dan bersikap yang menopang berkembangnya harmonisasi kehidupan sosial dan komitmen sebagai anggota masyarakat yang bernalar dan diterima dengan sadar terhadap nilai dan prinsip hidup berdemokrasi.
GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PASYA, GURNIWAN KAMIL
SOSIETAS Vol 1, No 1 (2011): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v1i1.1106

Abstract

Gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas. Gotong-royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan, seperti gotong-royong dalam bentuk kerjabakti, dilakukan untuk kepentingan bersama; gotong-royong dalam bentuk tolong menolong pada saat melakukan pesta pernikahan, atau khitanan, beberapa hari sebelum pesta akan dilakukan terjadi sumbangan dari kenalan, tetangga ataupun kerabat datang membantu dalam bentuk bahan makanan, uang, ataupun tenaga, kemudian bantuan ini harus dikembalikan minimal dengan nilai yang sama. Bahkan gotong-royong dapat pula terjadi pada saat adanya musibah ataupun kematian salah seorang warga komunitas, hal ini tidak dapat disebut kepentingan bersama ataupun kepentingan pribadi tetapi rasa kemanusiaan yang muncul di antara warga, karena musibah datangnya tidak diperhitungkan ataupun diketahui, sehingga warga yang mendapat musibah tersebut memerlukan bantuan dari warga lainnya. Gotong-royong dapat terjadi di lahan pertanian yang berada di wilayah pedesaan berupa curahan tenaga pada saat membuka lahan sampai mengerjakan lahan pertanian, dan diakhiri di saat panen, bantuan dari orang lain seperti ini harus dikembalikan sesuai dengan tenaga yang orang lain berikan, hal ini terus menerus terjadi yang akhirnya menjadi ciri masyarakat, terutama yang memiliki mata pencaharian agraris. Khusus bantuan di lahan pertanian dicontohkan pada petani lahan kering, terutama pada sistem huma, karena pada sistem pertanian huma sangat jelas sekali pola gotong-royong yang mereka lakukan yaitu azas timbal-balik.
PERUBAHAN ORIENTASI MATA PENCAHARIAN PENGRAJIN LOGAM DESA CIBATU KECAMATAN CISAAT KABUPATEN SUKABUMI Firdaus, Farhan; Pasya, Gurniwan Kamil; Syam, Syaifullah
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.616 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v5i1.1514

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kondisi pengrajin logam, faktor yang mempengaruhi perubahan orientasi serta upaya yang dilakukan mantan pengarjin logam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan orientasi mata pencaharian masyarakat Desa Cibatu Kecamatan Cisaat terutama pada mata pencaharian pengrajin logam. Upaya yang dilakukan mantan pengrajin logam untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan menekuni mata pencaharian baru yang merupakan langkah nyata dari pemenuhan tanggung jawab. Alasan perubahan orientasi mata pencaharian disebabkan faktor sosial, ekonomi dan teknologi. Kata kunci :  mata pencaharian, pengrajin logam, industri kecil
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK –TALK –WRITE (TTW) DENGAN TRAFFINGER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI Lukman, Anggia Amanda; Pasya, Gurniwan Kamil; Eridiana, Wahyu
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.257 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v5i1.1510

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Think –Talk –Write (TTW), model pembelajaran  Traffinger dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam mata pelajaran sosiologi di kelas XI SMAN 10 Bandung. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen, pola penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan langkah memberi pretest, memberikan perlakuan dengan model pembelajaran yang sudah ditentukan pada dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dan memberi postets. Short method digunakan dalam pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran Think, Talk and Writen, Traffinger dan metode konvensional pada mata pelajaran sosiologi dengan derajat kebebasan 7 dan taraf signifikan 1% dan t hitung sebesar 3,499.Kata Kunci : Think –Talk –Write (Ttw), Traffinger, Berpikir Kritis