p-Index From 2021 - 2026
5.786
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PARIWISATA Jupri, Jupri
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i1.1686

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia pada akhir-akhir ini berjalan sangat pesat. Hal ini sejalan dengan usaha pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia dengan sebanyak mungkin menarik wisatawan mancanegara yang dapat menjadi sumber devisa di Indonesia. Untuk itu, berbagai kawasan wisata telah dikembangkan dengan cara membenahi objek-objek wisata dan sarana yang diperlukan. Pengembangan kawasan wisata di samping ditentukan oleh adanya objek wisata yang menarik dan unik juga diperlukan data mengenai sumberdaya alam di sekitarnya untuk pengembangan prasarana (hotel, jalan dan sebagainya) dan kebutuhan hidup sehari-hari para wisatawan seperti bahan makanan (sayur-mayur, daging, dan lain-lain) serta fasilitas-fasilitas lain (bank, pos, telepon dan sebagainya). Survei tanah, di samping dapat memberikan data-data yang diperlukan untuk pengembangan pertanian diharapkan pula dapat memberi gambaran secara umum tentang sumberdaya alam yang berkaitan dengan pariwisata. Kata kunci: Evaluasi kesesuaian lahan, pariwisata.
DESAIN SEBARAN TITIK KERANGKA DASAR PEMETAAN DETAIL SITUASI KAMPUS UPI BANDUNG Jupri, Jupri; Sugandi, Dede; Sugito, Nanin Trianawati
Jurnal Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kampus utama UPI melakukan pembangunan besar-besaran. Dalam rangka inventarisasi sarana dan prasarana kampus sebagai aset UPI diperlukan adanya pemetaan detail situasi kampus. Dari peta detail situasi kampus ini akan dihasilkan informasi posisi secara akurat. Penentuan posisi tersebut dilakukan dengan menggunakan metode tertentu untuk memecahkan parameter posisi (koordinat) berdasarkan pada suatu sistem referensi dan koordinat. Dalam pemetaan detail situasi kampus mutlak diperlukan titik kerangka dasar pemetaan. Representasi titik-titik kerangka dasar pemetaan tersebut di lapangan berupa Bench Mark/tugu yang memiliki nilai koordinat definitif, yang terintegrasi baik secara sistem nasional, bahkan di lingkup praktis global. Hingga saat ini pemetaan yang dilakukan di kampus UPI masih menggunakan sistem koordinat lokal. Hal ini disebabkan oleh kondisi Bench Mark/tugu yang rusak, hilang, atau tidak dapat digunakan lagi. Melalui penelitian ini akan dihasilkan desain sebaran titik kerangka dasar untuk pemetaan detail situasi kampus UPI. Desain sebaran titik kerangka dasar akan diupayakan memenuhi spesifikasi teknis yang distandarkan, sehingga akan dihasilkan lokasi Bench Mark/tugu yang aman dan memungkinkan keberadaannya dari waktu ke waktu akan terjaga dengan baik. Kata Kunci : titik kerangka dasar, pemetaan UPI.
TINGKAT KERUSAKAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN DI DAS CIKARO, KABUPATEN BANDUNG Pasya, Gurniwan Kamil; Jupri, Jupri; Murtianto, Hendro
Jurnal Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan karakteristik lahan di Sub Daerah Aliran Ci Karo, (2) Menghitung besar erosi dan sebarannya pada tiap satuan lahan DAS Ci Karo, (3) Menghitung besar erosi yang diperbolehkan pada lahan di DAS Ci Karo,(4) Menganalisis Kekritisan Lahan di DAS Ci Karo, (5) Menentukan Kelas Kemampuan Lahan di DAS Ci Karo, dan (6) Menentukan arahan konservasi lahan secara mekanis dan vegetatif. Metode penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, kuesioner dan uji laboratorium. Teknik analisis data menggunakan metode Persamaan Umum Kehilangan Tanah (PUKT). Hasil penelitian adalah (1) Besar erosi tanah permukaan pada lahan pertanian di Sub DAS Ci Karo, Kabupaten Bandung terbesar adalah pada satuan lahan AhIVTg yaitu sebesar 16.577,95 ton/ha/th dan besar erosi yang terendah terdapat pada satuan lahan AhISi, yaitu sebesar 0,01 ton/ha/th, (2) Besar erosi diperbolehkan berbeda-beda antar satuan lahan, erosi masih dapat diperbolehkan terbesar adalah pada satuan lahan AhITg yaitu 25,28 ton/ha dan terkecil pada satuan lahan ThIIIKb yaitu sebesar 5,68 ton/ha, (3) Lahan potensial kritis pada lahan pertanian memiliki kesuburan yang sedang hingga tinggi, kedalaman efektif tanah yang cukup. Lahan semi kritis terjadi karena faktor erosi, berkurangnya penutupan vegetasi, dan kemiringan lerengnya, (4) Kelas Kemampuan lahan terbagi menjadi : kelas III peruntukan pertanian sedang, kelas IV peruntukan pertanian terbatas, kelas VI peruntukan peternakan sedang dan hutan, kelas VII peruntukan peternakan terbatas dan hutan, dan kelas VIII peruntukan cagar alam atau hutan lindung, (5) Arahan konservasi lahan alternatif secara mekanis dan vegetatif dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan bentuk tata guna lahan dengan fungsi kawasan dan kemampuan lahannya. Sehingga fungsi kawasan terbagi menjadi kawasan lindung, penyangga dan budidaya tanaman tahunan. Aplikasi arahan konservasi berdasarkan pada jenis tindakan konservasi yang harus dilakukan sesuai dengan karakteristik lahan dan kemampuan lahan, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar sangat diperlukan guna mendukung suksesnya program konservasi lahan tersebut. Kata Kunci: erosi, kemampuan lahan, fungsi kawasan, konservasi.
SUBURBAN ZONING OF BANDUNG RAYA AREA Jupri, Jupri; Mulyadi, Asep
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v17i2.6888

Abstract

Suburban area or urban periphery have an important role in supporting the development of the city. This role become increasingly important as the development of suburban areas from rural characteristics (agricultural) to urban characteristics (industry and services). The aim of this study is creating zone of suburban areas in four zones, that is: (1) Urban Frame Zone; (2) Rural Urban Frame Zone; (3) Urban Rural Frame Zone; (4) Rural Frame Zone. The method used in this research is spatial analysis based on proportion of agrarian land use with settlement land use. The data source used is the satellite imagery of Landsat 8 in 2015 in the suburbs area of Great Bandung. The result of this research is a Peripheral Zone Map of Bandung Raya in 1: 300.000. The map can be used as a reference in structuring and controlling development policies in Bandung Raya.
EVALUASI RUTE TRANSPORTASI ANGKUTAN KOTA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Fadhillah, Ghina; Jupri, Jupri; Somantri, Lili
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v18i2.13547

Abstract

Kota Bogor memiliki 23 rute dan 3.406 angkutan kota. Namun, masih adanya rute yang mengalami overlap sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rute angkutan kota, menganalisis faktor yang mempengaruhi pemilihan rute dan memberikan rekomendasi rute angkutan kota di Kota Bogor. Metode penelitian yakni deskriptif. Sampel penelitian 86 supir dan 29 penumpang. Teknik analisis yang digunakan analisis indeks konektivitas, presentase dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute angkutan kota di Kota Bogor memiliki jaringan sirkuit, faktor yang paling berpengaruh pemilihan rute bagi supir yaitu biaya dan pendapatan. Bagi penumpang, pemilihan rute dipengaruhi oleh tarif, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu. Penelitian ini merekomendasikan empat rute paling efektif untuk angkutan kota 01, angkutan kota 03, angkutan kota 08, dan angkutan kota 15.
Penyelesaian Perkara Lalu Lintas Berbasis Elektronik dalam Upaya Mengurangi Penumpukan Perkara Dan Pungutan Liar Jupri, Jupri; Koni, Yoslan; Moonti, Roy
Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum Vol 23 No 2: November 2020
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/aijih.v23i2.52

Abstract

The purpose of this study is to determine the implementation of electronic-based traffic case resolution in the regions to determine the obstacles in solving electronic-based traffic cases. This type of research uses empirical research. The type of research used in this research is empirical research. Implementation of electronic-based traffic case settlement in the regions, where the offender receives a ticket ID via SMS, then makes a transfer via a bank account. After that, bring proof of e-ticket payment to the district attorney to exchange the confiscated evidence, then the offender gets a ticket ID via SMS, the offender goes to the district court to attend the trial and pay there and the offender receives the ticket ID via SMS. Offenders come to the court to see the announcement of the traffic court and the court directs to pay at the prosecutor's office and the obstacles to solving electronic-based traffic cases, namely legal factors, social factors and community factors. In the implementation of the settlement of traffic cases in the future, this should be stated in the law so that its application can still be clearer, then more in-depth socialization is also needed regarding the prosecution process so that the public will be able to understand. Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penyelesaian perkara lalu lintas berbasis elektronik di daerah untuk mengetahui hambatan-hambatan penyelesaian perkara lalu lintas berbasis elektronik. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian empiris. Pelaksanaan penyelesaian perkara lalu lintas berbasis elektronik di daerah yaitu pelanggar menerima ID Tilang melalui SMS, kemudian melakukan transfer melalui rekening bank. Setelah itu membawa bukti pembayaran e-Tilang ke kejaksaan negeri untuk ditukar dengan barang bukti yang disita, kemudian si Pelanggar mendapatkan ID Tilang melalui SMS, si pelanggar ke pengadilan negeri untuk mengikuti sidang dan membayar disana dan si pelanggar menerima ID Tilang melalui sms. Pelanggar mendatangi pengadilan untuk melihat pengumuman sidang lalu lintasdan pihak pengadilan mengarahkan untuk membayar di kejaksaan dan hambatan-hambatan penyelesaian perkara lalu lintas berbasis elektronik yaitu faktor hukum, faktor social dan faktor masyarakat. Dalam pelaksanaan penyelesaian perkara lalu lintas kedepan seharusnya ini dituangkan di dalam undang undang sehingga penerapannya masih bisa lebih jelas, kemudian juga dibutuhkan sosialisasi yang lebih mendalam terkait dengan proses penindakannya sehingga masyarakat akan bisa memahami.
KERAJINAN TENUN DI DESA WUNA Jupri, Jupri; Halim, Muliha
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i2.15464

Abstract

ABSTRAK: Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk menjelaskan (1) proses tenun sarung Muna di Desa Wuna Kecamatan Barangka, (2) ragam dan motif dari warna sarung tenun pada masyarakat Muna barat (3) makna simbolik sarung Muna barat di Desa Wuna. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat pada bulan April sampai bulan September 2019. Jenis penelitian ini adalah tipe kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini difokuskan pada kerajinan tenun di Desa Wuna Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: Kerajinan sarung tenun adat Muna barat dalam proses pembuatanya dilakukan dalam dua tahapan dan menggunakan 2 orang  tenaga yaitu tahap menghani atau meluruskan (desoro) dan tahap menenun (domooru). Alat-alat yang digunakan dalam menghani dan menenun antara lain yaitu benang, katai (papan untuk menenun), tetera, bhibhita (mata gun), parambhibhita, kangkai, dhangka (sisir kain), kaju, ati, tali kundo (papan penahan punggung), bhalida (pengetek), kusoli, lobu (tempat gulung benang) suambi (tali pembantu), ka’e, kandole, kafetadaha, kabhuntulaha, kaghua. Dan bentuk warna sarung serta makna simbolik sarung adat Muna barat disesuaikan dengan stratifikasinya yaitu golongan kaomu (golongan bangsawan, golongan walaka (golongan sara), golongan fitubhengkauno (golongan terendah). Kata Kunci: Proses, Ragam Motif Dan Makna Sarung ABSTRACT: The objectives of this study are: to explain (1) the weaving process of the Muna sarong in Wuna Village, Barangka District, (2) the variety and motifs of the color of the woven sarong in the West Muna community (3) the symbolic meaning of the Muna barat sarong in Wuna Village. This research was conducted in Wuna Village, Barangka District, West Muna Regency from April to September 2019. This type of research is a qualitative type with an ethnographic approach. This research is focused on weaving crafts in Wuna Village, Barangka District, West Muna Regency. The results of this study explain that: The craft of the traditional Muna barat woven sarong in the manufacturing process is carried out in two stages and uses 2 personnel, namely the fishing or straightening stage (desoro) and the weaving stage (domooru). The tools used in farming and weaving include threads, dwarfs (boards for weaving), tetera, bhibhita (gun eyes), parambhibhita, kangkai, dhangka (cloth combs), kaju, ati, kundo rope (back support boards). , bhalida (pengetek), kusoli, lobu (where the thread rolls) suambi (supporting rope), ka'e, kandole, kafetadaha, kabhuntulaha, kaghua. And the shape of the color of the sarong and the symbolic meaning of the traditional western Muna sarong are adjusted to the stratification, namely the kaomu group (aristocratic class, walaka group (sara group), fitubhengkauno group (lowest class).  Keywords: Process, Variety of Motifs and Meanings of the Sarong
TINJAUAN YURIDIS ATAS KEWAJIBAN INVESTASI SAHAM PERUSAHAAN PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DI BIDANG PERTAMBANGAN BATU BARA DI SAMARINDA BERDASARKAN UU NO. 25 TAHUN 2007 Jupri Jupri
Journal of Law ( Jurnal Ilmu Hukum ) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.073 KB)

Abstract

ABSTRACT In the implementation of National Development , foreign investment has the role and position are very important for businesses as well as the center area . For foreign capital investment in the field of mining , especially PT . United Coal - Samarinda -based Housing Jl.DIPanjaitan . Citraland City office for the I -walk Blue Lane N0.01 in accordance with the legislation in force by the Chairman of BKPM ( Investment Coordinating Board ) on the basis of the Contract of Work . Foreign investment company that is run for the whole or part in Indonesia as a separate business unit to be incorporated Indonesian law and domiciled in Indonesia . PT . United Coal - Samarinda has been established in accordance with the terms of the shape , position and area trying applicable , all of the capital is foreign , must provide opportunities for participation by national capital effectively after a certain period of time and according to the balance prescribed by the Government . In fact , the efforts that have been made both Local and Central Government can not be fully implemented in our own strength . Various well as : capital accumulation has not been effective and efficient , Skills ( skills) , and management capabilities are not yet sufficient technology often creates a potential conflict between the needs of the real economic power by using funds derived from domestic and from abroad
Etos Kerja dan Religiusitas Sopir Angkutan: Studi di Kabupaten Bulukumba Jupri Jupri
SOSIORELIGIUS Vol 1 No 1 (2015): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v1i1.4519

Abstract

Tulisan ini membahas pengaruh keberagamaan dan etos kerja sopir angkutan umum di Desa Kindang Kab. Bulukumba, keberagamaan yang dimaksud adalah ibadah sholat dan keberagamaan dalam hal interaksi dan solidaritas sesama sopir, dan bagaimana pengaruh keberagamaan terhadap etos kerja sopir, dengan menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan keberagamaan dan etos kerja sopir angkutan umum di Desa kindang Kec. Kindang Kab. Bulukumba. Hasil menunjutkan bahwa bahwa keberagamaan dalam hal sholat lima waktu mayoritas sopir tetap melaksanakan dan ada juga yang tidak melakukan, dan keberagamaan dalam hal interaksi sesama sopir sangat baik sopir saling membantu dan tolong monolong. Pengaruh keberagamaan terhadap etos kerja sopir dapat memberikan pengaruh, sopir tetap perpegang teguh pada kejujuran, menghargai waktu, dapat memperbaiki pendidikan.
Pengukuran Topografi Untuk Pembangunan Penampungan Air Bersih (Studi Kasus: Daerah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat) Mochammad Rizky Miftah Fauzan; Jupri Jupri; Riki Ridwana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.68 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v6i1.5141

Abstract

Abstrak: Peta merupakan gambaran kecil atau miniatur kenampakan dari suatu permukaan bumi yang direpresentasikan dalam bidang datar yang meliputi kenampakan alamiah maupun buatan manusia dan memiliki ukuran yang disebut skala. Saat ini perkembangan pembangunan semakin pesat, kebutuhan peta semakin meningkat. Peta sangat penting untuk perencanaan suatu pembangunan. Belum terpetakanya sumber mata air di Rajamandala membuat pengelolaan sumber mata air di kawasan tersebut tidak efektif. Agar pengelolaanya efektif dan efisien dibutuhkan peta topografi di kawasan sumber mata air untuk digunakan sebagai rencana pembangunan penampungan sumber mata air. Peta topografi merupakan peta yang menampilkan gambaran permukaan bumi baik alamiah maupun buatan manusia dan unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Pengambilan data dalam pengukuran topografi ini menggunakan metode pengukuran terestris yang dilakukan langsung dilapangan dengan alat seperti ETS, meteran, GPS, prisma, statif, dan jalon. Pengukuran BM dilakukan dengan menggunakan GPS Handheld Trimble. Terdapat dua BM yang menjadi titik referensi pemetaan. Hasil dari pengukuran ini yaitu peta topografi skala 1: 500 yang pemanfaatnya digunakan untuk rencana pembangunan penampungan sumber mata air di Rajamandala. Kata kunci: Peta Topografi, Pengukuran Topografi, Sumber Mata Air Abstract: Map is a small picture or miniature of the appearance of a surface of the earth that is represented in a flat area that includes both natural and man-made, and has a measure called scale. Nowadays, current development of developmental is growing rapidly, the needs for map used are increased. Maps are a crucial things for planning a development. With the uncharted springs in Rajamandala making the management of the springs in the area ineffective. In order to be effective and efficient management, a topographic map in the spring area is needed to be used as a plan for the establishment of a spring source. Topographic map is a map that displays a picture of the earth's surface both natural and man-made and relief elements are presented in the form of contour lines. Data collection in this topographic measurement is using terrestrial measurement methods carried out directly in the field with tools such as ETS, meter, GPS, prism, stative, and jalon.BM measurements are carried out using Trimble GPS Handhelds. There are two BMs that become the reference point for mapping. The results of this measurement are a 1: 500 scale topographic map, the use of which is used for the construction of a spring water reservoir in Rajamandala. Keywords: topographical map, topographical measurement, water source (springs
Co-Authors - Sapriya Abd Haris Afriantoni Afriantoni ahmad, isnawir Akbar, Iqbal Subagja Aliyan, Silmi Afina Amaluddin Amaluddin Amrullah, Baso Andi Fitriani Djollong Aprianoto, Aprianoto Ariawan, Ariawan Arif Rahman Asep Mulyadi Azmi, Haerul Budhi Santoso Budiman, Teguh cahyono, didik Carles Tri Samudra Cruz, Mawardi De La Dede Sugandi Dina Siti Logayah Efrizal Efrizal Fadhillah, Ghina Fahra Tri Arita Sarinah Faturrahman, Mohammad Fazrian, Fazrian Firman, Edi Fitriyanti Fitriyanti Frengki Eka Putra Surusa Fuji Astuti GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL Hadri, Muhammad Arika Hafiz, Muhammad Alimul Halim, Muliha Hanif, Fadzi Hassan, Ahmad Javed Hendro Murtianto, Hendro Huljannah, Mifta Husein, Muhammad Ahmi Ilyas, A. Sitti Kumala Imran, Muhammad Afit Irma Irma Irma Irma Jamal Jamal Juanda Juanda Jumadil, Jumadil Jumawati, Jumawati Kindom Makkulawuzar Kirani Kirani Koni, Yoslan Lamanasa, Muh. Syarif Lili Somantri Makmun Makmun Malpaleni Satriana Manu, Said Malika Tridane Melani Sukma Laido Mochammad Rizky Miftah Fauzan Moonti, Roy Muhammad Rendi Muhammad Saiin Muhammad Tobar Mulias, Ismail Musni, La Ode Muzakkir Muzakkir Nana Supriatna Nur Hasmi, Isnaeni Nurjamal Nurjamal Nurjamal, Nurjamal Nurmiati Nurmiati P, Umar Paryadi Paryadi, Paryadi Purnasari, Iis Rafika Nur Ridwana, Riki Risky Putra Cahyadi Romadhoni Rosmiati Ramli Roy Marthen Moonti Saleh, Abd. Rahman Samsuddin, Nurul Syazwana Binti Sandy, Ricky Ari Setiawan Assegaf Sigarlaki, Nadya Aurelya Siswandi B Sri Wahyuni Suardi Rais Subhan Subhan Sugito, Nanin Trianawati Suherni Suherni Suherni Suherni, Suherni Syahriana, Irna Syamsuriah, Syamsuriah Tenriabeng, Indri Maharani Thaliana Primawardani, Astried Warsandi, Ishaq Wijaya, Anung Wulandari Nurul Utami Yakob, Ricky Yakub Malik, Yakub Yumami, Eva