Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelaksanaan Program Pendidikan Karakter di Madrasah Tsanawiyah Negeri 14 Jakarta Aulia Fajarianti; Saryono Saryono; Noor Mela Santi; Muhamad Gifar
Journal of Citizenship Values Vol. 1 No. 1 (2023): Transformasi Harmoni: Kurikulum, Program Pendidikan Karakter, HAM dan Bhineka T
Publisher : STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program pendidikan karakter di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian observasi. Metode penelitian observasi digunakan untuk mengamati secara langsung implementasi program pendidikan karakter di berbagai konteks pendidikan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan pembelajaran dan interaksi antara guru dan siswa dalam pelaksanaan program pendidikan karakter. Hasil yang didapat bahwa program pendidikan karakter terbukti dapat merubah serta memberi pertahanan secara bertahap dalam membangun serta memulihkan karakter peserta didik dari pengaruh gadget di era globalisasi serta majunya perkembangan teknologi saat ini. Dengan penyatuan unsur nilai-nilai Agama Islam, Ilmu Pengetahuan, serta penanaman nilai Budaya dengan melestarikannya dalam program pendidikan karakter bangsa di Madrasah  Tsanawiyah Negeri 14 Jakarta telah membawa peserta didiknya menjadi siswa/siswi yang cerdas berprestasi, berjiwa nasionalis, serta berakhlakul karimah. Selain itu, terwujud Ukuwah Islamiyah yang baik dilingkungan sekolah serta keluarga dan masyarakat sekitar.  
The Role of the Tri Pusat Pendidikan in Combating Cyberbullying in Adolescents Saryono, Saryono; Astuti, Sari; Susi, Susi
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 15 No 2 (2024): Innovative Educational Practices and Learning Strategies
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v15i2.1827

Abstract

Cyberbullying in adolescents involves strong emotional aspects, where emotional disturbances serve as crucial signals in these cases. This research aims to understand the role of the Tri Pusat Pendidikan in addressing cyberbullying in adolescents. A literature review approach was employed by gathering data from various sources such as articles, books, journals, documents, and websites, which were analyzed meticulously. The research findings indicate that cyberbullying in adolescents is a complex issue influenced by their emotions and moral values. When emotions are disturbed or moral values are low, cyberbullying can act as a trigger. Psychological support for adolescents who are frequent victims of cyberbullying becomes crucial as they may face difficulties in receiving love and communicating effectively. Effective preventive measures need to focus on character education rooted in moral values. To achieve this, collaboration between family, school, and society namely Tri Pusat Pendidikan is highly essential. Through this collaboration, it is hoped that adolescents can understand the importance of respecting others, avoiding bullying behavior, and using communication technology responsibly.
Ecological Citizenship Based on Green Constitution through Environmental Education Pudjiastuti, Sri Rahayu; Saryono; Hardianto, Lutfi
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 16 No 1 (2024): Advancing Education through Innovation and Technology
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v16i1.2088

Abstract

Problems associated with green constitution-based ecological citizenship include challenges in law enforcement, conflicts between economic and environmental interests, social inequality, and difficulties in encouraging adequate public participation. The purpose of this research is to see how the green constitution can help raise environmental awareness in Indonesia through education. The research found, using a qualitative approach and literature analysis techniques, that environmental education should be part of the national curriculum. The results show that education based on environmental principles can make people more involved in environmental protection.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL BAGI KADER PKK & POSYANDU Saryono; Astuti, Sari; Hardiyanto, Lutfi; Nurjanah, Kokom
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.029 KB) | DOI: 10.58738/publica.v1i2.17

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan bagian dari Tridharma Pendidikan Tinggi untuk dapat memberikan kontribusi dan memberdayakan rakyat  Indonesia yang  memerlukan. Untuk itulah Tim PKM STKIP Kusuma Negara berkolaborasi dengan TPKK Desa Sanja melakukan kegiatan peningkatan keterampilan literasi digital kepada kader PKK, Posyandu dan remaja di wilayah Desa Sanja. Kegiatan tersebit dilakukan dalam bentuk penyuluhan terkait keterampilan Literasi digital dan pelatihan penggunaan komputer secara langsung untuk mengolah data. Keterampilan literasi digital merupakan hal yang sangat mereka butuhkan untuk lebih meningkatkan pelayanan mereka kepada masyarakat sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak di wilayah Desa Sanja. Terlebih lagi banyak sekali tugas- tugas dan pelaporan kinerja mereka harus dilakukan secara digital karena terhubung  langsung dengan pengolahan data milik pemerintah. Lebih dari dua puluh lima peesta hadir dan secara antusias mengiikuti kegiatan. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme mereka bertanya jawab dengan pemateri dan semangat mereka menyelesaikan tugas tuga s mereka. Pelatihan penggunaan komputer dapat dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah laptop yng dipinjamkan oleh tim PKM dan sejumlah masyarakat desa Sanja. Peran serta mahasiswa yang  menjadi tutor pendamping  saat pelatihan komputer mendapat respon sangat positif dari peserta. Dengan kolaborasi kita bisa berinovasi walau dalam keterbatasan.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI ERA DIGITALISASI 5.0: MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR Saryono, Saryono
Educatus Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Educatus
Publisher : YAYASAN PERCIKAN INSAN MANDIRI (PRISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69914/educatus.v2i2.13

Abstract

Civic education is highly crucial in elementary schools because technology has entered the era of 5.0 digitalization, demanding that the younger generation possess a profound understanding of civic values and the ability to adapt to rapid global changes. This article aims to investigate the importance of civic education for elementary school students. The methodology employed in this article involves the use of literature review, encompassing data collection from various literary sources, reading, note-taking, and processing relevant references related to the issues under study. The research findings indicate that civic education in elementary schools prepares students to become good citizens, possessing strong character, tolerance, and critical thinking skills, thereby enabling them to actively contribute to building an inclusive and dynamic society. This implies that education significantly contributes to shaping citizens with high morality, strong character, and the ability to compete globally in today's complex contemporary era.
Relevansi Nilai-nilai Pancasila dalam Mengasah Kritisisme Masyarakat Modern Hardiyanto, Lutfi; Irawatie, A; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 5 No. 1 (2025): Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi, Kewarganegaraan, dan Kearifan Lokal dalam Era
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v5i1.2274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai Pancasila dalam mengasah kemampuan berpikir kritis masyarakat Indonesia di era disinformasi. Dalam konteks era digital yang ditandai dengan maraknya hoaks dan informasi yang menyesatkan, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Melalui analisis literatur, penelitian ini mengungkap bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki potensi besar dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan konteks sosial budaya, kualitas pendidikan Pancasila, dan keteladanan tokoh publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Pancasila yang efektif dan relevan dengan konteks zaman serta dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengoptimalkan peran Pancasila dalam membentuk masyarakat Indonesia yang kritis dan berkarakter.
Peran Strategis Media Massa dalam Mengungkap Kasus Pungli: Transparansi, Akuntabilitas, dan Pendidikan Antikorupsi dalam Tata Kelola Pemerintahan Kurniati, Pat; Nursyamsiah, Sifa; Barokah, Agun; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 5 No. 1 (2025): Penguatan Nilai-Nilai Demokrasi, Kewarganegaraan, dan Kearifan Lokal dalam Era
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v5i1.2289

Abstract

Media massa memiliki peran strategis sebagai alat penyampaian informasi yang efektif, khususnya dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas di masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat dan menghambat tata kelola pemerintahan yang bersih. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana peran media massa dalam mengungkap praktik pungli dan dampaknya terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengandalkan data sekunder dari jurnal, artikel, dokumen hukum, dan laporan lainnya. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa media massa memainkan peran signifikan dalam mengungkap berbagai kasus pungli, mulai dari pelayanan publik hingga sektor pendidikan. Media massa juga terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan tekanan moral kepada pemerintah untuk bertindak tegas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa tidak hanya membantu mempublikasikan kasus-kasus pungli tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial. Media massa mendorong partisipasi masyarakat, mengedukasi tentang bahaya korupsi, dan mendukung penegakan hukum. Kesimpulannya, media massa merupakan pilar penting dalam memberantas pungli dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara media, masyarakat, dan pemerintah untuk menghadapi tantangan pungli di berbagai sektor.
Negara, Kedaulatan, dan Perlindungan Rakyat: Analisis Kelemahan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia dalam Perspektif Ilmu Negara Saryono; Iriansyah, Herinto Sidik
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/gw383e69

Abstract

This article examines the shortcomings of Indonesia’s response to human trafficking through both classical and contemporary theories of the state. The core issue is the gap between the state’s foundational principles protection, welfare, and justice and the sporadic, largely administrative implementation of anti-trafficking policies. The study aims to assess how far the state fulfills its constitutional functions as sovereign authority and human-rights guarantor, and to formulate institutional reform recommendations. Employing a qualitative-descriptive approach that combines normative analysis with philosophical reflection, the research relies entirely on secondary sources: statutes and regulations, national and international reports especially the 2024 Trafficking in Persons Report and scholarly books and journal articles on state theory. The analysis proceeds through four stages: conceptual identification, empirical context exploration, theory–fact integration, and critical synthesis. Findings reveal that the protective function remains ineffective, marked by limited victim identification, a predominance of administrative sanctions, and poor access to recovery services. The welfare function is weakened by insufficient social security and vocational education for vulnerable groups. The justice function is compromised by symbolic law enforcement, official complicity, and preferential treatment of influential offenders. Weak inter-agency coordination and the absence of unified command widen the norm–practice gap, creating a legitimacy deficit for the state. In conclusion, the state is present legally yet substantively absent in the trafficking crisis. Structural reforms are required: stronger national coordination, a rights-based approach, nondiscriminatory enforcement of the rule of law, and a reconstruction of sovereignty as an ethical responsibility to safeguard human dignity.
Pemberdayaan Anggota DPRD Dalam Menghadapi Tantangan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Di Propinsi Jawa Tengah Pudjiastuti, Sri Rahayu; Iriansyah, Herinto Sidik; Utami, Purwani Puji; Vioreza, Niken; Saryono, Saryono
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 5 No. 1 (2025): Inovasi Edukatif dan Teknologi Partisipatif untuk Pemberdayaan Komunitas dalam
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v5i1.2296

Abstract

Pertanian berkelanjutan merupakan pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, namun sektor ini menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, regenerasi petani, keterbatasan teknologi, dan lemahnya kelembagaan petani. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, khususnya Komisi B, agar mampu merespons tantangan pembangunan pertanian melalui peningkatan kapasitas legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Metode yang digunakan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari dengan pendekatan diskusi tematik, presentasi narasumber ahli, dan sesi reflektif ESQ yang melibatkan 108 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anggota DPRD terhadap konsep pertanian berkelanjutan, pentingnya kolaborasi multipihak, serta urgensi kebijakan berbasis data untuk perlindungan dan pemberdayaan petani. Kesimpulannya, peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan dan kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam mendorong kebijakan pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Membangun Keberanian Melapor Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Kurniati, Pat; Jamilah, Jamilah; Pudjiastuti, Sri Rahayu; Rumiati, Sri; Irma, Dasih; Maemunah, Sari; Septipane, Dwi; Susi, Susi; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Saryono, Saryono
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 5 No. 1 (2025): Inovasi Edukatif dan Teknologi Partisipatif untuk Pemberdayaan Komunitas dalam
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v5i1.2338

Abstract

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan, namun pelaporan oleh korban atau saksi sering terkendala oleh rasa takut, stigma sosial, dan minimnya pemahaman tentang hak dan mekanisme pelaporan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun keberanian pelajar dalam melaporkan kekerasan seksual sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan. Program dilaksanakan melalui seminar edukatif dan diskusi interaktif di SMK YAPPA Depok pada 15 Februari 2025, dengan metode penyuluhan, studi kasus, dan evaluasi kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 97,4% peserta merasa lebih memahami hak-hak individu serta lebih siap menjadi pelapor dan agen perubahan dalam isu kekerasan seksual. Peserta juga menilai bahwa pendekatan yang digunakan efektif dalam meningkatkan keberanian dan kesadaran akan pentingnya pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kritis siswa dan perlu direplikasi dengan dukungan kelembagaan yang lebih sistematis agar dampaknya berkelanjutan.