Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN ETNOBOTANI MASYARAKAT SEKITAR CAGAR ALAM MUTIS TIMAU, DESA NENAS, KECAMATAN FATUMNASI, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Putri Yoland Anggraini Toy; Ludji Michael Riwu Kaho; Astin Elise Mau; Lusia Sulo Marimpan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan untuk kebutuhan pribadi, salah satunya Desa Nenas yang merupakan desa penyangga Kawasan Cagar Alam Mutis Timau yang memanfaatkan tumbuhan bermanfaat dalam kawasan sehingga berpotensi menghilangkan keanekaragaman hayati tumbuhan bermanfaat yang ada di Cagar Alam Mutis Timau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan; cara pengolahan dan mengetahui status konservasi tumbuhan obat, tumbuhan pangan, dan tumbuhan pewarna yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan ketinggian tempat yang ada di Desa Nenas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan deskriptif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik analisis vegetasi, pengamatan langsung di lapangan untuk menemukan jenis tumbuhan, hasil wawancara serta dokumentasi. Wawancara menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian ditemukan terdapat 36 jenis tumbuhan obat dari 28 famili, tumbuhan pangan 11 jenis dari 9 famili, sedangkan tumbuhan pewarna yang ditemukan ada 2 jenis dari 2 famili. Bagian tumbuhan obat yang digunakan daun 77%, batang dan akar 5%, tunas 3%, rimpang 2%, dan untuk semua bagian 8%. Untuk tumbuhan pangan digunakan buah 73%, umbi, daun dan batang serta semua bagian 9%. Tumbuhan pewarna yang digunakan kulit batang dan daun 40%, rimpang 20%. Cara pengelolaan tumbuhan obat yaitu direbus, dikucak/diremas-remas, dikunyah, ditumbuk, ditempel, dibakar dan diseduh. Tumbuhan pangan langsung dimakan dan ada yang diolah. Untuk tumbuhan pewarna ada yang langsung direbus, ditumbuk lalu direbus, dan diparut lalu direbus. Status konservasi berdasarkan IUCN sebanyak 58% masuk dalam kategori Least Concern, Not Evaluated 36%, sedangkan untuk kategori Data Deficient, Near Threatened, dan Vulnerable 2%.
DINAMIKA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) AMNINO BUTIN DI DESA OEBOLA, KECAMATAN FATULEU, KABUPATEN KUPANG DALAM PROGRAM REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN Charlita Billy; Ludji Michael Riwu Kaho; Yusratul Aini; Nixon Rammang
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan hutan dan lahan yang keliru dapat memicu dampak negatif seperti penggundulan hutandan penurunan kualitas tutupan lahan. Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah menginisiasi ProgramRehabilitasi Hutan dan Lahan melalui kegiatan reboisasi dan penghijauan. Keberhasilannya sangatdipengaruhi oleh partisipasi aktif dan dinamika Kelompok Tani Hutan sebagai pelaksana di tingkattapak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik individu anggota, (2) gambaranpelaksanaan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan, (3) tingkat dinamika kelompok pada KelompokTani Hutan Amnino Butin di Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, serta (4)menganalisis hubungan yang signifikan antara karakteristik individu (usia dan tingkat pendidikan)dengan dinamika kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixedmethods) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus terhadap seluruhanggota Kelompok Tani Hutan Amnino Butin yang berjumlah 37 orang, sedangkan analisis hubunganantarvariabel diuji menggunakan analisis statistik non-parametrik Uji Korelasi Rank Spearmanbantuan IBM Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwakarakteristik anggota Kelompok Tani Hutan didominasi oleh kelompok usia produktif 41–50 tahundengan latar belakang pendidikan formal mayoritas lulusan SD dan SMP. Pelaksanaan programRehabilitasi Hutan dan Lahan yang mengelola lahan seluas 50 ha di Kawasan Hutan Lindung SisimeniSanam blok Butin telah berjalan secara sistematis melalui tiga tahapan utama yang terukur, yaituperencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Secara akumulatif, tingkat dinamikaKelompok Tani Hutan Amnino Butin berada pada kategori tinggi tergolong dinamis dengan nilai rataratatotal sebesar 133, di mana tujuh indikator dinamika kelompok berada pada kategori tinggi danhanya indikator tekanan kelompok yang berada pada kategori rendah. Hasil uji korelasi RankSpearman membuktikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia maupun tingkatpendidikan dengan tingkat dinamika kelompok pada Kelompok Tani Hutan Amnino Butin.Kata Kunci: dinamika kelompok, kelompok tani hutan, karakteristik individu, rehabilitasi hutan dan lahan.