Claim Missing Document
Check
Articles

DAYA TANGGAP BAPPEDA DALAM PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN DI KANTOR BAPPEDA KABUPATEN PIDIE JAYA Wafa, M Zaki; Trimurni, Februati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i1.18425

Abstract

Pendekatan New Public Management membentuk pemerintah daerah mengindetifikasi kebutuhan pembangunan daerah dalam perencanaan pembangunan. Melalui daya tanggap Bappeda Kabupaten Pidie Jaya menjalankan proses pemerintahan daerah dan ajang demokrasi 5 tahunan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Pidie Jaya, kemampuan SDM Bappeda Kabupaten Pidie Jaya merespon usulan pembangunan masyakarat dan partisipasi dari pemangku kepentingan dalam proses penyusunan RPJMK Pidie Jaya menjadi tujuan utama pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, analisis dokumen, dan dokumentasi. Data diperoleh dan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan responsivitas lembaga publik menurut Agus Dwiyanto.  Hasil penelitian menujukkan bahwa daya tanggap Bappeda Kabupaten Pidie Jaya terjawab melalui pelaksanaan proses Musrenbang yang memberikan perwakilan masyarakat atau kepala desa mewakilkan usualan masyarakat desa. Keterbatasan waktu menjadi kendala utama karena tidak semua usulan pembangunan dapat tersampaikan oleh perwakilan masyarakat. Demi mendukung argumentasi usulan yang telah disampaikan, Bappeda Kabupaten Pidie Jaya merespon secara inklusif melalui pemutakhiran data atau informasi antar SKPK, mempertimbangkan pendanaan daerah, dan mempertimbangkan visi dan misi Bupati Pidie Jaya atas kepentingan pembangunan Kabupaten Pidie Jaya.
Desentralisasi Pendidikan melalui Kurikulum Muatan Lokal dalam Menjaga Kearifan Lokal di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara Sazkya, Alya; Trimurni, Februati
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.4141

Abstract

Decentralization of education empowers the North Sumatra Provincial Education Office to develop a local content curriculum to preserve local wisdom amidst the currents of modernization and globalization. However, its implementation faces obstacles such as limited resources, low stakeholder participation, and a lack of school and teacher preparedness. This study aims to describe the implementation of educational decentralization through a local content curriculum in preserving local wisdom. The method used is descriptive qualitative with informants from the Education Office officials, principals, teachers, students, and parents. The analysis uses the Lindblom incremental model with three indicators: adjustment to community needs, continuous renewal, and actor participation. The results show that the normative authority of the provincial government has not been optimal. Some high schools do not implement local content due to a lack of policy socialization. Implementation is more through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) from the central government. Information transparency, provision of adequate resources, and increased community participation are needed for educational decentralization to effectively preserve local wisdom in North Sumatra.
Village Regulations (Perdes): Potentials and Challenges in Realizing Autonomous Village Februati Trimurni; Bengkel; Munthe, Marhaeni Hardiana
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.979 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v6i2.6256

Abstract

This article attempts to analyse the opportunities and challenges of villages in regulating village regulations (Peraturan Desa/Perdes) as a basis for realizing village autonomy and development. Sidoharjo I Pasar Miring is a village in Deli Serdang Regency which routinely has not formulated Perdes in carrying out government affairs, public services, economy and socio-cultural development so that the focus of village development has not been directed along with low legal and political legitimacy regarding programs carried out by the village government. This is a qualitative study using observations, interviews and FGDs as the main data sources. Secondary data consists of both statistical, scientific sources and government documents. The key informants of the study consisted of elements of village government, including the executive, legislative and community leaders. The study found several inhibiting factors for the low effort to enforce Perdes, including those related to competence, integrity, and conflicts of interest as well as technical and political support from local governments as important elements in the Perdes regulatory process. This article recommends the need for capacity building for the formulation elements of Perdes, the involvement of local governments in conducting socialization and monitoring in the formulation of Perdes.
Transfer Kebijakan pada Rencana Induk Kota Cerdas Kabupaten Karo dalam Aspek Smart Governance Ambarita, Andar Maruli; Trimurni, Februati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14748

Abstract

Smart city is a concept that refers to a system of ideas about city or district development that involves the application of technology and inovation programs into the dimensions of government, economy, society, city branding, life, and the environment. However, it becomes a question of where this concept comes from and why the local government of Karo Regency adopts this foreign concept to government performance. This research uses a descriptive qualitative research method with an inductive analysis approach. The results of this study found that the concepts in the development of Smart City in the Smart City dimension of Karo Regency are policies transferred from outside and fully adopted by the Karo Regency local government along with the entire framework and model but the implementation programs are still sourced from the local apparatus itself. As conclusion, The main finding is that the description of how Smart City in a local government in the future is largely determined by how interested public officials define Smart City.
Manajemen Aplikasi Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor) Dalam Mendukung Smart Government Di Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Medan Simangunsong, Agnes Syalomitha; Trimurni, Februati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15022

Abstract

Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) masih terdapat hambatan dalam pelaksanaan seperti ketersediaan Sumber Daya Manusia, sehingga dapat menghambat manajemen Aplikasi LAPOR dalam mendukung Smart Government. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Manajemen atau Pengelolaan Aplikasi LAPOR dalam mendukung Smart Government di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan. Metode analisis yang digunakan yaitu bersifat deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang menggunakan studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian bahwa Manajemen Aplikasi LAPOR dalam mendukung Smart Government di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan dilihat dari adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Dalam perencanaan yaitu adanya program pembangunan Aplikasi LAPOR seperti sosialisasi dan peningkatan sistem server. Dalam pengorganisasian yaitu adanya wewenang, batas wewenang, serta kerja sama. Dalam pelaksanaan yaitu adanya pengelolaan, serta ketersedian sarana dan prasarana yang memadai. Dalam pengawasan yaitu adanya laporan dan Monitoring Evaluasi yang rutin dilakukan.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENANGGULANGANBENCANA BANJIR OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KECAMATAN MEDAN PETISAH Silalahi, Sarah Jesica; Trimurni, Februati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.12196

Abstract

Kecamatan Medan Petisah merupakan salah satu wilayah rawan bencana banjir dengan kategori sedang sampai tinggi, dengan beberapa faktor penyebab seperti curah hujan, penumpukan sedimentasi, serta pembangunan liar diatas saluran air. Bencana banjir tahunan menunjukkan bahwa berbagai strategi mitigasi bencana banjir yang dilakukan pemerintah daerah tidak berfungsi secara efisien. Solusi dari bencana ini pun patut dicari dan diperhatikan karena menghambat aktivitas masyarakat serta menimbulkan korban baik manusia maupun harta benda Sejauh mana kebijakan mitigasi BPBD Kota Medan berhasil menjadi fokus penelitian deskriptif kualitatif ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Tepat Kebijakan, kebijakan yang ada sudah mengedepankan pemecahan masalah. Dari rentetan kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh BPBD Kota Medan dapat dilihat bahwa kebijakan yang ada sudah cukup mempertimbangkan dan mengedepankan pemecahan masalah atas penanganggulangan banjir. (b) Eksekusi Akurat, ada tiga lembaga pelaksana—pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha—yang bekerja sama untuk mewujudkan suatu kebijakan. (c) Tepat Target, bahwa rendahnya kesadaran masyarakat atas keselamatan diri dan lingkungan, serta ketidakikutsertaan masyarakat dalam hal ini menandakan bahwa belum tercapainya target komunikasi dikarenakan masyarakat masih mendahulukan kepentingan pribadi daripada ketimbang kepentingan bersama.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH PASAR KOTA MEDAN Zulfahmi, Elva; Trimurni, Februati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.13137

Abstract

Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Medan merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang membantu dan menunjang Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkhususnya dalam penyediaan sarana prasarana pasar, sehingga harus didukung dengan kemampuan pegawai yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada PUD Pasar Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini mengguankan teori kinerja pegawai oleh Robbins yang terdiri dari kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas dan kemandirian. Kemudian dibuat menjadi beberapa item pernyataan dan disebar kepada 191 responden. Nantinya semua data yang diperoleh akan diolah menggunakan aplikasi smartPLS dengan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah positif dan signifikan yang ditunjukkan oleh tanda positif pada nilai koefisien 0,829 dan nilai p-value 0,000<0,05. Yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak hal ini dikarenakan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja memiliki nilai p-value 0,152 atau >0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai PUD Pasar Kota Medan melalui kepuasan kerja.
Factors Affecting Passenger Satisfaction at Terminal B Kabanjahe Saragih, Afrida Natalia; Revida , Erika; Trimurni, Februati
PERSPEKTIF Vol. 13 No. 1 (2024): PERSPEKTIF January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v13i1.10990

Abstract

This research aims to analyze the factors influencing passenger satisfaction at Terminal B Kabanjahe. The study adopts a quantitative approach with a descriptive method, and the data analysis employs SPSS software version 22. The results reveal a positive influence of factors such as product quality, service quality, and emotional factors on passenger satisfaction at Terminal B Kabanjahe. However, there is no significant influence found between price and cost factors and passenger satisfaction at the terminal. Furthermore, when considered simultaneously, product quality, service quality, emotional factors, price, and cost collectively contribute to 44.50% of passenger satisfaction, while the remaining 55.50% is influenced by other external factors beyond the study's model. Other contributing factors to passenger satisfaction involve location, promotion, brand image, reputation, trust, and various other aspects.
Program Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Medan Berkah (UHC JKMB) Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kota Medan dari Prespektif Otonomi Daerah Genia Salsabila; Februati Trimurni
Administratio Vol 15 No 2 (2024): Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administratio.v15i2.430

Abstract

Universal Health Coverage (UHC) is a program designed to ensure access to quality healthcare services without financial hardship for all people. In the context of regional autonomy, the Medan City government is responsible for managing the health sector according to local needs, including implementing an ID card-based health service program. This study aims to analyze the success rate of UHC implementation in Medan City by assessing four key indicators: human resources, financial capacity, equipment and supplies, and organization and management. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation. The study was conducted at the Medan City Health Office and involved various stakeholders, including community members. The results indicate that Medan City has met or exceeded targets across all four indicators. The budget allocation for UHC by the Medan City government surpassed the minimum requirement, positively impacting the availability of healthcare services by expanding access for the community. Additionally, health organizations and management demonstrated significant efficiency despite challenges in inter-agency coordination, as communication relied primarily on essential platforms like WhatsApp groups, needing a more integrated and real-time online information system. While financial commitment and resource management have supported the success of UHC, there still need to be more public awareness, as evidenced by the limited understanding of UHC among community members. These findings suggest that the success of UHC in Medan could be further enhanced by implementing an online information system to improve inter-organizational coordination and increase public awareness of the benefits of UHC.
KOMUNIKASI KEBIJAKAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK AGRARIA Keisha Anabel br Ginting; Februati Trimurni
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v15i4.8616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci komunikasi dan advokasi kebijakan dalam penyelesaian konflik agraria antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Masyarakat Mbal-Mbal Petarum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai, mengamati dan mencatat dokumen yang berkaitan dengan advokasi dan komunikasi kebijakan dalam penyelesaian konflik agraria. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan meninjau semua data yang dikumpulkan yang didukung oleh hasil wawancara dengan teori komunikasi dan advokasi kebijakan yang dikemukakan oleh John Hopkins, 1988 melalui tahapan analisis, strategi, mobilisasi, aksi, evaluasi dan kesinam-bungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik agraria antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Masyarakat Desa Mbal-Mbal Petarum dinilai dari beberapa tahapan. Tahap analisis dilakukan dengan menganalisis masalah dan penyebab masalah konflik agraria. Tahap strategi dibangun dengan forum diskusi Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS)  Sumatera Utara bersama masyarakat dan menggiring opini publik melalui media massa KontraS. Pada mobilisasi masyarakat bekerja sama dengan KontraS dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kemudian hubungan dengan pemerintah berhasil dibangun dengan Komnas HAM dan DPRD Kabupaten Karo. Dalam tahap aksi DPRD Kabupaten Karo merespon gerakan yang dilakukan masyarakat bersama KontraS untuk menyelesaikan konflik dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat. Evaluasi menunjukkan perjuangan masyarakat dan GMNI belum maksimal, selain itu Dinas Pertanian Kabupaten Karo juga belum menunjukan perhatian serius dalam masalah ini, dilihat dari rekomendasi kebijakan yang belum ditindaklanjuti sepenuhnya. Pada kesinambungan Dinas pertanian Kabupaten Karo melakukan sosialisasi terkait penggunaan perhutanan sosial bagi petani kemudian KontraS menghubungi Komnas HAM untuk turut serta hadir dalam penanganan konflik.