Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI TOKOH AGAMA SEBAGAI FIGUR TELADAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN SEKOLAH Miftakhul Rohman; Laela Lutfiana Rachmah
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i1.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kontribusi signifikan tokoh agama sebagai figur teladan dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah pentingnya pendidikan karakter dalam perkembangan holistik siswa dan potensi besar tokoh agama dalam memberikan pengaruh positif melalui keteladanan. Melalui metode narrative literature review, penelitian ini mensintesis berbagai studi dan literatur yang relevan untuk mengeksplorasi peran, mekanisme pengaruh, dan dampak keteladanan tokoh agama terhadap nilai-nilai karakter siswa. Prosedur penelitian melibatkan penelusuran sistematis terhadap artikel jurnal, buku, dan publikasi ilmiah lainnya yang membahas keterkaitan antara tokoh agama, keteladanan, dan pendidikan karakter di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual melalui perilaku, ucapan, dan gaya hidup mereka. Keteladanan tokoh agama tidak hanya menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan karakter yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi peran tokoh agama sebagai figur teladan dalam program pendidikan karakter di sekolah memiliki implikasi positif yang signifikan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia.
Pemanfaatan Media Powerpoint Interaktif Dalam Meningkatkan Pemahaman Wudu Pada Anak Usia Dini Laela Lutfiana Rachmah; Annisa Mawaddah Mutiara Sari; Afifaturrahmi; Zainul Arifin; Dessy Farantika
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman tata cara berwudu pada anak usia dini melalui pemanfaatan media PowerPoint interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia dini di taman kanak-kanak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Media PowerPoint interaktif dirancang dengan memadukan unsur visual, audio, animasi, serta aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi memiliki peran penting dalam pembelajaran fikih, khususnya materi wudu, karena membantu anak memahami konsep dan urutan berwudu secara lebih konkret. Media PowerPoint interaktif yang efektif ditandai dengan tampilan visual yang menarik, alur materi bertahap, serta adanya interaksi sederhana yang meningkatkan fokus dan partisipasi anak. Implementasi media ini dalam proses pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu, terdapat peningkatan pemahaman anak terhadap konsep dan urutan wudu, yang terlihat dari kemampuan anak menyebutkan dan mempraktikkan langkah-langkah wudu dengan lebih tertib dan tepat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan subjek yang masih terbatas pada satu lembaga pendidikan anak usia dini serta pendekatan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melibatkan subjek yang lebih beragam serta menggunakan desain penelitian kuantitatif atau eksperimen agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini.
Dhuha Prayer Habituation and Self-Regulation in Early Childhood: A Qualitative Study of Indonesian Kindergarten Children Aged 5–6 Years Laela Lutfiana Rachmah; Alfarobi Ahmad Sulaiman; Mutiara Fahrunisa; Arifin, Zainul; Azkiya Jihadi A'la
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v8i1.6408

Abstract

This study examines how the habituation of the dhuha prayer is experienced and interpreted in relation to observable self-regulatory behaviors in early childhood education. Adopting an interpretive phenomenological design, the research was conducted in one Islamic kindergarten where dhuha prayer forms part of the daily routine. Participants included children aged five to six years and educators directly involved in the ritual practice. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and analyzed using interpretive thematic procedures with attention to variability and contextual constraints. Findings indicate that within the structured ritual context, patterns of behavioral order, situational emotional settling, attentional engagement, and emerging initiative were observable. Verbatim interview excerpts and field notes suggest that the predictable sequencing, collective participation, and guided structure of the activity coincided with the temporary alignment of regulatory behaviors. However, variability across children was evident, and behavioral patterns were context-bound rather than uniformly sustained across settings. The study does not claim causal effects or developmental trajectories. Instead, it documents how a culturally embedded religious routine functioned as a socially organized environment in which regulatory behaviors were more visibly structured. These findings contribute to interdisciplinary discussions by situating religious ritual within developmental psychology frameworks of environmental scaffolding and guided participation. Further multi-site, longitudinal, and multi-method research is needed to examine mechanisms, boundary conditions, and contextual influences more rigorously.