Yuvita Satriani Djuli
Prodi Teknik Mesin, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Termal Kolektor Pelat Datar Model Serpentine Pada Pemanas Air Tenaga Surya Akhmad Fadli Ibrahim; La Ode Ichlas Syahrullah Yunus; Yuvita Satriani Djuli; Azhar Aras Mubarak
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.411 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3466

Abstract

Kolektor pelat datar model serpentine perlu diketahui karakteristik unjuk kerjanya sebagai pemanas air tenaga surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur pada pipa, pelat absorber dan efisiensi kolektor pelat datar model serpentine pada pemanas air tenaga surya. Penelitian eksperimental dilakukan dengan membuat kolektor pelat datar dan pipa saluran fluida model serpentine dengan jarak pipa 108 mm dan panjang 8479 mm. Selanjutnya kolektor model serpentine tersebut diaplikasikan pada alat uji pemanas air tenaga surya. Pengambilan data dilakukan setiap 5 menit mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WITA dengan debit aliran 1 liter/menit. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kenaikan temperatur rata-rata pelat absorber pada titik bawah (Tp1), titik tengah (Tp3) dan titik atas (Tp5) adalah sebesar 4,1oC. Karakteristik temperatur rata-rata pipa saluran fluida model serpentine pada titik bawah (Tp2), titik tengah (Tp4) dan titik atas (Tp6) adalah sebesar 5,2oC. Efisiensi aktual rata-rata kolektor model serpentine 45,22% dan temperatur rata-rata air keluaran 40,3oC pada debit 1 liter/menit. Kolektor surya pelat datar model serpentine dapat diaplikasikan untuk penggunaan skala domestik untuk menghemat penggunaan energi listrik.
Analisis Gerakan Osilasi Pancaran Jet Nosel Kovergen-divergen Akibat Screech Noise Yunus, La Ode Ichlas Syahrullah; Ibrahim, Akhmad Fadli; Djuli, Yuvita Satriani; Yocing, Panci
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3706

Abstract

Nosel merupakan suatu alat yang berfungsi alat bantu untuk menyalurkan atau mengalirkan fluida cair maupun fluida gas. Karakteristik aliran fluida yang keluar melalui nosel (pancaran jet) mempunyai bentuk yang berbeda untuk setiap perubahan tekanan dan kecepatan aliran. Mekanisme screech noise merupakan suatu pusaran (loop) gelombang akustik yang menjalar ke hilir diantara lapisan batas (shear layer) pancaran jet pada kecepatan suara lokal dan gelombang menjalar ke hulu pada kecepatan akustik di bagian luar atau sekitar pancaran nosel (jet). Fenomena loop yang muncul pada meja analogi merupakan gelombang yang tidak stabil (instability waves). Teknik visualisasi dengan metode bayangan, digunakan untuk melihat dan mengamati gerakan osilasi pancaran jet nosel. Analisis gambar diidentifikasi berdasarkan kontur distribusi intensitas yang diperoleh pada visualisasi gambar. Gerakan pancaran jet yang tidak stabil (berosilasi kekanan dan kekiri) pada rasio head Rh = 1,85 atau ratio tekanan  Rp = 3,4. Pancaran jet menunjukkan gerakan yang relatif stabil pada kondisi rasio head Rh < 1,85 dan gerakan osilasi pancaran jet terjadi ketika kapasitas aliran meningkat dengan rasio head antara Rh = 1,85 sampai Rh = 2,1. Kapasitas aliran dinaikkan hingga rasio head mencapai Rh > 2,1, maka gerakan pancaran jet mulai stabil. Pengoperasian jet nosel dimana screech noise pada kondisi dominan, maka secara visual aliran jet nosel menunjukkan fenomena gerakan osilasi secara lateral.
Rancang Bangun Pengering Ikan Asin Higienis Menggunakan Fotovoltaik Akhmad Fadli Ibrahim; Yuvita Satriani Djuli
Piston: Jurnal Teknologi Vol 8 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v8i2.48

Abstract

The traditional fish drying process carried out by fishermen by placing it under direct sunlight still causes several problems, such as rainy weather conditions and hygiene of the dried fish. The purpose of this research is to overcome the problems in the traditional fish drying process, by using a closed container photovoltaic dryer with the help of a heating element. The results obtained by using the dryer can save drying time which initially takes 3-5 days to only 12 hours. The drying process using this tool can work even if the weather conditions are rainy or at night. The total time required during the fish drying process reached 12 hours with light intensity rain weather conditions. The results obtained are much better than the traditional drying time which takes 3-5 days on average for the drying process. In addition to saving drying time, the salted fish is also visually more hygienic than the traditional drying process, because it is in a dryer that is protected from dirt and virus-carrying animals. The resulting product needs further testing from a health perspective, although it works well mechanically.
RANCANG BANGUN DAN ANALISA ALAT METODE DISTILASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR TIPE SATU BANKING Djuli, Yuvita Satriani; Yunus, La Ode Ichlas Syahrullah; Ibrahim, Akhmad Fadli
Enthalpy : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2023): Enthalpy: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/enthalpy.v8i3.36484

Abstract

Energi matahari menjadi sumber energi yang ramah lingkungan yang ramah lingkungan. Pada 10 tahun terkahir Pemanfaat energy matahari terus menerus mengalami perkebangan seperti pemanasan dan pendinginan ruangan, system pemanasan air, proses pengering dan destilasi air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Laju radiasi matahari yang tiba dibumi, laju radiasi matahari setelah melewati permukaan kaca, energi radiasi matahari Penelitian ini mengkaji laju radiasi matahari pada alat distilasi air laut  pada alat destilasi sederhana  tipe satu banking bertujuan Untuk mengetahui besarnya volume air tawar yang dihasilkan dari proses distilasi. Laju radiasi matahari setelah melewati permukaan kaca miring dengan desain rancang bangun alat destilasi dimensi alat adalah Luas alat distilasi 80 x 50 m2 dan ketebalan kaca 5 mm kemiringan 350. pengujian dilakukan pada tanggal 23-24 November 2016. Pengujian dilakukan di pantai tanjung bayam kota makassar propinsi sulawesi selatan. Dari hasil penelitian membuktikan tipe pada tipe satu permukaan kaca miring menghasilkan kondensat paling banyak yaitu V=330 ml pada jam 12.00 wita pada tanggal 23 november 2016 dengan intensitas matahari tertinggi I = 836,1 w/m2.s