Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBUATAN BIOPLASTIK KOMPOSIT TAPIOKA DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE DENGAN PENAMBAHAN PIGMEN PUTIH TiO2 Septianingsih, Ayu; Purnavita, Sari; Pratiwi, Mumpuni Asih; Rahayu, Lucia Hermawati
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2025): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v6i2.6542

Abstract

Sampah plastik yang banyak beredar di lingkungan masyarakat adalah plastik sintetik yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Solusi untuk mengurangi sampah plastik sintetik adalah dengan memproduksi bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang ramah lingkungan dan dapat dibuat dari bahan polimer alami seperti tapioka. Bioplastik berbahan dasar tapioka memiliki kelemahan yaitu kekuatan mekanik yang rendah sehingga diperlukan penambahan bahan penguat seperti carboxymetyl cellulose. Selanjutnya untuk menambah estetika, sifat tidak tembus pandang, dan warna putih dari bioplastik dapat dilakukan dengan penambahan pigmen TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan rasio jumlah tapioka dengan CMC dan jumlah pigmen terhadap karakteristik bioplastik. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri dari rasio jumlah pati : CMC (99% : 1%; 98% : 2%; 97% : 3%; 96% : 4%; 95% : 5%) dan jumlah pigmen TiO2 (0,02 g, 0,04 g). Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan menambahkan pati dan CMC, lalu menambahkan sorbitol ke dalam campuran. Selanjutnya ditambahkan TiO2 sebanyak variable yang telah ditentukan kedalam campuran. Kemudian melakukan pemanasan di atas hotplate dengan suhu 70°C dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer selama 40 menit. Kemudian larutan dituangkan pada nampan plastik lalu dilakukan pengeringan menggunakan oven pada suhu 55°C selama 5 jam. Bioplastik yang sudah jadi akan dilakukan proses analisis terhadap karakteristiknya yang meliputi ketebalan, ketahanan air, degradabilitas, kuat tarik, elongasi, dan morfologi. Semakin besar CMC yang ditambahkan berpengaruh terhadap kenaikkan nilai ketahanan air dan kuat tarik bioplastik, serta menurunkan nilai ketebalan, biodegradasi dan elongasi bioplastik. Semakin besar jumlah TiO2 berpengaruh terhadap penurunan nilai ketahanan air, biodegradasi, dan kuat tarik bioplastik, serta menaikkan nilai ketebalan dan elongasi dari bioplastik. Kondisi optimum didapat pada perlakuan perbandingan tapioka dengan CMC sebesar 96%:4% dengan jumlah TiO2 0,2 gram untuk uji ketebalan, ketahanan air, dan morfologi bioplastik.
Pelatihan Pembuatan Sampo Rambut Bagi Siswa-Siswi SMAN 1 Limbangan Kendal Jawa Tengah Herman, Herman Yoseph Sriyana; Mumpuni, Mumpuni Asih Pratiwi; Septi Dwi; Leony Margrita
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Limbangan Kendal terletak di Jalan Limbangan No 1, Krajan, Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah memiliki visi mewujudkan manusia yang berkarakter, berilmu, terampil, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan hidup. Salah satu sarana untuk mewujudkan sifat dan sikap kreatif para siswa SMA Negeri 1 Limbangan Kendal adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk kimia terapan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya bertujuan untuk membuka wawasan para siswa tentang jenis, prinsip, dan cara pembuatan produk kimia terapan. Salah satu produk kimia terapan yang mudah dibuat adalah sampo rambut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi 3 sesi utama, antara lain: penjelasan klasikal, praktik pembuatan produk, dan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah produk sampo dan antusiasme para siswa SMA Negeri 1 Limbangan Kendal dalam memahami dan mempraktikkan proses pembuatan sampo rambut. Pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan sampo rambut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengembangkan produk-produk kimia terapan lainnya. Kata kunci: pelatihan, sampo rambut
IbM Pemanfaatan Limbah Ampas Aren Menjadi Briket di Kabupaten Kendal Sriyana, Herman Yoseph; Pratiwi, Mumpuni Asih; Apriyanti, Eny; Wisnumurti, Filligon
Palawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/palawa.v1i1.7039

Abstract

Desa Mluro Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra industri pati aren, terdapat 27 pengrajin pati aren dengan kebutuhan bahan baku batang aren untuk produksi  mencapai  150 ton per hari. Limbah ampas pati aren yang dihasilkan dari proses produksi tepung aren mencapai 100 ton/ hari. Hasil tinjauan lapangan dan pembicaraan dengan dua kelompok pengrajin ditemukan permasalahan yang sedang dihadapi yaitu masalah limbah ampas aren yang belum dimanfaatkan, sehingga perlu diajarkan teknologi pembuatan briket ampas aren. Pelaksanaan program Iptek bagi Masyarakat (IbM) di Kabupaten Kendal telah dapat di selesaikan dengan baik. Hasil pelaksanaan program tampak adanya perubahan pada kelompok masyarakat sebagai berikut : terserapnya teknologi pembuatan briket oleh pengajin pati aren, kemauan untuk membuat briket sebagai sumber penghasilan, memberi tambahan lapangan kerja bagi warga sekitar, menjalin kerjasama dengan pengusaha yang bersedia membeli produk briket, mengatasi pencemaran sungai. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa briket biomassa berkarbonasi dari limbah ampas pati aren, mampu menghasilkan nilai kalor sebesar  5234,5 kkal/kg (lebih tinggi dari SNI nilai kalor briket biomassa: 5000 kkal/kg ).Kata kunci : briket, karbonisasi, limbah ampas aren. Abstract. Kendal Regency, Central Java Province is the center of the palm starch industry, there are 27 palm starch craftsmen with the raw material needs of palm stems for production reaching 150 tons per day. The waste of palm starch dregs produced from the production process of palm flour reaches 100 tons/day. From the results of field reviews and discussions with the two groups of craftsmen, it was found that the problem that is being faced by the palm starch craftsman groups is the problem of palm pulp waste that has not been utilized, so it is necessary to teach the technology of making palm dregs briquettes. The implementation of the IbM program in Kendal Regency has been completed. From the results of the program implementation, it appears that there are changes as follows: the absorption of technology for making briquettes by palm starch craftsmen, the willingness to make briquettes as a source of income, providing employment for local residents, establishing cooperation with entrepreneurs who are willing to buy briquette products, overcoming river pollution. Carbonated biomass briquettes from palm starch waste are able to produce a calorific value of 5234.5 kcal/kg (higher than the SNI calorific value of biomass briquettes: 5000 kcal/kg).Keywords: briquettes, carbonization, palm pulp waste. 
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang Melalui Pembuatan Sabun Cair Oktaviananda, Cyrilla; Pratiwi, Mumpuni Asih; Purnavita, Sari; Cahyani, Intan Dwi; Argananda, Jasmine Aulia
Palawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/palawa.v2i2.9905

Abstract

Kantor kelurahan Brumbungan terletak di Jalan Brumbungan RT 8 RW 5 Kecanatan Semarang Tengah. Jumlah penduduk kelurahan Brumbungan per Oktober 2023 adalah sebesar 3.354 jiwa dengan 1.502 KK. Penduduk Perempuan berjumlah 1.876 jiwa. Jumlah ini 400an jiwa lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki. Jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak diasumsikan bahwa sejumlah 400an perempuan merupakan tulang punggung keluarga. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya aktif untuk menambah keterampilan perempuan di Kelurahan Brumbungan agar dapat berdaya ubah dan berdaya guna bagi lingkungan terlebih bagi keluarganya sendiri. Keprihatinan ini mendorong Ibu Lurah Kelurahan Brumbungan untuk mengundang tim pengabdian kepada masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Politeknik Katolik Mangunwijaya untuk mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk workshop pembuatan sabun cair. Sabun cair yang dipilih adalah sabun cuci piring. Sabun cuci piring dipilih karena selain bahan baku yang digunakan mudah didapat dengan harga yang murah, produk sabun cuci piring juga mudah dipasarkan karena merupakan salah satu produk kebutuhan rumah tangga. Seluruh peserta workshop antusias mengikuti kegiatan. Peserta workshop berkomitmen untuk meneruskan ilmu yang didapatkan menjadi sarana untuk berwirausaha demi peningkatan pendapatan rumah tangga.