Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA YANG UNGGUL DI SMK IMANUEL KOTA SORONG KORNELES OHOIWUTUN; Skivo Reiner Watak
SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Solideo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/js.v1i3.144

Abstract

ABSTRACT Building character means building a pattern of attitudes to be demonstrated in relationships with one another. The attitude demonstrated is characteristic of Christian morals or ethics. So that the objectives to be achieved in the implementation of this dedication are; To provide correct knowledge and understanding to students to have superior character as the younger generation and to help Christian religious education teachers in schools to provide students with an understanding of superior character. So in this service it is hoped that it can provide solutions for the younger generation to have good character, so that the role of Christian Religious Education can answer the challenges faced by the younger generation to have superior character. Key words: Young generation, Character, Excellence ABSTRAK Membangun karakter berarti membangun suatu pola dari sikap yang hendakdidemonstrasikan dalam hubungan antara satu dengan lain. Sikap yang didemonstrasikan itu merupakan ciri khas moral atau etika Kristen. Sehingga tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah; Untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman yang benar kepada siswa untuk memiliki karakter yang unggul sebagai generasi muda serta Dapat membantu guru pendidikan agama kristen di sekolah untuk memberikan pemahaman bagi siswa tentang karakter yang unggul. Sehingga dalam pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi generasi muda agar memiliki karakter yang baik, sehingga peran Pendidikan Agama Kristen bisa menjawab tantangan yang dihadapi oleh generasi muda untuk memiliki karakter yang unggul.. Kata Kunci: Generasi muda, Karaktefr, Unggul
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS GURU DI KOTA SORONG Lili Sarce Joy Sapari; Skivo Reiner Watak
SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Solideo
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/js.v1i3.157

Abstract

Model pembelajaran project based learning merupakan pembelajaran inovatif yang berpusat pada guru(student centered) dan menempatkan guru sebagai motivator dan fasilitator, dimana guru diberi peluang bekerja secara otonom mengkonstruksi belajarnya. Teknik Pengumpulan Data Observasi adalah proses mengamati situasi dan kondisi. Pengabdian ini meminta bantuan dari observer dalam pengumpulan datanya. Selain itu pengumpulan informasi melalui kegiatan wawancara juga dapat dilakukan melalui telepon maupun secara langsung. Hasil yang diperoleh yakni peningkatan keaktifan guru. Kemudian setelah peneliti melakukan pengkajian terhadap pengabdian terdahulu yang relevan dengan pengabdian yang dilakukan. Maka diperoleh hasil bahwa model pembelajaran project based learning mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan keaktifan guru dalam pembelajaran. Pengabdian ini juga sangat mendukung guru untuk memahami lebih dalam lagi perihal materi yang disampaikan. Keaktifan guru juga dapat mempengaruhi hasil belajar pada akhirnya. Sehingga proses pembelajaran yang terjadi tidak akan monoton dan membosankan, guru pun lebih mudah memami dengan mudah materi yang akan dipelajari dengan berbagai kegiatan yang diterapkan oleh model project based learning.
Dekonstruksi Mitos Mutu dalam Perspektif Teologi Pendidikan Agama Kristen: Akreditasi sebagai "Berhala Baru" di Perguruan Tinggi Skivo Reiner Watak; Merdiati Marbun
Jurnal Jendela Ilmu Vol 7, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/ji.v7i1.242

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis fenomena akreditasi pendidikan tinggi yang mengalami pergeseran fungsi dari instrumen penjaminan mutu menjadi tujuan institusional yang dominan. Melalui lensa Teologi Pendidikan Agama Kristen dan paradigma kritis, penelitian ini menganalisis bagaimana sistem akreditasi beroperasi dalam kerangka performativitas, rasionalitas instrumental, dan hiperrealitas. Analisis teoritik memanfaatkan perspektif Stephen J. Ball tentang performativitas, Max Weber mengenai rasionalitas instrumental, serta Jean Baudrillard tentang hiperrealitas, yang kemudian didialogkan dengan prinsip-prinsip teologis mengenai idolatri dan panggilan pelayanan akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik akreditasi kontemporer mendorong fabrikasi administratif yang mengkomodifikasi mutu pendidikan serta memicu alienasi pendidik dari tugas pastoral-akademiknya. Predikat akreditasi berpotensi menjadi "berhala baru", yakni ketika instrumen buatan manusia mendominasi orientasi institusi dan menggeser tujuan luhur formasi spiritual serta pembentukan karakter Kristiani. Artikel ini merekomendasikan transformasi evaluasi menuju model berbasis kepercayaan (trust-based evaluation) dan kolegialitas, guna mengembalikan kebebasan akademik dan fungsi perguruan tinggi Kristen sebagai ruang pencarian kebenaran Ilahi.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP WAKTU BELAJAR : THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA USE ON LEARNING TIME Veronika Ety Rumbewas; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/sv96zy90

Abstract

Penggunaan media sosial sangat berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Dari penelitian awal penulis menemukan bahwa di SMP Negeri 9 Kota Sorong terdapat siswa-siswi yang menggunakaan media sosial sehingga berpengaruh terhadap waktu belajar siswa. Oleh karena itulah yang membuat sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Dengan permasalahan yang ada, maka penulis merasa sangat penting untuk melakukan penelitian tersebut di SMP Negeri 9 Kota Sorong, untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial terhadap waktu belajar siswa. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif, yang dimana penulis secara langsung turun lapangan mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data berupa pertanyaan tertulis/Angket. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 104 orang. Sedangkan untuk sampel sebanyak 60 orang. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, siswa di SMP Negeri 9 Kota Sorong memiliki akun media sosial, siswa mengakses sosial media lebih dari 6 jam perhari, adapun jenis media sosial yang sering siswa gunakan yaitu Fecebook,Tiktok,Whatsap,Instagram siswa sering menggunakaan media sosial sehingga membuat siswa malas belajar waktu yang ada hanya di pakai untuk bermain hp. Faktor yang mempengaruhi waktu belajar siswa yaitu, pengaruh lingkungan tempat tinggal, pergaulan antar teman, dan mengikuti perkembangan zaman.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI HANDPHONE PADA PROSES BELAJAR SISWA: THE INFLUENCE OF MOBILE PHONE TECHNOLOGY USE ON STUDENT LEARNING Yulita Yable; Jean Anthoni; Skivo Reiner Watak
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.326

Abstract

Penulisan Tugas Akhir ini membahas tentang “Pengaruh Penggunaan Teknologi Handphone Terhadap Proses Belajar Siswa Kelas VII & VIII Di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw”. Dampak negatifnya adalah siswa tidak menghargai pembelajaran dan kemampuan konsentrasinya terganggu, dan hasil belajarnya buruk, sedangkan dampak positifnya adalah siswa akan mudah mengakses informasi terkait mata pelajaran tersebut karena individu guru mata pelajaran tersebut mengajar, dan tentunya hal ini dapat meningkatkan prestasi mereka di sekolah. Dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti: wawancara, observasional dan penelitian dokumenter. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi ialah seluruh siswa yang ada di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw yang berjumlah 70 siswa dan 12 guru dan sampel berjumlah 15 siswa dan 10 guru serta kepala sekolah. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan alat komunikasi telepon seluler oleh pelajar perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA YPK 2  MARANATHA KOTA SORONG Srivailda Himu Tade; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/szr1dc25

Abstract

Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendididkan, agar lingkungan belajar menjadi kondusif dan proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan efektif. Namun Berdasarkan hasil observasi yang peneliti dapat di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, ditemukan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah. Seperti terlambat masuk sekolah, bolos, mengeluarkan kata-kata kotor, merokok disekolah, bahkan minum-minuman keras. Fakta inilah yang menjadi landasan penulis untuk dilakukannya penelitian di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, untuk mengetahui penyebab minimnya kedisiplinan siswa dan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan Kedisiplinan siswa. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana secara langsung penulis terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dan informasi sedalam-dalamnya, dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan juga wawancara. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat yaitu yang menyebabkan siswa tidak disiplin diantaranya faktor intenal seperti Rasa malas, cuek/malas tahu terhadap peraturan sekolah. Selanjutnya faktor ekternal seperti latar belakang keluarga anak yatim piatu, kerluarga yang kurang harmonis atau Broken Home, orang tua terlalu sibuk bekerja ataupun kondisi ekonomi keluarga yang lemah. Selain itu, disebabkan juga karena lingkungan sekolah seperti kelemahan penegakan tata tertib sekolah yang terkesan tidak tegas dan tidak konsisten, dan pengaruh dari teman sebaya. Untuk mencegah maupun mengatasi perilaku ketidakdisiplinan siswa, sekolah maupun guru PAK yang sudah berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar atau pendidik, Teladan, Pembimbing dan Konselor, Fasilitator, serta Motivator dengan baik, namun hal ini belum dilakukan oleh seluruh siswa. 
BERSAKSI SEBAGAI GAYA HIDUP UNTUK PERTUMBUHAN IMAN DI FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN PAPUA Yan Jemi Renhoar; Skivo Reiner Watak; Korneles Viktor Ohoiwutun
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/0nrhd506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Papua menghidupi nilai bersaksi sebagai gaya hidup yang berpengaruh terhadap pertumbuhan iman dan pembentukan karakter rohani. Bersaksi tidak hanya dipahami sebagai penyampaian Injil secara verbal, melainkan sebagai wujud iman yang nyata melalui perilaku, tanggung jawab, dan keteladanan hidup yang mencerminkan karakter Kristus. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap empat puluh mahasiswa dan lima dosen, penelitian ini menemukan bahwa gaya hidup bersaksi menjadi bagian penting dari identitas mahasiswa teologi yang hidup di bawah tuntunan Roh Kudus. Kesaksian yang konsisten menumbuhkan iman, memperkuat kedewasaan rohani, serta menumbuhkan keberanian dalam menghadapi tantangan zaman modern. Faktor pendukung utama mencakup kurikulum teologi kontekstual, pembinaan rohani di kampus, dan keteladanan dosen, sedangkan hambatan seperti rasa malu, penolakan sosial, serta kesibukan akademik justru menjadi sarana pendewasaan iman. Dengan demikian, gaya hidup bersaksi terbukti menjadi fondasi spiritual yang membentuk mahasiswa teologi menjadi saksi Kristus yang berintegritas dan berdampak bagi gereja serta masyarakat.
PERAN PAK BAGI KELUARGA DALAM MENGATASI MASALAH SAMPAH DI RT.003 KILOMETER 9 KELURAHAN KLASABI KOTA SORONG Solavigresya Pesiwarissa; Korneles Viktor Ohoiwutun; Skivo Reiner Watak
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/nv4hze02

Abstract

Sampah yang menimbulkan banjir merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di kota Sorong terlebih khusus di RT.003 Jl. Melatiraya Kelurahan Klasabi. Dari observasi awal penelitian ini, penulis menemukan banyak sampah-sampah botol dan plastik makanan yang berserahkan di jalan bahkan ada juga yang menumpuk di dalam selokan. Hal ini perlu untuk mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama keluarga di lingkungan RT.003 Jl. Melatiraya, karena keluarga merupakan tempat pertama pembentuk sikap menghargai lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran PAK dalam keluarga sebagai agen edukasi dalam mengatasi masalah sampah di RT.003 kelurahan Klasabi dan faktor yang menyebabkan masyarakat masih membuang sampah tidak pada tempatnya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk mendapatkan data maka penulis melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap para responden dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat sudah memahami tentang sampah, jenis, dan cara pengelolaan sampah. Namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya dilakukan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena sebagian masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut masih  membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh faktor rendahnya kesadaran diri, malas, kurang disiplin, serta kebiasaan lama yang terus dilakukan. Sehingga memerlukan edukasi untuk membentuk perilaku peduli lingkungan. Dalam hal ini, keluarga sangat berperan penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama pembentuk rasa tanggung jawab dan kebiasaan untuk hidup bersih.