Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

KUALITAS AIR LINDIAN (LEACHATE) HASIL UJI KINETIK CEBAKAN EMAS EPITHERMAL HIGH SULFIDATION Delita Ega Andini
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4439

Abstract

Proses pembentukan deposit emas (ore) umumnya terdapat pada zona alterasi silicic yang didominasi oleh larutan hidrotermal dan berada pada zona yang paling dalam. Untuk menghindari tersingkapnya batuan yang berpotensi menimbulkan air asam tambang perlu diketahui kualitas fisik dan kimia air lindian (leachate) hasil oksidasi batuan pada zona alterasi silicic dan advance argilic yang merupakan zona alterasi pembentuk deposit emas. Penelitian ini dilakukan terhadap sampel batuan ore yang terdiri dari 3 sampel alterasi advance argilic dan 3 sampel alterasi silisic endapan epithermal high sulfidation dari zona yang berbeda. Uji kinetik yang dilakukan menggunakan metode Free Draining Column Leach Test (FDCLT) atau uji kolom pelindian yang dirancang mengalami siklus basah-kering yang dilakukan dalam siklus harian, siklus 3 harian, siklus mingguan (weekly wet-dry cycle), siklus 2 mingguan, dan siklus bulanan (monthly leaching cycle). Berdasarkan hasil uji kinetik free draining colomn leach atau uji kolom pelindian yang dilakukan di laboratorium selama 8 bulan dengan siklus yang berbeda-beda didapatkan bahwa pada sampel alterasi advance argilic mempunyai pH 7,94 dan nilai parameter kualitas kimia air yang lainnya rendah dan tidak berpotensi menimbulkan air asam tambang sedangkan untuk alterasi silisic berpotensi menimbulkan air asam tambang karena mempunyai pH yang rendah yaitu 2,25 dan kandungan TDS dan sulfat yang tinggi. Kata kunci: Air asam tambang, air lindian, batuan ore, alterasi advance argilic, alterasi silisic
KARAKTERISASI MINERAL DAN GEOKIMIA TAILING TAMBANG TIMAH PULAU BANGKA BAGIAN UTARA Delita Ega Andini; Fajar Indah Puspita Sari
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7162

Abstract

Tailings in this study are the result of Jigs washing in the mining process. This 'mining waste' interesting to study because there is no information that explains the relationship between mineral content and geochemistry so that it has not been widely used. The method used to determine the mineral and geochemical characteristics of tailings is X-ray spectroscopy using XRD and XRF. The mineral found in the tin mine tailings on northern Bangka Island (Pemali, Jebus, Tempilang, and Mapur) is quartz and kaolinite. The trace element shows main Rare Earth Elements (REE) Ce, La, Nd, Sm, Ta, and Y with various concentrations. Radioactive elements are found: Uranium and Yttrium. They are thought to originate from type I granite rocks with acid-to-moderate magma-forming compositions. The affinity of magma forming granite tailings studied was High K Calc Alkaline and Calc-Alkaline. This explains the presence of REE and the radioactive elements in tailings even though they are not present in carrier minerals such as monazite and xenotime.