Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU PANJANG DAN PULAU TINGGI KABUPATEN BANGKA SELATAN Andini, Delita Ega; Guskarnali, Guskarnali; Irvani, Irvani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 2 No 3 (2019): IKRAITH-ABDIMAS VOL 2 NO 3 BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.31 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan merupakan negarakepulauan. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satu sektor yang palingmendukung berdasarkan letak geografis yaitu sektor pariwisata. Bangka Belitung merupakan salahsatu provinsi yang merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Bangka dan PulauBelitung. Bangka Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang beberapa kecamatannya beradadi gugusan pulau. Pulau Panjang dan Pulau Tinggi merupakan pulau yang ada di Bangka bagianpaling Selatan yang mempunyai potensi wisata bahari yang mememungkinkan meningkatkanperekonomian masyarakat lokal. Namun kendala pengembangan potensi pariwisata yaitu padasarana dan prasarana yang ada di Pulau Panjang dan Pulau Tinggi. Strategi pengembangan wisatabahari dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan dan mengambil semua peluang untukmemperkenalkaan pulau-pulau yang ada di Desa Penutuk, Bangka Selatan.
KAJIAN KARAKTERISTIK MASSA BATUAN TERHADAP KECEPATAN PEMBORAN ALAT BOR SANDVIK RANGER DX800 DBA. Andris; Guskarnali .; H. Oktarianty
Jurnal Pertambangan Vol 5 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i1.61

Abstract

Analisa perbedaan karakteristik massa batuan terhadap kecepatan pemboran alat bor Sandvik Ranger DX800 dengan parameter berupa penentuan sifat fisik dan nilai Rock Mass Rating (RMR) yang akan dibandingkan dengan kecepatan pemboran untuk pencapaian target produktivitas. Tujuan penelitian ini ialah memberi solusi dan rekomendasi untuk pencapaian target produktivitas berdasarkan kecepatan pemboran dari masing-masing front penambangan. Kecepatan pemboran pada penambangan batu granit di PT Vitrama Properti memiliki kecepatan yang berbeda karena karakteristik massa batuan pada front penambangan blok A berada di kelas II sebesar 62-72 dengan analisa karakteristik massa batuan berupa batuan bagus, sehingga kecepatan pemboran sebesar 28,18–31,12 meter/jam dengan produktivitas 108-120 lubang/minggu. Sedangkan, pada karakteristik massa batuan pada front penambangan blok B berada di kelas II sebesar 77 dengan karakteristik massa batuan bagus, sehingga kecepatan pemboran sebesar 24,13 meter/jam dengan produktivitas 84 lubang/minggu. Solusi untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan meningkatkan waktu kerja efektif (WKE) dan pembagian target produksi dengan alat bor Furukawa PCR200, sehingga meningkatkan produksi pada front penambangan blok A sebesar 144 -146 lubang/minggu dan front penambangan blok B 146 lubang/minggu.
ANALISIS UJI KUAT TEKAN DAN UJI DAYA SERAP AIR PADA BATAKO DARI PEMANFAATAN TAILING LAHAN BEKAS PENAMBANGAN TIMAH Boy Dian Anugra Sandy; Guskarnali Guskarnali; Robby Gus Mahardika
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.335 KB) | DOI: 10.22225/pd.8.2.1409.213-221

Abstract

To reduce the negative impacts of tin tailings, better management is needed by optimizing the utilization. One effort that can be done is by increasing its use as a building material in the form of concrete brick. The research area is located at the former mining location in Merawang District, Bangka, Bangka Belitung Islands Province. This study aims to find out in detail about the compressive strength test and water absorption test of the concrete brick from the utilization of tin tailings taken from 6 locations of the former tin mine. The highest compressive strength test results obtained 59.87 kg/cm2 and the smallest absorption capacity of 3.67% in samples 4. From these data it can be seen that the brick from tin tailings can be used for building construction materials. The results of this study can provide information for the use of tin tailings as building construction materials in Merawang District, in supporting development programs as well as handling environmental problems. Untuk mengurangi dampak negatif dari tailing timah, maka perlu pengelolaan yang lebih baik dengan memanfatkan kembali secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kegunaannya sebagai bahan bangunan berupa batako. Daerah penelitian terletak pada lokasi bekas penambangan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini betujuan mengetahui secara detail mengenai uji kuat tekan dan uji daya serap air pada batako dari pemanfaatan tailing timah yang diambil dari 6 lokasi bekas tambang timah. Diperoleh hasil uji kuat tekan terbesar 59.87 kg/cm2 dan daya serap terkecil 3.67% pada sampel 4. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa batako dari tailing timah bisa digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi untuk pemanfaatan tailing timah sebagai bahan konstruksi bangunan di Kecamatan Merawang, dalam mendukung program pembangunan sekaligus penanganan masalah lingkungan.
REVITALISASI FUNGSI DRAINASE DAN PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN PRINSIP 4R (Reduce, Reuse, Recycle Dan Replace) DI KELURAHAN PARIT LALANG DAN KELURAHAN ASAM Guskarnali Guskarnali; Janiar Pitulima; Mardiah Mardiah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v4i1.163

Abstract

Banjir dan genangan air merupakan salah satu permasalahan lingkungan di perkotaan terutama kota Pangkalpinang. Hal inilah yang menjadi dasar untuk mengajak masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam merevitalisasi saluran drainase dan pengolahan sampah dengan prinsip 4R. Harapan yang ingin dicapai dari adanya KKNTematik ini dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan sekitarnya dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Dari hasil KKN yang telah dilaksanakan, diperoleh beberapa program kerja yang dapat menjaga dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yaitu, pembuatan lubang biopori, penanaman bibit pohon, revitaslisasi drainase, pembuatan tong sampah, pemanfaatan limbah sampah dengan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace), pembuatan tagline mengenai bahaya sampah dan lain sebagainya. Melalui hasil pengabdian KKN ini, masyarakat terutama di wilayah kelurahan Parit Lalang dan Asam mengalami perubahan terutama dalam kebiasaan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan disekitarnya agar tetap bersih, hijau dan sehat.
Pelaksanaan Ketentuan Reklamasi Di Desa Mapur Kabupaten Bangka (Studi Tindak Pidana Pertambangan Dalam Perubahan UU Minerba) Faisal Faisal Faisal; Ndaru Satrio; Guskarnali Guskarnali
JURNAL BELO Vol 7 No 2 (2021): Volume 7 Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Criminal of Law Department, Faculty of Law, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/belovol7issue2page199-212

Abstract

ABSTRAK Kewajiban pelaksanaan reklamasi merupakan tanggungjawab yang memiliki konsekuensi hukum apabila tidak dijalankan. Permasalahan dalam penulisan ini yaitu mengenai Problematika pelaksanaan reklamasi di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip. Jawaban permasalahan akan ditemukan dengan menggunakan metode sosio legal, yaitu suatu metode yang tidak hanya melihat hukum sebagai peraturan perundang-undangan namun juga pelaksanaan di masyarakat yang dikaitkan dengan kesadarannya yang sangat dipengaruhi faktor di luar dirinya. Problematika Pelaksanaan Reklamasi di Desa Mapur Kabupaten Bangka adalah ketika akan direklamasi selalu dilakukan penambangan lagi oleh masyarakat dan masih menghasilkan timah yang banyak. Ketentuan sanksi tidak menjalankan kewajiban reklamasi dikenakan pasal 151 ayat 1 bahwa yang memberikan penjatuhan sanksi adminitrasi. Pasal 161A dan Pasal 161B mengatur sanksi pidana berupa pidana penjara dan ketentuan pidana tambahan bagi pemegang IUP dan IUPK jika tidak melaksanakan ketentuan mengenai reklamasi.
Pengaruh Sifat Fisik Batuan Terhadap Kuat Tekan Uniaksial pada Batu Granit di Pulau Bangka Guskarnali Guskarnali; Haslen Oktarianty; Desti Armelia
Jurnal Geomine Vol 8, No 3 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v8i3.712

Abstract

Batu granit merupakan batuan beku asam yang banyak terdapat di Pulau Bangka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sifat fisik batuan terhadap kuat tekan uniaksial pada batu granit.Penelitian dilakukan dengan  pengujian sifat fisik, dan pengujian kuat tekan uniaksial. Analisis sifat fisik batuan dilakukan untuk mengetahui dimensi ukuran, bobot isi, kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan, sedangkan analisis sifat mekanik batuan untuk memperoleh nilai UCS. Melalui uji sifat fisik dan kuat tekan uniaksial pada batu granit diperoleh bobot isi asli, kering, dan jenuh berkorelasi negatif dengan porositas. Semakin tinggi porositas, nilai bobot isi semakin kecil. Sampel batu granit memiliki porositas rendah dengan rata-rata 3,49%, bobot isi asli rata-rata 2,48 gr/cm3, bobot isi kering dengan rata-rata sebesar 2,45 gr/cm3 dan bobot isi jenuh rata-rata sebesar 2,49 gr/cm3, Kadar air rata-rata sebesar 1,29% dan derajat kejenuhan sebesar 90,31%. Parameter sifat fisik yang paling mempengaruhi kuat tekan uniaksial adalah porositas dan kadar air. Nilai porositas lebih mempengaruhi nilai UCS dengan R2 sebesar 0,9033 dan kadar air lebih mempengaruhi nilai Modulus Young dengan R2 sebesar 0,8602. Semakin besar porositas dan kadar air yang terkandung, maka akan semakin berkurang kekuatan batuan.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN LOGAM TANAH JARANG (LTJ) PADA TAILING TIMAH MENGGUNAKAN ALAT XRF PORTABLE DAN XRF MAX/PORTRACE-KECAMATAN MERAWANG Guskarnali Guskarnali; Benget Harmoko Manik; Robby Gus Mahardika; Boy Dian Anugrah Sandy
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7934

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dengan sampel pasir hasil tailing timah sebagai bahan uji dalam mengaplikasikan penerapan dua instrument (alat) yaitu alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable dan X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace dalam mengetahui unsur mineral logam tanah jarang. Metode penelitian diawali dengan pencucian sampel pasir untuk menghilangkan kotoran yang menempel di butiran pasir lalu dilakukan pengeringan, pengecilan ukuran butir dari sampel pasir dengan Hardgrove Grindability Index (HGI) dan kemudian dilakukan pengayakan menggunakan Sieve Shaker dengan ukuran 60,80,120,200 dan –200 mesh. Analisis yang digunakan untuk mengidetifikasi keberadaan logam tanha jarang menggunakan sampel pasir under size (-200mesh).  Hasil pengujian dari kedua alat tersebut dapat mengidentikasi unsur mineral sebanyak 44 mineral untuk X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace sedangkan alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable sebanyak 11 unsur mineral. Berdasarkan pengujian sampel pasir pada alat XRF Portable dan XRF Max/Portrace menunjukkan unsur mineral Sn teridentifikasi lebih banyak terutama pada SP-2 sebesar 3200 ppm. Uji XRF Max/Portrace lebih dominan mendeteksi mineral Sn sedangkan pada unsur mineral Ti lebih dominan teridentifikasi pada alat XRF Portable terutama pada sampel SP-2 sebesar 865 ppm. Penggunaan XRF Portable lebih efektif jika digunakan untuk mengidentifikasi awal keberadaan kandungan Sn yang terdapat pada sampel pasir. Kata-kata kunci: Tailing timah, XRF, logam tanah jarang
Metode Point Kriging Untuk Estimasi Sumberdaya Bijih Besi (Fe) Menggunakan Data Assay (3D) Pada Daerah Tanjung Buli Kabupaten Halmahera Timur Guskarnali Guskarnali
PROMINE Vol 4 No 2 (2016): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.902 KB) | DOI: 10.33019/promine.v4i2.106

Abstract

This research was conducted in the area Tanjung Buli, East Halmahera regency. This area has ironore resources in the prospects for exploration to exploitation with data obtained using spaced borehole25meter. Point kriging method with software SGeMS (Standard Geostatistic Modeling software) usedfor assessing of iron ore resource with size of block model dimensions 41x23x205 and unit blocks25x25x1 (in meters). The results of the assessment point kriging method obtained estimated values ofFe and kriging variance value is then used for the classification of resources based on relative krigingstandard deviation (RKSD) as classification of resource measured, indicated, and inferred. The resultsof cross-validation of the assay data-Fe-Fe estimation data from point kriging method. The results ofresource assessment Fe of measured amounted to 3,081,125 tonnes, Indicated amounted to6,878,563 tonnes and Inferred amounted to 97,781,563 tonnes. The pattern of spread showed high Fecontent above 14.40% Fe dispersed randomly (varies) or local-local in units of small blocks.Correlation coefficient value showed of 0.89 so it has a strong correlation between the assay data-Fewith Fe estimation data.
Water Quality Testing On Inconventional Mining Area In Merawang District, Bangka Regency Guskarnali Guskarnali; Alfitri Rosita; Delita Ega Andini
PROMINE Vol 6 No 2 (2018): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.359 KB) | DOI: 10.33019/promine.v6i2.935

Abstract

This research about water quality testing on unconventional mining land in Merawang District,Bangka Regency to be used as a water source for fulfilling daily needs for the surroundingcommunity.Sampling is done by purposive sampling by taking into account the considerationof the condition and state of the landscape from the research area. The sample points weretaken as many as 2 samples with different conditions where sample 1 was obtained from thewater under the results of the dominant tin mine tailings in the form of sandstone and claystones and sample 2 from the water under the results of tin mine tailings in the form of kaolin.The taking distance from the two samples is close to about 5 Km. From the results of fielddata collection and laboratory analysis, the pH value in sample 1 was 5.71 and sample 2 was5.57, TSS had a value in sample 1 of 7 mg / L and sample 2 of 8 mg / L, while the TDS valuein sample 1 was 92 mg / L and sample 2 was 8 mg / L. Whereas from laboratory analysis ofdissolved metals obtained values in sample-1 and sample-2 in the form of copper (Cu) havethe same value of 0.0153 and lead (Zn) 0.0531 while sample-2 value of lead dissolved metal(Zn) is 0, 0977. From the chemical and physical parameters and analysis of dissolved metalsif based on the Minister of Health Regulation No. 416 ,1990 about Water QualityRequirements and Supervision and Government Regulation No. 82, 2001 aboutManagement of Water Quality and Water Pollution Control is still classified under the qualitybook and is determined by the value of the Pollution Index based (IPj) on the Decree of theMinister of Environment Number 115,2003 about Guidelines for Determining the Status ofWater Quality. This method is used to determine the level of pollution relative to permittedwater quality parameters. The results obtained indicate that the water quality in the twosamples is categorized as inappropriate (light polluted) as a drinking water qualityrequirement because it has a pollution index value for designation (IPj ) sample-1 was 2.15and sample-2 was 1.86.
Kajian Unsur Tanah Jarang (LTJ) Pada Lahan Bekas Tambang Timah dan Tambang Kaolin Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Delita Ega Andini; Guskarnali Guskarnali; Alfitri Rosita
PROMINE Vol 7 No 1 (2019): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.595 KB) | DOI: 10.33019/promine.v7i1.1058

Abstract

Indonesia have natural resources in producing rare earth elements (REE). The abundance ofmineral resources in Bangka Island is related to the strategic geological position of BangkaIsland formed on the Southeast Asian Tin Belt (Cobbing, 2005). Geologically, the REEdeposits are associated with acid rocks (granitic) and phosphatic deposits. This studyfocuses on primary samples taken directly from ex tin mining area and ex kaolin mining inMerawang District, Bangka. The analysis of the sample uses X-Ray Fluorescence (XRF) tofind out the REE content are Ce, La, Nd, Sb, Sc, Sm, Te, Th, Y, and U. The analysis resultsshow that the spread of elemental content in the sample tends to have a relatively similarpresence. But in Sample 1 shows the Ce element is the dominant element that is equal to25.19 ppm, equivalent to 0.002% of its availability in sedimentary sand in the ex tin mining.while on the ex kaoline mining area the results of the analysis showed that there wasThorium (Th) content in Sample 3 of 70.05 ppm or 0.007% and was the highest contentcompared to other elements in all samples.