Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROSES BERPIKIR SISWA KELAS V DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR KHADIJAH SURABAYA Nafi’an, Muhammad Ilman
Gamatika Vol 2, No 2: Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses berpikir dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga yaitu proses berpikir konseptual, semikonseptual, dan komputasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses berpikir siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode tes dan wawancara. Tes dan wawancara diberikan untuk mengetahui proses berpikir subjek dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan. Sedangkan pemilihan subjek penelitian didasarkan pada hasil nilai uji tes 1 dan uji tes 2. Siswa dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu kelompok atas, tengah, dan bawah. Dari masing-masing kelompok tersebut diambil 3 orang untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa dari kelompok atas cenderung berpikir konseptual dalam menyelesaikan soal cerita dan siswa dari kelompok tengah dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan  cenderung pada proses berpikir semikonseptual. Sedangkan proses berpikir siswa dari kelompok bawah dalam menyelesaikan soal soal cerita pada materi pecahan  cenderung pada proses berpikir komputasional Kata kunci: Proses berpikir, konseptual ,semikonseptual dan komputasional Abstract The process of thinking in this study are grouped into three conceptual thought process, semikonseptual, and computational. Conceptual way of thinking that is the way of thinking of students in solving a problem using the concepts learned. This way of thinking is a way of thinking semikonseptual students in solving a problem by using the concepts that have been studied, but not fully complete. Meanwhile, computational thinking is a way of thinking of students in solving a problem without using the concepts learned. This study aims to identify and describe the thought processes of students of high ability, medium and low in solving story problems. This research is a qualitative descriptive study using a test and interview. Tests and interviews given to know the process of thinking about the subject in completing the story on the material fractions. While the selection of research subjects based on the value of the test test test 1 and test 2. Students are divided into 3 groups: group top, middle, and bottom. From each group were taken three people to serve as research subjects. The results showed that the students´ thinking process of the group tend to think conceptually in solving story problems and students from the middle to finish the story about the material in fractions tend semikonseptual thinking process. While the thought processes of the students in solving the questions about the story on the material fractions tend to think of computational processes Keywords: Process thinking, conceptual, semikonseptual and computational
KEMAMPUAN MAHASISWA PGSD DALAM MENGONSTRUKSI PEMAHAMAN KONSEP ALJABAR BERDASARKAN TEORI APOS Nafi'an, Muhammad Ilman; Hayuhantika, Diesty; Afifah, Dian Septi Nur
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 1 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v8i1.1791

Abstract

The purpose of this study is to describe the ability of students in constructing the concept of symmetry group. This research was conducted in STKIP PGRI Tulungagung, subjek in this research is PGSD student of Semester VI, Data collection with written test, interviews and documentation. Written tests and interviews were conducted to obtain student data in building understanding of the concept of symmetry group, While documentation is used to record all activities in building understanding of the concept of Symmetry group. The results of this study indicate that At the stage of action the subject is able to show the next steps of showing the permutation link with an equilateral triangle, At the stage of the process is able to show the next steps of imagining the reflection of the triangle, And determine reflection, At the stage of the subject object is confident with the done and able to explain the next steps of imagining the reflection properties of the triangle wake up, and determine the reflection From the nature of the reflection is changed again into a transformation composition, At the subject schema stage can already explain if the triangle is altogether converted into a rectangular or pentagonal wake, then the reflection and composition of its transformation will change, it indicates that the subject already has a scheme about symmetry group.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Nafi'an, Muhammad Ilman; Pradani, Shimawati Lutvy
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i2.15050

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah siswa dalam mengerjakan soal tipe Higher Order Thinkimg Skills (HOTS). Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan dan harus dimiliki oleh siswa. Dengan mengerjakan soal-soal Higher Order Thinking Skills, maka siswa akan mencapai level-level pada kemampuan matematika dari level yang terendah sampai level tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pemecahan masalah siswa kelas XII IPA dalam menyelesaikan soal tipe Higher Order Thinking Skills berdasarkan langkah-langkah Polya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pada penelitian ini peneliti juga menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data antara lain: tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa siswa dalam memecahkan masalah menggunakan langkah Polya, dapat menuhi indikator menganalisis, menciptakan, dan mengevaluasi.The purpose of this study to determine the ability to solve student problems in working on the problem type Higher Order Thinkimg Skills (HOTS). Ability to solve problems is one of the important skills to be developed and must be owned by students. By working on the Higher Order Thinking Skills questions, students will reach the levels of mathematical ability from the lowest level to the highest level. The purpose of this research is to describe the problem solving of students of class XII IPA in solving the problem of Higher Order Thinking Skills type based on Polya steps. This research uses qualitative approach with descriptive research type. In this study the researchers also used several methods to collect data, among others: tests, interviews and documentation. The results of this study obtained the conclusion that students in solving problems using Polya step, can meet the indicators analyze, create, and evaluate.
Pelatihan Penyusunan Soal Matematika Berbasis Literasi dan Pendampingan Praktek Evaluasi Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SMP di Kabupaten Tulungagung Nafi'an, Muhammad Ilman; Gufron, Mohammad; Nur Afifah, Dian Septi
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2019): 2019
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v7i2.1451

Abstract

ABSTRAKMinimnya pengetahuan guru terkait literasi matematika, rendahnya kemampuan literasi siswa dan rendahnya kemampuan guru dalam pengembangan soal berbasis literasi matematika sehingga ketercapian tujuan pembelajaran masih rendah, disisi lain dalam Kurikulum 2013 diamanahkan pembelajaran berbasis literasi. Solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada dapat melalui pelatihan guru matematika di Tulungagung, yakni pengembangan pembuatan soal matematika berbasis literasi matematika. Target khusus yang diharapkan tercapai melalui program pengabdian ini yaitu perbaikan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi pedagogik dan pengembangan profesionalisme guru matematika. Untuk itu kegiatan ini akan memberikan pelatihan ketrampilan dalam pengembangan soal berbasis literasi matematika sesuai peminatan mitra, agar nantinya mitra mampu mengembangkan dan menerapkan soal berbasis literasi matematika dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi guru dan siswa. Ada tiga tahap kegiatan program pengabdian yang diajukan yaitu tahap awal yang meliputi kelengkapan administrasi, observasi dan survey lokasi, merancang kegiatan inti dan modul pelatihan. Tahap inti dalam program pengabdian ini melibatkan guru matematika SMP secara langsung sebagai peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan yaitu (1) knowledge sharing tentang pentingnya literasi matematika, (2) sosialisasi penerapan literasi matematika dalam pembelajaran matematika (3) praktik pembuatan soal berbasis literasi matematika (4) ujicoba soal berbasis literasi matematika (5) evaluasi kemampuan guru dalam pembuatan soal berbasis literasi matematika dan (6) evaluasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis literasi matematika. Tahap akhir merupakan evaluasi kegiatan yang diwujudkan dalam laporan akhir dan publikasi hasil kegiatan. dari kegiatan ini para guru berhasil membuat soal berbasis literasi matematika dengan baik, serta mampu menerapkan melalui praktek evaluasi di kelasnya.Kata kunci : pelatihan, soal matematika, literasi, kompetensi guru
Pelatihan Terhadap Guru Tentang Cara Menggali Komunikasi Matematika Siswa SMP Ditinjau Berdasarkan Gaya Belajar Visual Utomo, Fajar Hendra; Nafi?an, Muhammad Ilman
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2019): 2019
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v7i2.1454

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan observasi di sekolah Dasar pada kelas matematika terdapat siswa yang menyelesaikan masalah matematika dengan cara yang berbeda-beda walaupun diberi soal yang sama, dalam menyelesaikan soal pecahan beberapa siswa menyelesaikan dengan algoritma dalam bentuk angka dan simbol, sebagaian lagi menyelesaikan pecahan dengan gambar-gambar yang di arsir, hal ini memungkinkan bahwa gaya belajar siswa berhubungan dengan kemampuan komunikasi matematika baik tulis maupun lisan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pelatihan kepada guru tentang menganalisis kemampuan komunikasi matematika siswa SMP ditinjau berdasarkan gaya belajar visual. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilaksanakan di SMPIQu Al Bahjah Karangrejo kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Jarak dari Kota Tulungagung ke SMPIQu Al Bahjah Tersebut sekitar 15 KM ke arah barat dekat dengan Gunung Wilis. Jumlah guru di SMPIQu Al Bahjah Karangrejo sekitar 10 Guru. Saat ini SMPIQu Al Bahjah Karangrejo menggunakan kurikulum KTSP 2006, dan di antara 10 guru ditemukan pendidikanya tidak linier, hal ini menyebabkan para guru kesulitan merancang pembelajaran yang efektif. Sementara jumlah siswa nya ada 59. Pengabmas ini tepat dilakukan disana karena banyak Siswa SMP yang komunimkasi matematika bagus tapi belum tergarap dengan baik. oleh karena itu perlu adanya pelatihan terhadap guru mapel matematika atau tematik matematika. Ada tiga tahap kegiatan program pengabdian yang diajukan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi berjalan dengan lancar. Para peserta pelatihan menanggapi positif kegiatan ini. Dengan pelatihan ini, peserta mampu menganalisis kemampuan komunikasi matematika siswa SMP ditinjau berdsarkan gaya belajar visual. Kata kunci : gaya belajar visual, komunikasi matematika, pelatihan
ANALISIS BERPIKIR KONSEPTUAL, SEMIKONSEPTUAL DAN KOMPUTASIONAL SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Nafi'an, Muhammad Ilman
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.216 KB) | DOI: 10.29100/jp2m.v2i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses berpikir siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode tes dan wawancara. Subjek penelitian yaitu 9 siswa SD Khadijah Surabaya dari ketiga tipe kemampuan matematika berdasarkan hasil uji tes 1 dan uji tes 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa dari kelompok atas cenderung berpikir konseptual dalam menyelesaikan soal cerita dan siswa dari kelompok tengah dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan cenderung pada proses berpikir semikonseptual. Sedangkan proses berpikir siswa dari kelompok bawah dalam menyelesaikan soal soal cerita pada materi pecahan cenderung pada proses berpikir komputasional.
Interaksi Guru SD Untuk Membantu Siswa Mengonstruksi Pemahaman Konsep Matematika Nafi'an, Muhammad Ilman
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 19 (2015)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v11i19.272

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi expounding-quetioning guru SD untuk membantu siswa mengonstruksi pemahaman konsep operasi penjumlahan bilangan bulat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan interaksi, soal bilangan bulat dan pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah satu siswa SD Qu Al Bahjah 03 Tulungagung kelas dua. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, tes dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi waktu, yaitu dengan mengambil data lagi pada waktu yang lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interaksi antara guru dan siswa, siswa dapat mengkonstruksi pemahaman pada operasi bilangan bulat. indikator siswa dapat mengkonstruksi pemahaman pada operasi bilangan bulat yaitu siswa dapat menghubungkan dengan benda konkrit, siswa dapat menerapkan pada situasi lain, siswa dapat memberikan contoh tetapi siswa tidak dapat menjelaskan definisi dari penjumlahan bilangan bulat.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS PEUBAH BANYAK Dian Septi Nur Afifah; Muhammad Ilman Nafi’an; Ika Mariana Putri
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.261 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n2a7

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesalahan dan faktor penyebab mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah kalkulus peubah banyak. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, karena mendeskripsikan dan menggali informasi dengan kata-kata.  Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester lima STKIP PGRI Tulungagung. Subjek dipilih berdasarkan banyaknya kesalahan yang dilakukan dan kemampuan komunikasi lancar. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung adalah soal kalkulus peubah banyak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan meliputi jenis kesalahan konsep (aturan rantai dan penggunaan harga mutlak, turunan trigonometri ,turunan parsial, konsep integral dan eksponen), kesalahan operasi (perkalian antara koefisien dan variabel dari sebuah fungsi dan operasi bilangan bulat) dan jenis kesalahan prinsip (penulisan rumus aturan rantai).Abstract:The research aims to analyze the students’ errors and the factors causing the errors in answering the multivariable calculus tests. The research used qualitative descriptive research because it described and deeply explored the information narratively. The research subject was the 5th semester students of mathematics education department in STKIP PGRI Tulungagung. The subjects were selected based on the number of errors made by the students and their ability to communicate smoothly. The main research instrument was the researchers themselves and the secondary instrument was the multivariable calculus test. Data collection technique used test and interviews. To test the data validity, the researchers used triangulation technique. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation and conclusion. The research findings indicated that the error types made by the students consisted of conceptual errors (chain rule and use of absolute price, trigonometric derivatives, and partial derivatives, integral and exponent), operational errors (multiplication of coefficients and variables of a function and integer operation) and principle errors (writing the formula of chain rule). 
Proses Transformasi Pengetahuan Matematika Siswa dalam Pemecahan Masalah Muhammad Ilman Nafi'an
Vygotsky : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.659 KB) | DOI: 10.30736/voj.v3i2.389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses transformasi pengetahuan matematika siswa dalam pemecahan masalah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkansubjek penelitian ini adalah siswa SMPIQuAl Bahjah Tulungagung, yang berjumlah 5 siswa dengan kriteria mampu berkomunikasi secara tulis maupun lisan, dan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika, kemudian Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu yaitu: tugas matematika dan pedoman wawancara. Data di analisis dan di reduksi kemudian di sajikan untuk ditarik kesimpulan.. Data dianalisis berdasarkan tahap proses transformasi pengetahuan yang meliputi sosialisasi, representasi, koneksi, justifikasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transformasi pengetahuan pada tahap sosialisasi meliputi mengungkapkan ide baik berupa pertanyaan, pernyataan, maupun menanggapi pendapat dari pada teman lain, tahap representasi meliputi menuliskan solusi masalah melalui kalimat secara tertulis, menggunakan rumus, gambar, atau tabel yang terkait dengan penyelesaian soal matematika dan menggunakan simbol matematika dalam penyelesaian soal, tahap koneksi meliputi siswa dapat menemukan hubungan antar konsep matematika yang terkait dengan soal, serta menemukan hubungan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, tahap justifikasi meliputi menyatakan jawaban benar disertai dengan alasan dengan menggunakan bahasa sendiri, dan memberikan alasan berdasarkan aturan atau definisi, tahap internalisasi meliputi menerapkan konsep pada situasi lain, dan menerapkan prosedur penyelesaian pada situasi lain.
Penyelesaian Soal Cerita Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Gender Muhammad Ilman Nafi'an
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v3i2.816

Abstract

This study aimed to describe the ability of students to solve gender assessment questions in elementary schools. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. This research was conducted at SD Quins Tulungagung. Determination of the subject based on gender. The instruments used were the story question test and interview. The data analysis carried out in this study included: (1) reduction, (2) exposure, and (3) interesting about the students' ability to solve story problems in terms of gender in elementary schools. Based on the results of this study, it shows that in solving story problems, male students tend to be better in terms of reasoning because they can carry out problem-solving starting from understanding the questions to evaluating the answers obtained. Then female students who have more accuracy in solving story problems are better than male students.