Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH MELALUI METODE PSN 3M PLUS PADA IBU-IBU PKK KELURAHAN KAMPUNG BARU KECAMATAN LABUHAN RATU BANDARLAMPUNG Endah Setyaningrum; Nismah Nukmal; Nuning Nurcahyani; Bambang Hermanto
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.906 KB) | DOI: 10.23960/buguh.v2n3.1160

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan/dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit DBD ini erat sekali hubungannya dengan masalah kebersihan lingkungan. Saat ini masih banyak Ibu-ibu PKK yang belum mengetahui tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk demam berdarah (DBD) yang ditimbulkan dari sampah serta bahan yang tidak terpakai lainnya. Metode penanggulangan yang banyak diterapkan saat ini adalah tindakan pencegahan antara lain program pengendalian vektor. Program ini merupakan salah satu metode yang tepat untuk memutus rantai penularan DBD, yaitu dengan mengurangi kontak manusia-vektor-pathogen dengan cara menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi sebagai perindukan nyamuk. Beberapa kegiatan pengendalian vektor DBD telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat tetapi belum menunjukkan hasil yang nyata, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kasus DBD dari tahun ketahun terutama pada saat musim hujan. Untuk mengurangi tingkat penularan DBD di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung diperlukan pelatihan bagi Ibu-ibu PKK untuk mengelola lingkungan agar tidak menjadi sumber perindukan nyamuk. Secara umum materi pelatihan mendapatkan tanggapan yang positif dari peserta mengingat penyakit ini sudah dikenal secara umum, namun metode pengendalian belum banyak dikenal. Hasil evaluasi juga menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 53,39 % berdasarkan evaluasi hasil pre-test dan post-test. Kesimpulan dalam pelatihan adalah meningkatnya pengetahuan Ibu-ibu PKK Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung tentang pengendalian Vektor penyakit DBD menggunakan PSN 3M Plus.
PELATIHAN CALON PEMANDU WISATA BIRDWATCHING UNTUK IDENTIFIKASI DAN PENGAMATAN BURUNG DENGAN METODE INDEX POINT OF ABUNDANCE DI TAMAN KEHATI LAMPUNG BARAT Nuning Nurcahyani; Jani Master; Endah Setyaningrum; Endang L Widiastuti; Bambang Hermanto
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.185 KB) | DOI: 10.23960/buguh.v2n3.1208

Abstract

Adapun tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon pemandu wisata birdwatching dalam identifikasi dan pengamatan burung dengan metode Index Point of Abundance (IPA) di Taman Kehati.  Taman Kehati merupakan salah satu kawasan pelestarian alam  yang ada di Lampung Barat dan sedang dikembangkan untuk objek wisata dan upaya pelestarian alam.  Keanekaragaman jenis burung dan jenis tumbuhan pendukungnya yang ada di kawasan Taman Kehati sudah cukup baik dan sesuai sebagai tempat wisata, namun staf lapangan di Taman Kehati belum mempunyai ketrampilan sebagai calon pemandu wisata khususnya wisata birdwatching. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para staf lapangan dengan pelatihan identifikasi dan pengamatan jenis burung menggunakan metode Index Point Abundance (IPA) sehingga memenuhi standar sebagai calon pemandu wisata  birdwatching di Taman Kehati Lampung Barat.  Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi tentang wisata birdwatching, dan dilanjutkan dengan praktik penggunaan metode IPA, cara pengamatan burung dengan teropong, dan identifikasi burung.  Para peserta dievaluasi melalui pre-test dan pos-test terkait materi birdwatching, identifikasi jenis burung, dan metode IPA.  Hasil evaluasi menunjukkan pretest peserta rata-rata 5,3, sedangkan post test rata-rata adalah 8,9. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan wawasan staf lapangan di Taman Kehati Lampung Barat meningkat, khususnya tentang metode pengamatan dan identifikasi burung untuk wisata birdwatching, selain itu staf lapangan Taman Kehati juga terampil mengaplikasikan metode Index Point of Abundance dan menggunakan teropong untuk pengamatan burung.
PENGENDALIAN MALARIA BAGI MASYARAKAT DESA GEBANG KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG Endah Setyaningrum; Yulianty Yulianty; Nuning Nurcahyani; Bambang Hermanto; Budi Santoso
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v2n4.1242

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. KabupatenPesawaran, Lampung merupakan daerah endemis malaria, selama rentang waktu 5 tahun (2013-2017) termasuk daerahdengan high case insidence (HCI) karena memiliki annual parasite incidence (API) lebih dari 5‰. Upaya yangdilakukan menuju daerah bebas malaria yaitu pengendalian malaria secara terpadu. Hal ini memerlukan dataentomologi setempat terutama berkaitan dengan spesies, angka kesakitan malaria, perilaku masyarakat terhadapmalaria. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentangpengendalian malaria 2) Meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam pengenalan alat dan metode Pengendalianmalaria. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi: 1) Penyuluhan tentang Pengendalian Malaria2)Demontrasi pengenalan alat dan metode pengendalian malaria. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat perbedaan(p<0,05) tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah penyuluhan. Kesimpulan: Penyuluhan dapat dapatmeningkatkan pengetahuan tentang pengendalian malaria pada masyarakat Desa Gebang Kecamatan Teluk PandanKabupaten Pesawaran Lampung.
Pemanfaatan Cangkang Telur Sebagai Pupuk Organik Pada Tanaman di Desa Gebang Kabupaten Pesawaran Yulianty Soeradji; Endang Linirin Widiastuti; Endah Setyaningrum; Lili Chrisnawati
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

−Eggshells are one of the organic waste that is commonly found and comes from households. Based on observations in the field, people generally have not done waste management properly such as separating organic and inorganic waste. However, the utilization of household waste in the form of eggshells has not been widely done by the community. The solution to overcome this problem is to conduct training for the community to utilize waste in the form of eggshells to be used both for nurseries and further processing as organic fertilizer to increase plant growth. The desired expectation in the implementation of this service is an increase in skills and knowledge in making organic fertilizer from eggshells. There was an increase in knowledge and skills of the service participants with a pretest score of 55.88 and post-test to 90.00. There was an increase in value of 34.12. The percentage increase in value is 62.86%.
PHYTOCHEMICAL ANALYSIS AND ANTIOXIDANT POTENTIAL OF EXTRACTS ETHANOL MACROALGAE Padina australis FROM TEGAL MAS ISLAND LAMPUNG Fatimah Alhafizoh; Endang Linirin Widiastuti; Nuning Nurcahyani; Ni Luh Gede Ratna Juliasih; Endah Setyaningrum
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.178

Abstract

In the seas of Lampung, a kind of brown macroalgae known as Padina australis is commonly seen.. Padina australis is widely used in the food industry as a gelling agent, emulsifier, thickener, stabilizer and also in the medical industry. The content of phytochemical compounds that can be developed as phytopharmaceutical agents is one of them as antioxidants. The aim of this study was to analyze the phytochemical content and potential antioxidant activity of the macroalgae Padina australis. The method used was extraction by maceration in 70% ethanol as a solvent. The phytochemical test was performed qualitatively by a color reagent test. The FTIR test was performed to analyze the functional groups of the active ingredients, while the antioxidant test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results obtained show that the ethanol extract of Padina australis contains chemical compounds such as saponins, steroids, tannins, alkaloids, and flavonoids. Padina australis extract shows its potential as an alternative source of natural antioxidant compounds because it is able to reduce free radicals with an IC50 value of 407.96 ppm, which is classified as very weak antioxidant activity. Further research needs to be done to obtain other concentration doses so as to get the best antioxidant activity results that can be developed clinically for health products.    
Pengenalan Sumber Daya Alam Dengan Kandungan Antioksidan Tinggi Dalam Rangka “Pencegahan Penyakit Degenaratif” Nuning Nurcahyani; Endah Setyaningrum; Endang L Widiastuti; Indriyani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 11 : Desember (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This activity was carried out in Banjar Agung Udik Village, Tanggamus, Lampung. This activity aims to provide knowledge about the benefits of antioxidants from surrounding natural resources in order to increase awareness of the importance of health among the community to prevent degenerative diseases. Banjar Agung Udik village is an area rich in natural resources. Most of the people are vegetable and fruit farmers, gardeners, and raise fish in ponds to meet their daily needs. One of the weakness of the local community is that they still have limited knowledge about the importance of natural resources that are rich in antioxidants and are beneficial for health, namely as preventing degenerative diseases. Therefore, training on the benefits of antioxidants from surrounding natural resources is very necessary to increase awareness of the importance of health through preventing degenerative disease among the people of Banjar Agung Udik. With the addition of this training, the knowledge and insight of the Banjar Agung Udik village community regarding the introduction of natural resources with high oxidant content as a means of preventing degenerative disease has increased. Apart from that, people are able to explain the benefits of natural resources with high antioxidant content for preventing degenerative disease.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Peningkatan SDM Di Desa Banjar Agung Udik, Tanggamus, Lampung Nida Lidya Susanti; Endah Setyaningrum; Nuning Nurcahyani; Endang Linirin Widiastuti
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 11 : Desember (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Service Program aims to provide training on using technology-based medicinal plants to improve human resources and the health of the Banjar Agung Udik village community, Tanggamus, Lampung. This activity will ultimately provide insight, knowledge, abilities, and skills to Banjar Agung Udik village residents in utilizing natural materials in the surrounding environment as health drinks. This work was conducted on Tuesday, August 6, 2024 at 08.00-12.00 WIB with targeted audience are teenagers, PKK members and men in Banjar Agung Udik village. In addition, village officials also attended this activity. The training activity began with preparing plan and dividing the tasks of the service team, preparing the tools and materials needed during the training, and determining the training schedule. The activity ended with socialization and direction on making healthy drinks based on local natural resources. The results of this activity showed that the community was enthusiastic and actively involved in participating in the health drink-making training. With ongoing training, participants are expected to have the knowledge and skills that can be used to improve the quality of health, and even support community economic needs.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pesisir Desa Hanura Terhadap Risiko Penyakit Malaria Melalui Pendekatan Partisipatif Endah Setyaningrum; Nuning Nurcahyani; M. Kanedi; Salman Farisi; Jeany Audina Suryaningkunti; Lisa Vegita; Febrian Cahyadi; Ainun Rizqi Indriani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 : Mei (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The population of Indonesia is around 32%  still lives in districts/cities at risk of contracting malaria. In addition, there are 154 districts/cities that fall into the low endemic area strata, 31 moderate endemic areas and 23 highly endemic areas. Hanura Village, Pesawaran Regency is one of the villages in Lampung Province that is still classified as a malaria endemic area. Hanura Village is one of the coastal areas in Lampung Province that has a high potential for the spread of malaria. Humid environmental conditions, the presence of standing water, and lack of public awareness regarding prevention efforts make this area vulnerable to an increase in malaria cases. This community service aims to increase the understanding and awareness of the Hanura Village community about the risks of malaria and its prevention measures through a participatory approach that actively involves the community. Based on these problems, it is necessary to increase awareness of the coastal community in Hanura Village about the risks of malaria through a participatory approach. The activity is carried out in several stages, namely identifying problems with the community, socialization and discussions regarding malaria and its causative vectors, education on malaria control, the use of mosquito repellent plants, and healthy and clean living behaviors. Through participatory methods, the community becomes the main actor in designing and implementing solutions relevant to their local conditions. This activity was attended by 20 villagers consisting of hamlet heads, integrated health post (Posyandu) cadres, PKK cadres, and village staff. Based on the evaluation results of the written test at the beginning of the activity (pre-test) and the written test at the end of the activity (post-test) of this training, showed an increase in knowledge of 37.8%. This activity was deemed successful because it was able to increase the understanding and awareness of the coastal community regarding the risk of malaria. The participants who attended were very enthusiastic about participating in the series of trainings and provided positive responses that are expected to support efforts to reduce malaria cases in Hanura Village.
Efektivitas Insektisida Ekstrak Etanol Daun Tuba terhadap Hama Phenacoccus manihoti Andinie Putri Arifin; Emantis Rosa; Eti Ernawiati; Endah Setyaningrum
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 5 No 06 (2026): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong (Manihot esculenta) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia; Namun, produktivitasnya seringkali menurun akibat serangan kutu putih (Phenacoccus manihoti), yang dapat menyebabkan hilangnya hasil panen lebih dari 80%, sehingga diperlukan metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah insektisida nabati yang berasal dari daun tuba (Derris elliptica). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia dan menentukan efektivitas ekstrak daun tuba pada berbagai konsentrasi terhadap mortalitas kutu putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) dengan 5 perlakuan yang diulang 4 kali, sehingga menghasilkan total 20 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari 0% (Kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4% ekstrak daun tuba. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA Satu Arah, diikuti dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi 5%, dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀ dan LT₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tuba mengandung senyawa bioaktif yang berperan sebagai insektisida, seperti flavonoid, terpenoid, saponin, tanin, fenol, dan alkaloid. Konsentrasi 4% menghasilkan tingkat kematian tertinggi. Nilai LC₅₀ sebesar 2,3% dan LT₅₀ tercepat yaitu 37 jam diperoleh, menunjukkan bahwa ekstrak tersebut efektif dalam mengendalikan hama.