Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemuridan dan Pengajaran Sebagai Tanda Gereja yang Bertumbuh Yeheskiel Obehetan; Noh Ruku; Galuh Pandandari
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/spmv5928

Abstract

Salah satu pesan atau perintah Tuhan Yesus yang harus ditaati dilakukan oleh setiap orang percaya adalah Amanat Agung. Tidak sedikit gereja yang mengerahkan kekuatannya untuk melaksanakan pesan atau perintah Tuhan Yesus dengan berbagai cara yang kreatif. Amanat Agung ini dijalankan sebagai suatu program atau proses “pemberitaan” yang cenderung menekankan “pergi“ yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tetapi mengesampingkan “pemuridan”. Dalam tugas pemuridan yang ditujukan Yesus kepada murid-murid-Nya, kemudian dilanjutkan oleh para penerus yang hidup dalam sebuah komunitas iman sebagai sebuah gereja untuk mewartakan kabar baik sehingga setiap bangsa dapat menjadi bagian dari komunitas iman kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Gereja dalam pelayanan misi adalah dengan mengimplementasi pemuridan dan pengajaran.
Praktik Bunuh Diri Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen Melpiani Fainmarinat Nautu; Delci Mariana Loit; Anderias Lende; Yeheskiel Obehetan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/7gya5y58

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah yang sangat serius dikalangan Anak muda Kasus bunuh diri dapat terjadi karena rusaknya kesehatan mental dalam diri seseorang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang praktik bunuh diri ditinjau dari perspektif iman kristen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya praktik bunuh diri yang terjadi di kalangan anak muda.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pengertian iman kristen; 2). Fenomena bunuh diri 3). Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri; 4). Pandangan iman kristen tentang bunuh diri; 5). Bagaimana mencegah praktik bunuh diri dalam perspektif iman kristen. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perspektif iman kristen untuk mencegah praktik bunuh diri dan dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran kristen yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pola Asuh Anak: Tinjauan Kitab Amsal 29:17 Dewi Zakarias; Valensia Ngongo; Yeheskiel Obehetan
Jurnal Shema Vol. 9 No. 01 (2025): Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Shema Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine parenting based on the principles of Proverbs 29:17 and its impact on the formation of children's character and personality. This study is motivated by the importance of the role of parents in educating children effectively according to biblical teachings, in order to create a harmonious family environment and support the development of children as a whole. This research uses a library research method with a qualitative approach, in which data is collected from various written sources such as books, journals, and relevant documents, then analyzed in depth. The results show that parenting based on biblical values can positively shape children's moral, spiritual and social character. This research is expected to contribute to parents in implementing faith-based parenting and biblical values, so as to help produce a generation that is independent, ethical, and has good character according to the teachings of the Christian faith.
Dari Usaha ke Anugerah: Memahami Jalan Keselamatan melalui Pembenaran oleh Iman Berdasarkan Roma 3:21-31 Yeheskiel Obehetan; Eni Marisa Fufu; Noh Ruku; Galuh Pandandari
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.408

Abstract

This study aims to examine the significance of Romans 3:21-31, in relation to the concept of justification by faith. This is based on the understanding of the laity that justification can be obtained from God through various human efforts, while humans are imperfect sinners so that in any effort it will not be possible for anyone to achieve justification from God. By using literature study, this study shows that the preaching of the gospel to the laity is the responsibility of believers to provide an understanding of the concept of justification by faith, the basis of justification by faith, the object of justification by faith, and the conditions of justification by faith. This study provides benefits to the church, theological colleges and believers to provide an understanding to the laity regarding the understanding of justification by faith alone. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Roma 3:21-31, dalam kaitannya dengan konsep pembenaran karena iman. Hal itu dilatarbelakangi oleh pemahaman kaum awam bahwa pembenaran dapat diperoleh dari Allah dengan berbagai upaya manusia, sedangkan manusia adalah umat berdosa yang tidak sempurna sehingga dalam upaya apapun tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh seorangpun untuk mencapai pembenaran Allah. Dengan menggunakan studi literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil kepada kaum awam adalah tanggung jawab orang percaya untuk memberi pemahaman tentang konsep pembenaran karena iman, dasar pembenaran karena iman, obyek pembenaran karena iman, dan syarat pembenaran karena iman. Penelitian ini memberikan manfaat kepada gereja, sekolah tinggi teologi dan kepada orang percaya untuk memberikan pemahaman kepada kaum awam berkaitan dengan pemahaman pembenaran hanya karena iman.