Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Alkitab terhadap Pernikahan Sesama Jenis Ataupah, Teresia Vinti; Tloim, Aldes Samor; Malaire, Fentri; Obehetan, Yeheskiel
Views : Jurnal Teologi dan Biblika Vol. 3 No. 3 (2025): VIEWS: Jurnal Teologi dan Biblika Edisi Desember 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/views.v3i3.132

Abstract

This article aims to examine and formulate a consistent church stance on the issue of same-sex marriage, a topic that has generated significant debate among Christians. Using an in-depth library study, this research analyzes a variety of relevant theological texts and resources, all obtained from reliable library references. We explore the doctrinal foundations, beginning with the Old Testament creation narrative, which fundamentally establishes marriage as a unique bond between a man and a woman. This study also extends to the New Testament, where the writings of the Apostle Paul, particularly Romans 1:26-27 and 1 Corinthians 6, explicitly and consistently condemn homosexual practices. The results of this research clearly demonstrate that the Bible, in both the Old and New Testaments, consistently rejects and does not recognize same-sex marriage as a legitimate relationship. Therefore, the conclusion drawn is that a church faithful to and aligned with the biblical foundation must firmly reject the legalization or celebration of same-sex marriage. This rejection is based on the deep conviction that the church cannot set aside the teachings of Scripture to accommodate contemporary cultural norms but must adhere to God-revealed truth as the foundation of its ethics and doctrine.
Analisis Kritis terhadap Strategi Misi Kontekstualisasi Paulus dalam 1 Korintus 9:20 bagi Tantangan Penginjilan di Era Postmodern Obehetan, Yeheskiel; Rompis, Febrianto Sutomo
JURNAL LUXNOS Vol. 11 No. 2 (2025): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI DESEMBER 2025
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/6wma5y72

Abstract

The purpose of this study is to critically analyse Paul's contextualization of evangelism based on 1 Corinthians 9:20. This purpose is motivated by the diverse approaches to contextualization that have developed widely in the postmodern era. This study uses a qualitative method with a literature review approach. The results of the study show that: First, Paul's contextualization is still relevant in the postmodern era. Second, Paul's contextualization always has biblical limitations. Third, Paul's contextualization is oriented towards the salvation of souls. A comprehensive and holistic understanding of Paul's contextual evangelism enables evangelists to implement it within biblical boundaries in their evangelistic ministry so that the Gospel message can be conveyed and win as many people as possible in the postmodern era.
Pemuridan dan Pengajaran Sebagai Tanda Gereja yang Bertumbuh Yeheskiel Obehetan; Noh Ruku; Galuh Pandandari
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/spmv5928

Abstract

Salah satu pesan atau perintah Tuhan Yesus yang harus ditaati dilakukan oleh setiap orang percaya adalah Amanat Agung. Tidak sedikit gereja yang mengerahkan kekuatannya untuk melaksanakan pesan atau perintah Tuhan Yesus dengan berbagai cara yang kreatif. Amanat Agung ini dijalankan sebagai suatu program atau proses “pemberitaan” yang cenderung menekankan “pergi“ yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tetapi mengesampingkan “pemuridan”. Dalam tugas pemuridan yang ditujukan Yesus kepada murid-murid-Nya, kemudian dilanjutkan oleh para penerus yang hidup dalam sebuah komunitas iman sebagai sebuah gereja untuk mewartakan kabar baik sehingga setiap bangsa dapat menjadi bagian dari komunitas iman kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Gereja dalam pelayanan misi adalah dengan mengimplementasi pemuridan dan pengajaran.
Praktik Bunuh Diri Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen Melpiani Fainmarinat Nautu; Delci Mariana Loit; Anderias Lende; Yeheskiel Obehetan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/7gya5y58

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah yang sangat serius dikalangan Anak muda Kasus bunuh diri dapat terjadi karena rusaknya kesehatan mental dalam diri seseorang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang praktik bunuh diri ditinjau dari perspektif iman kristen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya praktik bunuh diri yang terjadi di kalangan anak muda.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pengertian iman kristen; 2). Fenomena bunuh diri 3). Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri; 4). Pandangan iman kristen tentang bunuh diri; 5). Bagaimana mencegah praktik bunuh diri dalam perspektif iman kristen. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perspektif iman kristen untuk mencegah praktik bunuh diri dan dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran kristen yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.