Remegises Danial Yohanis Pandie
Universitas Kristen Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Relevansi Perspektif Teknologi Pendidikan dengan Pendidikan Agama Kristen Widya Indasari Makoni; Remegises Danial Yohanis Pandie; Esti Regina Boiliu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2881

Abstract

Artikel ini merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa teknologi pendidikan memiliki manfaat besar bagi Pendidikan Agama Kristen. Hingga saat ini masih minim artikel serupa yang membahas tentang relevansi teknologi pendidikan terhadap Pendidikan Agama Kristen. Tujuan penulisan artikel ini berusaha untuk menjelaskan tentang relevansi teknologi pendidikan terhadap Pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, di mana sumber-sumber yang dikumpulkan adalah secara tertulis seperti buku dan artikel ilmiah lainnya. Tentunya semua sumber tersebut merujuk kepada topik terkait judul artikel yang dikaji. Hasil penulisan artikel ini adalah menguraikan relevansi teknologi pendidikan dengan Pendidikan Agama Kristen, lalu memberikan jawaban dan penjelasan mengenai bagaimana teknologi pendidikan dapat direlevansikan dalam Pendidikan Agama Kristen. 
Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Remegises Danial Yohanis Pandie; Yunardi Kristian Zega; Desetina Harefa; Stefanus Meo Nekin; Rini Sumanti Sapalakkai; Selvyen Sophia
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 2, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3007.202 KB) | DOI: 10.53547/rdj.v2i1.150

Abstract

The implementation of teaching and learning activities becomes more effective if you pay attention to the use of learning theory in the classroom environment. However, the fact is that there are still some learning implementations that ignore this, so that learning outcomes are not in accordance with the achievement targets. One of the learning theories that is often used is constructivism learning theory. This learning theory gives students the freedom to build their own knowledge according to what is learned in the learning environment. The means of supporting the implementation of constructivism learning theory is technology. Technology makes it easy for educational practitioners to explore innovative patterns and materials to make an impact on students. Therefore, the purpose of writing this article is to explain the application of constructivism learning theory in Christian religious education in schools. The method in this research is a literature study method which refers to data or references related to the topic raised. Researchers collect various theories and information from library materials and conduct analytical studies of various written sources that can be justified academically. The results of this study are constructivism learning theory plays an important role in Christian religious education in schools, because it can provide space for students to easily learn by using technology, and make it easier for students to get opportunities to learn more independently.Keywords: Christian Religious Education; School; Technology; Constructivism Learning Theory Abstrak Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif jika memperhatikan penggunaan teori belajar dalam lingkungan kelas. Namun, faktanya masih terdapat beberapa pelaksanaan belajar yang mengabaikan hal tersebut, sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan target pencapaian. Salah satu teori belajar yang sering digunakan adalah teori belajar konstruktivisme. Teori belajar ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan apa yang dipelajari dalam lingkungan belajar. Sarana pendukung implementasi teori belajar konstruktivisme adalah teknologi. Teknologi memberikan kemudahan bagi praktisi pendidikan untuk mengeksplorasi pola dan materi yang inovatif agar memberikan dampak bagi siswa. Oleh sebab itu, tujuan dari penulisan artikel ini untuk menjelaskan tentang penerapan teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan agama Kristen di sekolah. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka yang mengacu pada data atau referensi yang berkaitan dengan topik yang diangkat. Peneliti mengumpulkan berbagai teori dan informasi dari bahan kepustakaan dan melakukan kajian analitis terhadap berbagai sumber tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Hasil dari penelitian ini adalah teori belajar konstruktivisme berperan penting dalam pendidikan agama Kristen di sekolah, karena dapat memberikan ruang kepada siswa untuk mudah belajar dengan menggunakan teknologi, serta memudahkan siswa untuk mendapatkan kesempatan belajar secara lebih mandiri. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen; Sekolah; Teknologi; Teori Belajar Konstruktivisme
Pendidikan Agama Kristen yang Membebaskan: Pedagogis Kritis Paulo Freire dalam Konteks Budaya Suku Boti Remegises Danial Yohanis Pandie; Desi Sianipar; Lamhot Naibaho
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i2.944

Abstract

Abstract. This paper aimed to propose a liberating construction of Christian Religious Education (CRE). This study departs from research conducted on the Boti ethnic community in Boti Village, South Central Timor District. The Christians in the Boti community are still treated as adherents of foreign religions, whose existence is considered a threat to local culture. This fact makes Christians there unable to contribute optimally to the development of the local community. The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. Conducted by Paulo Freire's thinking about critical pedagogy, it is obtained a CRE construction that is relevant to the social situation of society. CRE must be contextual, holistic, liberative and transformative by directing all resources and pedagogical efforts to produce a generation that is critical and dialogical; they have sensitivity, solidarity, and ability to analyze social issues.Abstrak. Tujuan tulisan ini adalah mengusulkan konstruksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang membebaskan. Kajian ini berangkat dari penelitian yang dilakukan pada masyarakat Suku Boti di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Umat Kristiani di masyarakat Boti masih diperlakukan sebagai penganut agama asing, yang keberadaannya dianggap mengancam budaya lokal. Kenyataan tersebut membuat umat Kristiani di sana tidak dapat memberikan konstribusi secara maksimal bagi kemajuan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dengan menggunakan bantuan pemikiran Paulo Freira tentang pedagogis kritis, diperoleh hasil suatu konstruksi PAK yang relevan situasi sosial masyarakat. PAK harus bersifat kontekstual, holistik, liberatif dan transformatif dengan mengarahkan segala daya dan upaya pedagogis agar menghasilkan generasi yang kritis, dialogis, memiliki kepekaan dan solidaritas kemanusiaan, dan memiliki kemampuan menganalisis masalah-masalah sosial.
Perspektif Sosiologis-Teologis terhadap Interaksi Sosial Antara Etnis Rote dan Etnis Timor di Desa Tuasene Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Daud Alfons Pandie; Remegises Danial Yohanis Pandie
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 3, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.354

Abstract

This paper aims to describe the social and cultural construction in the process of interaction between the Rote ethnicity and the Timorese ethnicity in Tuasene Village, South Mollo district, South Central Timor Regency. Where, the dynamics in the process of interaction of ethnic Rote and Ethnic Timorese are different customs and cultures, so that the social construction in the village of Tuassene is dominated by ethnic Rote. This paper draws on the theoretical framework of social constructions of Peter L. Berger and Thomas Lukmann, this paper focuses on the social constructions that arise in such interactions. As Berger puts it, humans create reality through social interaction. In this study the researcher found that the social interaction of the Rote ethnicity and the Timorese ethnicity in the village of Tuasene from a theological perspective was part of God's will for humans to live in harmony and peace which then influenced the construction of the Rote ethnic social and cultural identity in Tuasene, although it lasted for a long time and time. Such social interactions form the construction of ethnic and cultural identities is a synthesis of those processes of social interaction.Keywords: ethnic; Perspective; social construction; Rote; Sociological; Theological; TimorAbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi sosial dan budaya dalam proses interaksi antara etnis Rote dengan Etnis Timor di Desa Tuasene, kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di mana, dinamika dalam proses interaksi etnis Rote dan Etnis Timor yang berbeda adat istiadat serta kebudayaan, sehingga konstruksi sosial di desa Tuassene di dominasi oleh etnis Rote. Tulisan ini mengacu pada kerangka teoritis konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Lukmann, tulisan ini berfokus pada konstruksi sosial yang muncul dalam interaksi tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Berger, manusia menciptakan realitas melalui interaksi sosial. Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa interaksi sosial etnis Rote dan etnis Timor di desa Tuasene dari perspektif teologis merupakan bagian dari kehendak Tuhan agar manusia hidup dengan rukun dan damai yang kemudian mempengaruhi konstruksi identitas sosial dan budaya etnis Rote di Tuasene, meskipun berlangsung dalam proses dan waktu yang cukup lama. Interaksi sosial tersebut membentuk konstruksi identitas etnis dan budaya merupakan sintesis dari proses interaksi sosial tersebut.Kata Kunci: etnis; perspektif; konstruksi sosial; rote; sosiologis; teologis; timor
Filsafat Stoisisme dalam Perspektif Etika Kristen Remegises Danial Yohanis Pandie
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 3, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v3i1.353

Abstract

The philosophy of Stoicism plays an important role in human life. The role of Stoicism includes human ethics in responding to things that happen around him such as situations that disturb human psychology. Stoicism is not just a theory, but a set of practices designed to help humans live better lives. Stoicism proposes a code of masculinity based on extraordinary mental strength. Stoicism teaches people how to maintain peace of mind from the sensitivity of circumstances. Stoicism sees human psychological problems as the product of misjudgment and can be eradicated with a form of cognitive psychotherapy. In practice, there are still many people who do not understand and have not really practiced the philosophy of Stoicism under the pretext of not being in accordance with the teachings of Christianity. The purpose of this research is to examine the parts of Stoicism and their relation to Christian ethics. The research method used is descriptive qualitative. The result of the research is that there is a belief that what Christ revealed, is a rational principle explored by Stoicism, so reason and revelation must complement each other. The main point in determining or verifying the life of each individual must be through biblical standards.Keywords: christian ethics; philosophy; stoicism AbstrakFilsafat Stoisisme memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Peranan Stoisisme mencakup etika manusia dalam menyikapi hal-hal yang terjadi disekitarnya seperti situasi-situasi yang mengganggu psikologis manusia. Stoisisme bukan hanya teori, tetapi seperangkat praktik yang dirancang untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih baik. Stoisisme mengusulkan kode maskulinitas berdasarkan kekuatan mental yang luar biasa. Stoisisme mengajarkan manusia bagaimana menjaga ketenangan pikiran dari sensitifitas keadaan. Stoisisme melihat masalah psikologis manusia sebagai produk dari penilaian yang salah dan dapat diberantas dengan suatu bentuk psikoterapi kognitif. Dalam praktiknya, masih banyak orang yang belum memahami dan belum benar-benar menjalankan filosofi Stoisisme dengan dalih tidak sesuai ajaran agama Kristen. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji bagian-bagian Stoisisme dan kaitannya dengan etika Kristen. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu ada keyakinan bahwa apa yang diwahyukan Kristus, adalah prinsip rasional yang dieksplorasi oleh Stoisisme, sehingga akal dan wahyu harus saling melengkap. Titik utama dalam menentukan atau verifikasi kehidupan setiap individu harus melalui standar Alkitab.Kata kunci: etika kristen; filsafat; stoisisme
Implikasi Aliran Filsafat Idealisme terhadap Praksis Pendidikan Agama Kristen Go Heeng; Remegises Danial Yohanis Pandie; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.85

Abstract

Abstract: Philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education focuses on developing spiritual awareness, building a relationship with God and strengthening basic religious values. Idealism also emphasizes the importance of recognizing the truth and understanding the essence of human existence. This can help in forming a positive mindset, making good decisions, and acting with integrity and responsibility. However, in practice not many understand the concept of philosophy of idealism, so that the practice of Christian religious education often ignores philosophical concepts that contribute to the process of improving Christian religious education itself. The method used in this research is literature study. The results of the study show that there are implications of the philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education, namely the importance of understanding religious concepts, focusing on developing individual potential, prioritizing the learning process and prioritizing personal experience. Thus, the philosophy of idealism can be applied in the practice of Christian religious education by paying attention to spiritual values, character education, holistic education, and inclusive education. Abstrak: Filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen fokus pada pengembangan kesadaran spiritual, membangun hubungan dengan Tuhan dan memperkuat nilai-nilai agama yang mendasar. Idealisme juga menekankan pada pentingnya mengenali kebenaran dan memahami esensi keberadaan manusia. Hal ini dapat membantu dalam membentuk pola pikir yang positif, membuat keputusan yang baik, dan bertindak dengan integritas serta tanggung jawab. Namun, dalam praktiknya belum banyak yang memahami konsep filsafat idealisme, sehingga praksis pendidikan agama Kristen sering kali mengabaikan konsep-konsep filsafat yang punya sumbangsih bagi proses perbaikan pendidikan agama Kristen itu sendiri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat implikasi filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen yaitu pentingnya pemahaman konsep-konsep keagamaan, fokus pada pengembangan potensi individu, mengutamakan proses belajar dan mengutamakan pengalaman pribadi. Dengan demikian, filsafat idealisme dapat diterapkan dalam praksis pendidikan agama Kristen dengan memperhatikan nilai-nilai spiritual, pendidikan karakter, pendidikan holistik, dan pendidikan inklusif.
Meretas Polarisasi Doktrin Kehidupan Jemaat Mula-Mula dan Implementasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Keluarga Masa Kini Remegises danial Yohanis Pandie; Sozawato Telaumbanua; Samuel Siringo ringo; Mariyanti Adu; Yeheskiel Obehetan
Jurnal Arrabona Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57058/juar.v6i1.81

Abstract

The objective of this article is to delve into the underlying meanings within the lives of the early congregation and to link them with their relevance in the lives of contemporary Christian families. Within this article, an analysis is conducted on the concepts of life during the era of the apostles, with the intention of elucidating how the early congregation maintained resilience amidst challenging circumstances and provided a profound perspective for modern Christian families. The analysis of the lives of the early congregation is anticipated to provide valuable insights for Christian families. The inquiries addressed within this study are how the concepts of the early congregation's life can be actualized through Christian religious education within the milieu of modern Christian families, along with the model of Christian religious education that can be embraced by these families. To address these inquiries, a qualitative research methodology is employed, encompassing the analysis of pertinent literature including books, articles, and journals. The research findings ascertain that the principles of the early congregation's life remain pertinent and can be applied in the contemporary context through elements of hope, steadfast faith, and love. As such, Christian families are urged to comprehend and implement God's messages in confronting the challenges of daily life.   Tujuapenulisan artikel ini adalah bertujuan untuk menggali makna yang terkandung dalam kehidupan jemaat mula-mula yang masih relevan dengan kehidupan jemaat masa kini. Pembahasan artikel ini mengetengahkan ulasan konsep-konsep Paulus dalam mengajari jemaat mula-mula untuk tetap kuat dalam tekanan dan diyakini memberi pemaknaan lebih kepada keluarga Kristen masa kini. Evaluasi dari kehidupan jemaat mula-mula diharapkan memberikan masukan bagi keluarga Kristen masa kini agar menjadi lebih baik. pertanyaan yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi konsep kehidupan jemaat mula-mula melalui pendidikan agama Kristen keluarga dalam kehidupan keluarga masa kini? Model pendidikan agama Kristen seperti apa yang bisa digunakan untuk diterapkan dalam keluarga?. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam Kajian ini, peneliti menemukan bahwa Konsep hidup jemaat mula-mula masih relevan dan dapat diimplemetasikan dalam konteks masa kini melalui hidup dalam pengharapan, kokoh dalam iman dan hidup dalam kasih. Keluarga Kristen perlu menyadari dan memahami maksud Tuhan dalam setiap tantangan hidup yang datang silih berganti.