Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Physical Therapy UNISA

Pengaruh Pemberian Brandt Daroff Exercise Untuk Meningkatkan Keseimbangan Pada Benign Paroxysmal Positional Vertigo : Metode Narrative Review Sofiani, Irni; Sugeng, Gemila Reza; Wulandari, Rizky
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 1 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.957 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2016

Abstract

Benign Paroxysmal Positional Vertigo bukan merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terjadi akibat gangguan keseimbangan pada sistem vestibular. Brandt Daroff Exercise bertujuan meningkatkan keseimbangan pasien. Brandt Daroff Exercise untuk meningkatkan keseimbangan pada Benign Paroxysmal Positional Vertigo dimana pemberian intervensi ini bisa dilakukan kepada usia anak muda, orang dewasa, orang tua hingga lansia. Brandt Daroff Exercise ini bisa dilakukan secara mandiri dirumah dan diulang secara rutin setiap hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Brandt Daroff Exercise Untuk Meningkatkan Keseimbangan Pada Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Metode penelitian ini  NarrativeReview dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Google Schoolar, Scinedirect dan PubMed) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISA Flowchart, selanjutnya dilakukan tahapan penilaian artikel menggunakan criticalappraisal dan menyusun hasil ulasan narasi. Dari hasil penelitian secara keseluruhan pencarian 3 database terdapat 646. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 13 jurnal yang menyebutkan bahwa Brandt Daroff Exercise terbukti meningkatkan keseimbangan pada Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Kesimpulan dari penelitian Pemberian Brandt Daroff Exercise pada penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan.
Study narrative review latihan eccentric terhadap penurunan nyeri pada penderita tennis elbow Wulandari, Rizky; Irfan, Muhammad; Sadhono, Noor
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.961 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2669

Abstract

Tennis Elbow (lateral epicondylitis) adalah perasaan nyeripada siku bagian luar terkait ekstensi pergelangan tangan yang berlebihan.Penyebab utamanya adalah penggunaan otot yang berlebihan secara berulang, dan tenaga kerja manual yang berat meningkatkan risiko terkena Tennis Elbow. Problematika yang sering muncul pada kasus Tennis Elbow adalah terjadinya penuruna n atau keterbatasan fungsional pada suatu pekerjaan, olahraga dan pada aktivitas sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh adanya rasanyeri yang dihasilkan dari proses peradangan yang terjadi pada EpycondylusLateral. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian EccentricExercise terhadap penurunan nyeri pada penderita Tennis Elbow. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian narrative review dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed, Google Schoolar, PEDro). Hasil dari penelusuran didapatkan sebanyak 11 artikel yang membahas tentang pengaruh pemberian Eccentric Exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita Tennis Elbow. Hasil review 11 artikel tentang pengaruh pemberian Eccentric Exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita Tennis Elbow didapatkan ada 9 yang menyatakan ada perubahan penurunan nyeri setelah pemberian Eccentric Exercise dan 2 lainnya menyatakan tidak berpengaruh. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian Eccentric Exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita Tennis Elbow. Saran untuk Penelitian narrative review ini dapat dijadikan evidence based fisioterapi untuk menurunkan nyeri pada penderita Tennis Elbow.
Hambatan yang mempengaruhi partisipasi aktivitas fisik lansia di Yogyakarta: sebuah penelitian cross-sectional Indriani, Indriani; Nabilah Gusman, Nurul; Wulandari, Rizky
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4300

Abstract

Fenomena meningkatnya populasi lansia diseluruh dunia berkontribusi pada tingginya kasus penyakit kronis, yang salah satunya terkait dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Informasi mengenai hambatan dan motivasi lansia untuk beraktivitas fisik masih terbatas, Misalnya karena penyakit tertentu, kelemahan fisik, rendahnya dukungan sosial atau lingkungan, dan motivasi sehingga diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis perilaku dan kendala aktivitas fisik lansia di Yogyakarta. Penelitian Cross-sectional dilakukan di wilayah Puskesmas Sleman, Yogyakarta dari bulan Februari-Juni 2024 yang melibatkan 102 lansia berusia 60-85 tahun dengan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner sosiodemografi informasi mengenai (usia, jenis kelamin, Riwayat pendidikan, kategori domisili dan riwayat penyakit), kuisioner aktivitas fisik; IPAQ-SF (International Physical Activity short form) dan kuisioner BPAQ (Barrier to Physical Activity Quistionare) untuk informasi hambatan aktivitas fisik,). Analisis statistik dengan Chi-square menggunakan SPSS versi 24.00. Dari 102 responden, 57 responden (57%) dalam kategori kurang aktif, 60 lansia (61%) memiliki hambatan untuk aktivitas fisik dan lima hambatan yang paling banyak adalah; kurangnya dukungan social yaitu 28 lansia (27%), takut cedera 18 lansia (18%), kurangnya pengetahuan dan keterampilan 16 lansia (16%), kurangnya minat 14 lansia (14%), dan kurangnya waktu sebanyak 13 lansia (13%). Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan hambatan aktivitas fisik (P≤0.005). Aktivitas fisik pada lansia di Yogyakarta masih rendah dan hambatan tertinggi adalah kurangnya dukungan sosial dan takut cedera. Agar kerjasama lintas sektor ditingkatkan untuk strategi promosi aktivitas fisik lansia dengan kebijakan, peningkatan kapasitas kader, pengetahuan lansia dan meningkatkan fasilitas umum ramah lansia, kampanye aktivitas fisik dengan pendekatan budaya dan agama.