Anita Camelia
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Contractor Safety Management System (CSMS) pada Project Turnaround (TA) di PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Muhammad Arif; Anita Camelia; Imelda G Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Turnaround merupakan pekerjaan kegiatan dengan risiko tinggi yang dikerjakan kontraktor, apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisa data yang digunakan adalah content analysis. Uji validitas melalui triangulasi sumber, metode dan data. Hasil Penelitian: Pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround sudah berjalan dengan baik hanya saja pada project-project selain turnaround departemen K3 & LH kurang dilibatkan pada tahap penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi kontraktor.Kesimpulan: pelaksanaan program Contractor Safety Management System (CSMS) pada project turnaround di PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang secara umum sudah sesuai dengan Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Kontraktor BP MIGAS. Disarankan untuk PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang agar meningkatkan komunikasi antara departemen pengadaan barang dan jasa dengan departemen K3 & LH terkait pekerjaan yang ditenderkan seperti tahapan penilaian risiko, pra-kualifikasi dan seleksi. Adanya sanksi terhadap kontraktor yang tidak rutin melaporkan data kinerja K3.
Analisis Determinan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Petani Penyadap Pohon Karet di Desa Karang Manik Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur Veni Selviyati; Anita Camelia; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2016.7.3.198-208

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan suatu kelainan akibat penekanan saraf medianus pada terowongan karpal di pergelangan tangan dengan gejala utama berupa kesemutan dan rasa nyeri yang menjalar ke jari serta tangan yang dipersarafi oleh saraf medianus, disertai rasa kebas, kelemahan otot, kekakuan dan kemungkinan atrofi otot. Penelitian yang dilakukan di Purbalingga menunjukkan 47,2% dari responden mengalami dua sampai lima keluhan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tujuan penelitian ini menganalisis determinan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada petani penyadap pohon karet di Desa Karang Manik.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif analitik dengan menggunakan desain studicross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 101 petani penyadap pohon karet. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling yang memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan observasi lapangan. Penelitian dilakukan di Desa Karang Manik Kabupaten OKU Timur.Hasil Penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,011), masa kerja (p=0,020), lama kerja (p=0,013), postur tangan (p=0,017), dan gerakan berulang (p=0,036) dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Sedangkan usia (p=0,057) tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian CTS.Kesimpulan: Responden yang mengalami keluhan CTS pada petani penyadap pohon karet menunjukkan 68 (67,3 %) responden, untuk menghindari keluhan kejadian CTS, disarankan petani melakukan istirahat teratur, melakukan olahraga tangan dengan peregangan pada pergelangan tangan.