Ardesy Melizah Kurniati
Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Ibu Tentang Susu Formula dan Model Pemberian Susu Formula Pada Anak Bawah Dua Tahun Muhammad Rusdi; Ardesy Melizah Kurniati; Ella Amalia; Syarif Husin; Fatmawati Fatmawati
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 3 (2021): Vol 4, No 3, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v4i3.122

Abstract

Air susu ibu (ASI) direkomendasikan untuk terus diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI hingga anak berusia dua tahun. Terdapat beberapa indikasi medis sehingga anak harus mendapatkan susu formula pada rentang usia tersebut. Namun, banyak ibu yang memberikan susu formula tanpa alasan indikasi medis. Belum diketahui apakah keputusan memberikan susu formula tersebut dipengaruhi persepi ibu tentang susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu tentang susu formula, model pemberian susu formula, dan hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan desain potong lintang, pada populasi ibu yang memiliki anak di rentang usia 6-24 bulan yang terdaftar di Puskesmas wilayah kerja Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling hingga mencapai 96 responden. Ibu yang memberikan susu formula tanpa indikasi medis dan bersedia berpartisipasi selanjutnya diwawancarai. Sebanyak 70,8% responden memiliki persepsi negatif terhadap susu formula. Sebagian besar memberikan susu formula secara parsial (75%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan antara persepsi ibu tentang susu formula dan model pemberian susu formula (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu tentang susu formula dengan pemberian susu formula pada anak bawah dua tahun di Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
Pendampingan pemanfaatan tanaman herbal pada pasien hipertensi dan diabetes melitus sebagai upaya pencegahan penyakit gagal ginjal di Puskesmas Gandus Palembang Evi Lusiana; Ardesy Melizah Kurniati; Debby Handayati Harahap; Nia Savitri Tamzil; Nita Parisa;  Masayu Syarinta Adenina; Ayesha Augusta Rosdah; Desi Oktariana; Pariyana Pariyana; Aida Nur Azizah; Arya Putera Islami
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V5I1.138

Abstract

Hypertension and diabetes mellitus are risk factors for chronic kidney disease. A person diagnosed with hypertension and diabetes mellitus is required to regularly take medication for life, which can lead to side effects of drugs (ESO). This triggers the search for more effective and safer drugs, so many people start to turn to traditional medicine. The main objective of this community service is to increase community knowledge and skills through assistance in cultivating herbal plants such as Sambiloto, Celery, and Ginger. The method of service carried out in this activity is by giving questionnaires before and after the delivery of material with the community in the working area of the Gandus Palembang Health Center. The targets of community service activities are hypertension and diabetes mellitus patients and the community registered in the working area of the Gandus Palembang Health Center as many as 30 participants. The results of the counseling showed that there was an increase in the results of participants who fell into the good category, according to the variables of knowledge, attitude and action respectively 56.7%, 23.3% and 40%.