Claim Missing Document
Check
Articles

MAKANAN SEHAT DALAM AL-QUR’AN MENURUT PEDAGANG MASAKAN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN hasiah sikumbang
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/al fawatih.v3i2.6237

Abstract

Abstrak artikel ini mengintip sekilas tentang aktifitas pedagang masakan di rumah makan / kaki lima kota padangsidimpuan. Pekerjaan ini sudah lama ditekuni oleh sebahagian masyarakat kota Padangsidimpuan. Sekilas profesi ini tidak menyalahi aturan Islam, selama dilakukan sesuai dengan tuntunannya. Ajaran Islam tentu mewajibkan umatnya untuk melaksanakan proses perdagangan yang baik dan benar. Salah satunya dilihat dari jenis barang yang akan diperjualbelikan mesti bersih dan bermanfaat. Termasuk di dalamnya perdagangan jenis makanan pokok, seperti nasi, ikan, daging dan lain sebagainya. Begitu juga dengan bahan makanan yang diolah dan diperdagangkan oleh rumah makan tersebut. Jenis makanan yang bersih dan baik tentu menjamin kehigienisan dan kemanfaatan makanan tersebut terhadap tubuh seseorang. Makanan yang diambil dan diolah dengan bersih akan menghasilkan makanan sehat dan bergizi. Makanan sehat tentu menjadikan tubuh kuat dan jauh dari berbagai penyakit. Untuk itu sudah sepantasnya setiap rumah makan dituntut menghidangkan jenis makanan yang bersih dan sehat. Sehingga konsumen yang menikmati makanan olahan tersebut merasa senang dan bahagaia. Namun, secara praktiknya tidak semua pedagang rumah makan di kota Padangsidimpuan menghidangkan makanan yang sehat dan bergizi. Umumnya pedagang mengutamakan rasa dan kelezatan dari masakannya. Sehingga mereka kurang memperhatikan segi kebermanfaatan makanan olahannya untuk tubuh konsumen. Terbukti masih banyaknya rumah makan yang mengolah masakannya dengan mengikut sertakan penyedap makanan non alami. Sementara penyedap makanan tersebut belum tentu menjamin kebersihan dan kesehatan tubuh. Sebenarnya, untuk menciptakan makanan yang lezat dan gurih bisa dilakukan dengan meracik bumbu secara alami. Hanya saja prosesnya sedikit memakan waktu dan menghabiskan banyak dana. Berbeda dengan penyedap makanan yang instan selain prosesnya mudah dan harga pun terjangkau.
TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN DESA DALAM RANGKA PENANGANAN PELANGGARAN OLEH ANAK DI DESA TENGGULI Tamrin Tamrin; Sri Sudono Saliro; Hasiah Hasiah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v2i1.993

Abstract

At this community service, communication methods (submission of the subject matter, which are one-way in nature) and interactive dialogue have been carried out, for which a draft Village Regulation (RaPerdes) has been provided for discussion or discussion of the RaPerdes. The conclusion is based on the PKM implementation on April 26, 2021, until July 15, 2021 (the date on which this report was compiled), that the PKM activities have answered the problems in the field and achieved the objectives of the PKM activities. In the context of the authority to stipulate village regulations regarding the handling of juvenile delinquency, it refers to the village government having absolute authority to stipulate Village Regulations regarding the handling of juvenile delinquency. As contained in Article 26 Paragraph (1), Article 26 Paragraph (2) letter d, letter f, letter g, and Article 26 Paragraph (4) letter k of Law No. 6 of 2014 concerning Villages, and Article 3 of Sambas Regent Regulation Number 7 2018 concerning Procedures for Drafting Village Regulations, which states that “The content of village regulations as referred to in Article 2 must be in accordance with the authority of the Village and is prohibited from conflicting with public interests, immorality, customs and/or the provisions of higher laws and regulations.
Mengungkap Jejak Iblis dan Syetan Dalam Alquran Hasiah Hasiah
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v5i1.938

Abstract

The devil is the effect to fall human to the earth, with the bad way and has delude Adam as and Hawa in the heaven. The devil leave in heaven too with the angel however because reluctance prostration to Adam as. So he is out from the heaven even though to command to prostration to Adam as. That is come from Allah SWT, however the devil rebellious and think He is better than Adam.
KEDUDUKAN HUKUM PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM PERKAWINAN CAMPURAN TERHADAP KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH Putra, Johans Kadir; Alamsyah, Eko; Herawati, Nina Ike; hasiah, Hasiah
LEX SUPREMA Jurnal Ilmu hukum Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.799 KB)

Abstract

KEDUDUKAN HUKUM PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM PERKAWINAN CAMPURAN TERHADAP KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH
STATUS KEPEMILIKAN TANAH EKS DINAS PERKEBUNAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT DI DESA PASAR MELAYU KECAMATAN SAMBAS BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 20 TAHUN 2021 TENTANG PENERTIBAN KAWASAN DAN TANAH TERLANTAR Setiawan Hadi Wijaya , Bagus; Arifin, Zarul; Hasiah, Hasiah
Lunggi Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah terlantar adalah tanah yang tidak digunakan, tidak dimanfaatkan. Tanah terlantar berada di Desa Pasar Melayu Sambas yang memiliki lebar 12 m dengan panjang 60 m. Tanah tersebut terlantar selama kurang lebih 17 tahun. Tanah tersebut terlantar dikarenakan pada waktu itu tanah tersebut dibangun sebuah bangunan namun terbakar bersama surat-surat, sehingga sampai sekarang tanah tersebut tidak di perhatikan dalam artian terlantar. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana status tanah Eks Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat di Desa Pasar Melayu Sambas dan apa faktor yang mempengaruhi Tanah Terlantar Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat yang ada di Desa Pasar Melayu Kecamatan Sambas tersebut. Selain itu, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan konteks melalui pengumpul data dari lapangan serta berinteraksi secara langsung dengan para informan dan Pendekatan Normatif Empiris. Sumber data penelitian utama yaitu Informan yang terdiri dari pihak Kepala Desa, Ketua BPD, dan Ketua RT serta PP Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar. Tidak hanya itu,teknik analisis data berupa Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa, Pertama, bahwa berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah terlantar maka status tanah di Desa Pasar Melayu merupakan tanah yang terlantar yang harus ditertibkan dan secara lansung dapat dikuasai oleh Negara menjadi Aset Bank Tanah /TCUN, Kedua, Faktor yang menyebabkan tanah tersebut terlantar adalah kebakaran yang terjadi pada bangunan di atas tanah tersebut sehingga dari pasca kebakaran tanah tesebut terbengkalai selama kurang lebih 17 tahun dan faktor lain yaitu dari pihak pemerintah yang dengan sengaja tidak mempergunakan tanah tersebut.
PERAN KEPENGURUSAN TERHADAP PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA PERSPEKTIF PERATURAN BUPATI SAMBAS NOMOR 33 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN BADAN USAHA MILIK DESA: Studi di Desa Nibung Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Anggara, Rengga; Hasiah, Hasiah; Azmi, Azmi
Lunggi Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Lunggi Journal: Literasi Unggulan Ilmiah Multidisipliner
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otonomi daerah merupakan bentuk sistem politik dari otoritarian sentralistik menjadi demokratis desentralistik. Otonomi daerah memiliki cita-cita besar yaitu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, peningkatan pendapatanDesa melalui Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini merupakan salah satu alternatif yang diharapkan mampu mendorong kehidupan ekonomi di perdesaan. Dan mengkaji pandangan dalam Peraturan Bupati Sambas Nomor 33 Tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Desa Nibung dalam mengenai sistem peran kepengurusan BUMDes Nibung yaitu penasihat sudah menjalankan khususnya pada pasal 16 ayat (1) dalam Perbub, tetapi tidak menjalankan secara maksimal dalam upaya memelihara BUMDes sebagaimana dalam pasal 16 ayat (2) sehingga BUMDes Nibung tidak berjalan maksimal sebagaimana mestinya, Pengawas BUMDes Nibung tidak menjalankan kewajiban sesuai dengan pasal 19 ayat (2) namun telah menjalankan perannya pada pasal 1 dan 3 seperti yang sudah di uraikan. Pelaksana Operasional BUMDes di Desa Nibung dalam perannya belum memenuhi kriteria yang disebut sebagai indikator peran berdasarkan analisis. BUMDes di Desa Nibung masih terlihat pasif dalam menjalankan perannya dapat dibuktikan kurang aktifnya dalam melakukan pemasaran produk-produk dari BUMDes dan masih perlu memperbaiki pengelolaan sudah BUMDes, kurang nya koordinasi dengan suatu keanggotanya untuk lebih memaksimalkan perannya lagi dalam setiap tahapan-tahapan pembentukan sebuah BUMDes tersebut, mulai dari tahapan. Kemudian, faktor pendukungnya yaitu sudah berbadan hukum, sudah mendapatkan izin menebang kayu, bahan mudah didapat. Sedangkan faktor penghambat yaitu kesejehteraan karyawan tidak terpenuhi, disebabkan upah yang minim, kurangnya kordinasi dan sosialisasi, SDM yang kurang dari masyarakat, dan banyak masih masyarakat yang memilih produk lain
Pandangan Ahmad Musthafa Al-Maraghi terhadap Ayat-Ayat Bala’ Hasiah Hasiah; Sawaluddin Siregar
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2023): April : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v4i2.323

Abstract

Al- Qur'an is the word of Allah SWT. wich sometimes has words in it, which have many meanings like the word Bala’. The word reinforcements is implied in the Qur’an by commentators which has many meanings, Al-Maraghi who stated that Bala’ is a test and a trial. The formulation of the problem of this research is how systematic the interpretation of Bala’ verses according to Ahmad Musthafa Al-Maraghi, and how is the meaning of humans when Allah SWT. gives tests and trials. The goal is to avoid reinforcements by doing good deeds and staying away from the probibition of Allah SWT. and know the meaning of Bala’ to humans. This research is a library research that collects data sources in the from of primay and secondary library mateBala’’. And the concluded that Ahmad Musthafa Al-Maraghi said the word Bala’ in the Qur’an only gives the meaning of tests and trials as torment, punishment or calamity but can also be a warning to living creatures on this earth, not only for humans. Ahmad Musthafa Al-Maraghi uses the word Bala’ contained in the book of Tafsir Al-Maraghi to express the meaningof Bala’ which serves as a warning to humans so thatAllah SWT. sends down tests and trias to this servants in order to human patience when Allah SWT. bring Misfortune.
Perkawinan Beda Agama dalam Penafsiran Muhammad Rasyid Ridha dan Hamka Hasiah Hasiah; Sawaluddin Siregar
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): April: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v1i2.324

Abstract

As for the background of this research, it is known that the issue of interfaith marriage has become a polemic and even relevant issue to be studied. This issue continues to be discussed by scholars because interfaith marriages are still common in socienty. Muhammad Rasyid Ridha and Hamka as mufassir where this social problem also occurs at a time when they feel responsible for finding legal solutions in the Qur’an to the problem of interfaith marriages that occur among these people. The results obtained from this study are: first, related to marriage between Muslim men and Muslim women. Their interpretation of the verse is that it is unlawful for a muslim man to marry a muslim women. However, according to Muhammad Rasyid Ridha, the word polytheist in the verse is of a special form, namely only Arab polytheists. While according to Hamka the polytheists in general. Second, releated to marriage between Muslim men and women of the peiple of the book. Their interpretation of the verse is that it is permissible for a Muslim man to marry a women of the people of the book. According to Muhammad Rasyid Ridha, the criteria of the scribes are as long as they have a holy book. Meanwhile, according to Hamka, the people of the book are only limited to Jews and Christians.
The Dialectic of Polygamy in the Thought of Classical and Contemporary Ulama: An Analysis of the Evolution of Islamic Legal Views on the Practice of Polygamy Shafra, Shafra; Arsal, Arsal; Efendi, Zul; Rahmiati, Rahmiati; Hasiah, Hasiah
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v8i2.8801

Abstract

This article analyzes the dialectics of polygamy sharia among classical ulama and the contemporary era. Polygamy in the contemporary era is questioned, even rejected. Because there are currently no widows of war victims, these opinions seem to be against the polygamy verse. The text of the Qur'an in verse 3 of Surah an-Nisak shows the possibility and possibility of polygamy for capable husbands. This paper aims to conduct a Sharia analysis of polygamy in the contemporary era, an analysis of the evolution of Islamic legal views towards the practice of polygamy. This type of study takes literature research using qualitative descriptive methods. Data was collected from various journals, books and related tafsir books. Next, it is analyzed deductively. The result of the study concludes that in terms of text and context, polygamy is not prohibited, nor is it recommended. In addition, the social context of polygamy used to be related to widows of war victims. This does not limit polygamy just because of social conditions. In context, polygamy is a solution to help women, whether they are widows or not. The practice of polygamy in the contemporary era depicts pain and sadness. This shows that polygamy is carried out not based on sharia norms. If polygamy provisions are ignored, it will result in hurt and sadness.
Pengaruh Fitur Aplikasi Terhadap Kepuasan Kerja Driver Maxim Di Kota Makassar Akbal Akbal; H Andi saharuddin; Hasiah Hasiah
JURNAL RISET MANAJEMEN DAN EKONOMI (JRIME) Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL RISET MANAJEMEN DAN EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jrime-itb.v3i1.2722

Abstract

AKBAL, 2024.The purpose of this study is to find out how application features have an impact on the job satisfaction of Maxim drivers in the city of Makassar. This study uses a quantitative approach with a total of 91 respondents. The driver is sampled by saturation or probability sampling techniques. The results show that the application feature variable has a positive impact on driver satisfaction, with the t-count value being greater than the t-table (15.172 greater than 0.677) and the significant value being less than 0.05 (0.000 lower than 0.05) features.