Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK TENTANG TERAPI HEMODIALISIS DI RSUD TOTO KABILA Febriani Hinur; Pipin Yunus; Abdul Wahab Pakaya
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.622 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.909

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit terjadi setelah berbagai macam penyakit merusak ginjal sampai pada titik keduanya tidak mampu menjalankan fungsinya mempertahankan homeostatis, penyakit ini dapat ditangani dengan melakukan hemodialisa namun salah satu masalah besar yang berkonstribusi pada kegagalan hemodialisa adalah masalah penolakan pasien karena minimnya pengetahuan pasien tentang hemodialisa. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien gagal ginjal kronik tentang hemodialisis. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang, tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pasien berada pada kategori cukup sebanyak 14 orang, pengetahuan baik sebanyak 13 orang dan pengetahuan kurang sebanyak 11 orang. Sehingga disimpulkan pengetahuan pasien gagal ginjal kronik tentang hemodialisis terbanyak yaitu kategori cukup sebanyak 14 orang atau 36,8%. Saran diharapkan kepada pasien dan masyarakat luas agar sering mencari tahu informasi tentang kesehatan terutama penyakit gagal ginjal kronik sebab penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang tumbuh dengan cepat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA Pipin Yunus; Abdul Wahab Pakaya; Belawati Hadju
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.393 KB) | DOI: 10.55606/innovation.v1i1.913

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that can be prevented and cured, but takes a long time so whether treatment is successful or not is influenced by the support of families and health workers. The purpose of this research was to determine the relationship between family support and health workers with medication adherence in pulmonary TB patients. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach, Sampling using accidental sampling technique with a total sample of 34 people.. Data collection using questionnaire sheets and data analysis using univariate and bivariate analysis with chi-square test. The results of the study obtained good family support for the majority of compliance by 52.94% and poor family support by the majority of non-compliance by 29.4%, as well as the support of health workers in the majority of compliance by 59.94% and no support of health workers in the majority of non-compliance by 23.53%, the results of the chi-square statistical test obtained there was a relationship of family support (p-value=0.000) and health worker support (p-value= 0.004) with adherence to taking medications. It can be concluded that pulmonary TB patients who receive support from family and health workers can affect the patient's compliance in taking medications.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA TB PARU YANG MENJALANI PENGOBATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN LEMITO KABUPATEN POHUWATO Amelia Pakaya; Pipin Yunus; Abdul Wahab Pakaya
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i1.1196

Abstract

Penyakit TB paru masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Menurut Global Tuberculosis Report tahun 2020 diperkirakan 10 juta kasus (pria 56% kasus; wanita 32% kasus; anak-anak 12% kasus). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat kecemasan penderita TB paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato. Menggunakan metode survey dan pendekatan deskriptif. Variable yang diidentifikasi tingkat kecemasan penderita TB paru 6 bulan terakhir. Hasil penelitian mayoritas responden mengalami kecemasan ringan akibat jumlah obat yang dikonsumsi dan lama pengobatan agar sembuh sampai tuntas. Kecemasan responden laki-laki disebabkan laki-laki merupakan tulang punggung keluarga. Rentang usia respoden mayoritas antara 26-45 dan 46-65 tahun, sehingga mengakibatkan produktivitas dan aktivitas sosialnya terhambat. Kurangnya wawasan yang mereka miliki, berkembang sesuai pengetahuan yang dimiliki setiap individu. Kesimpulan: Tingkat kecemasan penderita TB paru berdasar penilaian skala HARS, mayoritas kecemasan ringan 19 orang (61,3%), responden kecemasan sedang 7 orang (22,6%), dan 5 orang (16,1%) responden tidak cemas. Karakteristik: Responden mayoritas laki-laki 21 orang (67,74%), mayoritas pada rentang usia 26-45 tahun dan 46-65 tahun masing-masing berjumlah 10 orang (32,26%), mayoritas berpendidikan SD 11 orang (35,48%), dan mayoritas memiliki pekerjaan lainnya 17 orang (54,84%) serta mayoritas telah menjalani pengobatan selama 1-3 bulan sejumlah 15 orang (48,39%).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN RAWAT JALAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO Sri Sintiyas Y. Pipi; Sabirin B. Syukur; Abdul Wahab Pakaya
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i1.1269

Abstract

Kualitas Pelayanan Kesehatan adalah tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien yang berpendapat bahwa semakin puas rasa kesempurnaan maka makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross cestional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis uji statistik chi square dengan tingkat signifikan α (0,05). Dari hasil penelitian Lima Dimensi Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien yaitu nilai p value dimensi responsiveness (0,000), assurance (0,001) tangibles (0,000), emphaty (0,001) dan reliability (0,000). Dapat disimpulkan bahwa lima faktor dimensi pelayanan kesehatan saling berhubungan dengan kepuasan pasien di wilayah kerja Puskesmas Limboto.
Keefektifan Komunikasi Sbar Dalam Pelaksanaan Handover Di Rsud Dr.M.M. Dunda Limboto Fitrian Maku; Sabirin B. Syukur; Abdul Wahab Pakaya
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v2i1.921

Abstract

Serah terima yang dilaksanakan dengan baik dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien, oleh karena itu perawat perlu melakukan komunikasi SBAR karena komunikasi tersebut dilakukan secara terstruktur dalam menyampaikan kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan keefektifan komunikasi SBAR dalam Pelaksanaan Handover Di RSUD Dr.M.M Dunda Limboto. Desain penelitian kuantitatif dengan metode analisis deksriptif, subjek penelitian yang digunakan adalah 41 perawat di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto dan menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh komunikasi SBAR saat handover dalam aspek situation mayoritas efektif sebanyak 38 responden (93%), aspek background mayoritas kurang efektif sebanyak 38 responden (93%), aspek assesment mayoritas efektif sebanyak 27 responden (66%) dan aspek recommendation mayoritas efektif sebanyak 35 responden (85%). Kesimpulan komunikasi SBAR dalam aspek situastion, assesement dan recommendation sudah efektif dilakukan perawat, sedangkan aspek bacground kurang efektif dilakukan perawat.
Pengaruh Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality Of Life (Kualitas Hidup) Pasien Harga Diri Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Laras Siswati Aliwu; Firmawati Firmawati; Abdul Wahab Pakaya
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.325 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i1.1207

Abstract

Penderita dengan harga diri rendah, terdapat anggapan yang minus kepada diri sendiri, stigmatisasi serta antipati dari lingkungan, tindakan keperawatan yang dapat mengatasi masalah ini yaitu terapi afirmasi positif dengan penguatan untuk pribadi melalui perkataan positif.Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh terapi afirmasi positif terhadap quality of life (kualitas hidup)pasien harga diri rendah.Desain penelitian pre eksperimen design dengan one-group pretest-posttest design. Jumlah jumlah sampel sebanyak 15 pasien.Hasil penelitian menunjukan quality of life(kualitas hidup)pasien sebelum diberikan terapi afirmasi positif berada pada kategori rendah sebanyak 12 orang, setelah diberikan terapi afirmasi positif berada pada kategori tinggi sebanyak 11 orang,hasil analisis paired t-est menunjukan nilai p=0,001<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa afirmasi positif memiliki pengaruh dan dapat diterapkan pada pasien harga diri rendah untuk meningkatkan quality of life (kualitas hidup). Saran diharapkan agar terapi afirmasi positif dapat digunakan di instansi pelayanan kesehatan yang melayani pasien harga diri rendah untuk membantu pasien mengembalikan kepercayaan pada dirinya sendiri.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERAPI INSULIN DENGAN KADAR GLUKOSA TERHADAP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO Andi Akifa Sudirman; Abdul Wahab Pakaya; Erni U. Adam
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.19 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1288

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat melepaskan atau menggunakan Insulin secara adekuat sehingga Kadar Glukosa dalam darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Smpel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden, menggunakan teknik Total Sampilng. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikan α (0,05).Dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Insulin dengan Kadar Glukosa terhadap Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo.Hasil didapatkan responden patuh dengan kadar glukosa normal 35 orang dan responden tidak patuh dengan kadar glukosa tinggi sebanyak 2 orang dan rendah sebanyak 3 orang dengan nilai p value 0,000.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA ASMA DI PUSKESMAS KOTA TIMUR KOTA GORONTALO Firmawati Firmawati; Abdul Wahab Pakaya; Annisaturahma Nauko
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2023): April : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.368 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i2.1308

Abstract

Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap ransangan tertentu yang menyebabkan peradangan. Asma dapat menimbulkan kecemasan, karena sesak yang sering kambuh secara tiba-tiba sehingga dapat mengganggu tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur penderita asma. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi penelitian ini pasien di Puskesmas Kota Timur Kota Gorontalo yakni 70 responden. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian antara hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur penderita asma terdapat 70 responden (100%). Kecemasan ringan 1 responden (1,4%) kecemasan sedang 16 responden (22,9%) kecemasan berat 53 responden (75,7%) kualitas tidur baik 15 responden (21,43%) kualitas tidur kurang baik 55 responden (78,57%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p=0,00 lebih kecil dari nilai a=0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada penderita asma dipuskesmas Kota Timur Kota Gorontalo.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BUAH KURMA TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 TOLANGOHULA Sriyulita Puspita Abdjul; Harismayanti Harismayanti; Abdul Wahab Pakaya
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i3.1995

Abstract

The prevalence of anemia in Indonesia according to the RI Ministry of Health in 2018 namely21.7% with anemia sufferers aged 5-14 years by 26.4% and 18.4% sufferers aged 15-24 years. Anemia is not handled properly can have an impact on adolescents, including lowering the body's resistance thereforeit is susceptible to disease, decreased activity and learning achievement due to reduced concentration. This can be handled by consuming dates, because dates have a higher iron content, the iron content in dates can increase hemoglobin levels. The objective of research was to analyze the differences in hemoglobin levels before and after the use of dates in young women at SMAN 1 Tolangohula. The research design was quasi-experimental with a pre-post control group design. The sample was 30 respondents using a purposive sampling technique. The instruments used are Quick Check and Observation sheets. Using a statistical test paired t-test, with a significant level of α (0.05). The results were obtained in the treatment group before being given dates, there were 12 girls (80%) with normal HB and 3 people (20%) with abnormal HB. While the results in the control group of 15 girls were 14 (93.3%) girls with abnormal HB levels and 1 (6.7%) girls with normal HB levels. With a pvalue of 0.000. it can be concluded giving dates is effective in increasing hemoglobin in female adolescents at SMAN 1 Tolangohula.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT JAHE DALAM PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA REMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA Abd. Rahmat Muthalib; Sabirin B. Syuku; Abdul Wahab Pakaya; Dewi Modjo
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.381 KB)

Abstract

Rheumatoid apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan kecacatan baik ringan seperti kerusakan sendi maupun berat seperti kelumpuhan. Tindakan non farmakologi yang dapat dilakukan secara mandiri dalam menurunkan nyeri dengan melakukan kompres hangat dengan jahe. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kompres hangat jahe dalam penurunan nyeri pada penderita rematik. Metode penelitian kuantitatif menggunakan Quasi eksperimental pre-postest. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 17 responden. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh kompres hangat jahe terhadap penurunan nyeri dengan nilai p value = 0,000 <α = 0,005. Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebelum diberikan perlakuan kompres hangat jahe. Sebagian besar responden mengalami nyeri ringan setelah diberikan perlakuan kompres hangat jahe dalam penurunan nyeri artritis rheumatoid. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh sebelum dan setelah pemberian kompres hangat jahe dalam penurunan nyeri artritis rheumatoid.