Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPARASI METODE AHP – ROC DALAM PENENTUAN PRIORITAS ALTERNATIF TERBAIK Putu Praba Santika; I Putu Susila Handika; Komang Kurniawan Widiartha; Made Dona Wahyu Aristana; Welda Welda
Jurnal Krisnadana Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Krisnadana - Mei 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.823 KB) | DOI: 10.58982/krisnadana.v1i3.193

Abstract

Komparasi metode penentuan bobot atau metode pembobotan ditujukan untuk mengetahui fungsionalitas metode dalam menghasilkan nilai bobot setiap kriteria, serta mengetahui hasil akhir perankingan berdasarkan nilai alternatif pada setiap kriteria. Bobot yang relatif dihasilkan sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan dalam menentukan bobot, karena itu pengambil keputusan diharuskan dapat menetapkan bobot setiap kriteria karena sangat penting dalam pengambilan keputusan. Untuk menghitung dan menentukan kriteria prioritas dapat menggunakan komparasi atau perbandingan dari beberapa metode untuk menentukan bobot parameter atau kriteria penilaian. Komparasi metode diimplementasikan pada kasus dengan 4 kriteria dan 10 alternatif. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan nilai bobot dengan teknik perbandingan berpasangan pada metode AHP dan urutan prioritas bobot pengganti dengan metode ROC dapat mempengaruhi urutan prioritas hasil akhir perankingan alternatif. Terdapat 3 perbedaan hasil perankingan alternatif dan 7 hasil perankingan alternatif yang sama dari komparasi metode AHP dan ROC. Perbedaan ini menunjukkan pengaruh teknik perhitungan nilai bobot serta nilai bobot yang dihasilkan.
KOMPARASI METODE AHP – ROC DALAM PENENTUAN PRIORITAS ALTERNATIF TERBAIK Putu Praba Santika; I Putu Susila Handika; Komang Kurniawan Widiartha; Made Dona Wahyu Aristana; Welda Welda
Jurnal Krisnadana Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Krisnadana - Mei 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.823 KB) | DOI: 10.58982/krisnadana.v1i3.193

Abstract

Komparasi metode penentuan bobot atau metode pembobotan ditujukan untuk mengetahui fungsionalitas metode dalam menghasilkan nilai bobot setiap kriteria, serta mengetahui hasil akhir perankingan berdasarkan nilai alternatif pada setiap kriteria. Bobot yang relatif dihasilkan sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan dalam menentukan bobot, karena itu pengambil keputusan diharuskan dapat menetapkan bobot setiap kriteria karena sangat penting dalam pengambilan keputusan. Untuk menghitung dan menentukan kriteria prioritas dapat menggunakan komparasi atau perbandingan dari beberapa metode untuk menentukan bobot parameter atau kriteria penilaian. Komparasi metode diimplementasikan pada kasus dengan 4 kriteria dan 10 alternatif. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan nilai bobot dengan teknik perbandingan berpasangan pada metode AHP dan urutan prioritas bobot pengganti dengan metode ROC dapat mempengaruhi urutan prioritas hasil akhir perankingan alternatif. Terdapat 3 perbedaan hasil perankingan alternatif dan 7 hasil perankingan alternatif yang sama dari komparasi metode AHP dan ROC. Perbedaan ini menunjukkan pengaruh teknik perhitungan nilai bobot serta nilai bobot yang dihasilkan.
Pelatihan Sistem Informasi Pengelolaan Layanan dan Manajemen Pelanggan untuk Optimalisasi Layanan pada Era Digital I Gede Iwan Sudipa; Komang Kurniawan Widiartha; I Komang Arya Ganda Wiguna; Bagus Kusuma Wijaya; Gustiadi Gustiadi; Achmad Selamat Fauzi
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v1i3.293

Abstract

In the digital era, the role of information technology in facilitating services has presented both challenges and opportunities for businesses seeking to provide exceptional customer service. To remain competitive and maintain customer satisfaction, businesses need to implement technology in the form of service management and customer management information systems. Using technology, community service endeavors aim to establish a service management information system and consumer management. For employees and clients, assistance is provided through technology transfer, socialization, training, and technical support. The outcomes of this assistance indicate advancements in consumer data management and the implementation of more effective technology. The PKM implementation team at INSTIKI discovered that active participation from partners and customers contributed to the success of the program. Partner participation helps identify actual needs and issues in the use of information systems, enabling mentoring programs to be tailored to user requirements and optimize service quality in the digital era.
Pengelolaan Bank Sampah Sebagai Upaya Edukasi Masyarakat Pada Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan: Waste Bank Management as a Community Education Effort in Kukuh Village, Kerambitan District I Kadek Budi Sandika; Komang Kurniawan Widiartha; I Gede Iwan Sudipa; Wayan Gede Suka Parwita
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v1i2.215

Abstract

Pemerintah desa Kukuh Kecamatan Kerambitan memiliki program Bank Sampah pada yang berfokus pada tabungan sampah organik yang dikelola unsur PKK yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Dhari Winangun Kukuh. Tujuan program ini adalah untuk memanfaatkan mesin pencacah sampah organik yang diterima KWT dari pihak ketiga sebelumnya. Dari hasil produksi yang diperoleh akan bekerjasama dengan BUMDesa dalam penjualan pupuk organik. Program ini juga dibarengi dengan upaya pemilahan sampah di sumber timbulannya. Namun, sampai saat ini belum ada pemilahan sampah atau dengan kata lain sampah masih dalam satu wadah yang tercampur.Oleh karena itu, tim PKM mengajukan solusi berupa pendampingan edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat serta pelatihan pemanfaatan kantong komposter untuk membuat kompos skala rumah tangga. Adapun target yang diharapkan antara lain persentase warga yang memilah dan menjadi pelanggan tabungan sampah > 60%, keterampilan penggunaan kantong komposter sampai tahap mahir. Hasil pengabdian untuk kegiatan sosialisasi pemilahan sampah menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta 25,9% dan peningkatan keterampilan/praktik 28.6%. Berdasarkan hasil pelatihan penggunaan dan pembagian kantong komposter kepada pihak mitra dengan tingkat pemahaman dan keterampilan termasuk kategori baik, dengan tingkat partisipasi tabungan sampah mencapai 70%.