Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI INSTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR TEKNOLOGI INFORMATIKA TARUNA/I ANGKATAN V POLITEKNIK PELAYARAN SUMATERA BARAT Achmad Ali Mashartanto; Chanra Purnama; Fitri Mulyana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 22, No 2 (2022): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.815 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v22i2.309

Abstract

Penelitian ini berawal dari masih banyaknya taruna/i yang mengalami kesulitan belajar, dibuktikan dengan prestasi belajar yang masih rendah. Hal ini terlihat dari adanya adanya peserta didik yang enggan belajar dan tidak bersemangat dalam menerima pelajaran dikelas, khususnya pembelajaran pada mata kuliah Teknologi Informatika. Taruna/i sebagai peserta didik terlihat belum aktif dalam mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan, sehingga hasil belajarnya menjadi kurang memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan apakah terdapat “Pengaruh Motivasi Instrinsik dan Motivasi Ekstrinsik terhadap Prestasi Belajar Teknologi Informatika Taruna/i Angkatan V Politeknik Pelayaran Sumatera Barat”.
Analisis Sistem Perawatan Safety Equipment Terhadap Keselamatan Crew Kapal Mt. Gas Natuna Achmad Ali Mashartanto; Fauziah Roselia; Andrianus Deni Kristian
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1785

Abstract

Safety equipment merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk menjamin keselamatan dalam menjalani pekerjaan. Tidak semua alat-alat keselamatan yang berada di atas kapal dapat bekerja dan terpelihara dengan baik Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi penyabab perlu diadakannya sebuah sistem perawatan safety equipment di kapal dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja secara baik dan tidak mengalami malfunction di kapal MT. Gas Natuna. Data yang diperoleh adalah data yang dikumpulkan dari hasil observasi dimana peneliti mengamati langsung objek penelitian, dokumentasi dimana peneliti mengambil gambar menggunakan kamera sebagai alat pendukung, dan wawancara dimana peneliti mengajukan pertanyaan langsung kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat. Karya Ilmiah Terapan ini menggunakan pendekatan metode Miles & Huberman analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Data yang disajikan adalah data primer dan data sekunder diperoleh peneliti saat melaksanakan praktek laut selama sembilan bulan delapan hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab perlu diadakannya perawatan terhadap safety equipment di kapal MT. Gas Natuna adalah menerapkan aturan pemerintah Indonesia, ketetapan SOLAS 1974, IMO, ILO, ISM Code. Adapun juga bahwa upaya yang dilakukan agar safety equipment dapat bekerja dengan baik dan tidak mengalami malfunction adalah dengan melaksanakan perawatan secara rutin dan berkala sesuai dengan tabel PMS.
Sosialisasi Perwujudan Pelabuhan Ramah Lingkungan (Greenport) di Pelabuhan Penumpang Teluk Bungus Elfira Wirza; Achmad Ali Mashartanto; Adhi Pratistha Silen
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1081

Abstract

Pelabuhan merupakan infrastruktur transportasi vital mendukung kegiatan perekonomian wilayah namun dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Aktivitas operasional pelabuhan dapat menyebabkan polusi, udara, air, suara dan tanah serta kerusakan ekosistem hayati. Konsep pelabuhan ramah lingkungan (greenport) menjadi solusi dari pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif dan menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan dalam aspek operasionalnya. Namun implementasinya belum berjalan baik akibat kebingungan pengelola pelabuhan untuk memulai langkah awal pelaksanaan program. Booklet indikator greenport disusun dan disosialisasikan dan didistribusikan kepada pengelola pelabuhan. Masyarakat sekitar, pengguna jasa layanan dan kru kapal juga menjadi sasaran kegiatan. Selain sosialisasi, dilakukan penyebaran poster dan tempat-tempat sampah pada titik strategis pelabuhan. Dari kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari berbagai pihak terhadap peran keterlibatan dalam mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan dan pengelola pelabuhan memiliki program untuk mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan.