Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Partikel dan Metode Hidrolisis pada Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Arabika Palupi, Anindita Dyah; Purnama, Herry
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang ramah lingkungan. Salah satu limbah pertanian di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol karena mengandung selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya ukuran bahan baku kulit kopi serta metode hidrolisis yang digunakan dalam pembuatan bioetanol. Variabel ukuran yang digunakan adalah 20, 40, dan 60 mesh. Sedangkan variabel metode hidrolisis yang digunakan adalah hidrolisis asam menggunakan HCl dan enzimatik menggunakan enzim ?-amylase dan glucoamylase. Pada tahap fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 7 hari menggunakan Zymomonas mobilis. Cairan hasil fermentasi kemudian didistilasi. Distilasi dilakukan dua kali, yaitu distilasi sederhana dan distilasi ekstraktif menggunakan solven dietilen glikol. Hasil distilat diuji kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses hidrolisis dan fermentasi, dengan kondisi terbaik pada ukuran kulit kopi 60 mesh, metode hidrolisis enzimatik, dengan rendemen sebesar 24,90% dan kadar etanol mencapai 64,32%.
Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Arabika dan Robusta dengan Variasi Waktu Fermentasi Aini Said, Narisa Nur; Purnama, Herry
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol adalah salah satu bahan bakar terbarukan yang dibuat dari tumbuhan maupun limbah perkebunan yang mengandung pati, glukosa dan serat selulosa dari fermentasi gula yang bersumber dari karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Kandungan glukosa pada limbah kulit buah kopi arabika sebesar 852,36 mg/100mL sedangkan kandungan glukosa pada limbah kulit buah kopi robusta sebesar 673,76 mg/100mL. Bioetanol didapatkan dari proses fermentasi dimana proses fermentasi gula hasil hidrolisis kulit kopi menjadi bioetanol menggunakan bakteri zymomonas mobilis. Zymomonas mobilis mempunyai kemampuan untuk mencapai konversi yang lebih tinggi, tahan terhadap kadar etanol yang tinggi dan pH yang rendah. Suhu optimum proses fermentasi dengan menggunakan bakteri zymomonas mobilis pada kisaran pH sebesar 4 – 7. Bioetanol hasil fermentasi masing – masing selama 5 hari, 7 hari dan 9 hari dapat dimurnikan lagi dengan proses destilasi ekstraktif pada suhu 80oC, selanjutnya hasil distilat diuji kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan bioetanol dengan proses fermentasi. Hasil fermentasi limbah kulit kopi arabika selama 9 hari sebesar 63,81% dan hasil fermentasi limbah kulit kopi robusta selama 9 hari sebesar 60,00%.
Pengaruh Waktu Pengeringan dan Rasio Bahan Baku/Starter Zymomonas Mobilis pada Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Robusta Putra, Mohammad Akbar Hidayat; Purnama, Herry
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi saat ini hampir seluruhnya dipasok oleh bahan bakar fosil yang semakin menipis jumlahnya. Oleh karena itu perlu dikembangkan bahan bakar alternatif terbarukan dan ramah lingkungan, seperti bioetanol. Bioetanol merupakan alternatif bahan bakar yang berasal dari bahanalam terbarukan atau biomassa, salah satunya adalah kulit biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengeringan pada saat perlakuan awal bahan baku kulit kopi dan perbandingan jumlah starter yang ditambahkan selama fermentasi pada proses pembuatan bioetanol. Pada proses pengeringan, variabel waktu yang digunakan adalah 2 dan 4 jam. Variabel rasio bahan baku/starter yang digunakan adalah 4, 8, dan 12% (v/v). Pada tahap hidrolisis, dilakukan dengan metode asam menggunakan HCl. Langkah selanjutnya adalah fermentasi dengan starter Zymomonas mobilis selama tujuh hari. Cairan hasil fermentasi kemudian dilakukan destilasi dua tahap, yaitu distilasi sederhana dan distilasi ekstraktif menggunakan pelarut dietilena glikol. Hasil destilasi dari fermentasi diuji kandungan etanolnya menggunakan gas chromatography (GC). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses hidrolisis dan fermentasi, dengan kondisi terbaik pada waktu pengeringan bahan baku selama 2 jam dan perbandingan starter 8% dengan rendemen 21,37% dan kadar etanol mencapai 58,41%.
Glycerol Acetylation: Effect of Graphene Oxide Catalyst Mass Percentage on Glycerol Conversion and Acetin Selectivity Hidayati, Nur; Prasetyo, Eggy Juan; Brilianti, Wahyu Annisa Mega; Purnama, Herry; Musthofa, Malik; Ur Rahmah, Anisa
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol. 10 No. 2 (2023): August 2023 [Available online since October 02, 2023]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/chemica.v10i2.25909

Abstract

Glycerol, a byproduct of the transesterification reaction has a wide range of applications. Acetylation is a promising method for converting surplus glycerol into mono-, di-, and tri-acetin, which is used in the cosmetic, pharmaceutical, polymer, and fuel additive sectors. The kind of catalyst and reaction conditions influence glycerol conversion and acetylation selectivity. Acetylation of glycerol was performed in this study by reacting acetic acid and glycerol with a graphene oxide catalyst produced using the Hummers method. The amount of graphene oxide catalyst (3%, 5%, and 7%) in the reaction mixture was adjusted to see how it affected glycerol conversion and reaction product selectivity. Other variables such as the glycerol:acetic acid mole ratio of 1:9, reaction temperature of 120oC, stirring speed of 1000 rpm, and reaction time of 120 minutes were held constant. Glycerol conversion improves with increasing catalyst mass in the reaction mixture, with the highest conversion (92.1%) achieved when employing a 7% catalyst mass, with its selectivity to monoacetin, diacetin, and triacetin being 70.2%, 4.2%, and 25.6%, respectively.
Penghilangan Rhodamin B dari Limbah Cair Menggunakan Pelarut Minyak Goreng Bekas dalam Membran Cair Emulsi Purnama, Herry; Jannah, Nabilah Miftachul; Hidayati, Nur
Eksergi Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.12005

Abstract

Perkembangan industri tekstil dapat meningkatkan pencemaran air akibat zat warna yang terbuang bersama limbah cair yang membahayakan mahluk hidup dan lingkungan sekitarnya sehingga diperlukan suatu proses pengolahan limbah cair zat warna. Tujuan penelitian ini adalah penghilangan zat pewarna kationik rhodamin B dalam aliran air berbasis minyak jelantah dalam proses ELM dengan pengaruh variasi konsentrasi Span 80 dan konsentrasi fase internal HCl. Variasi konsenstrasi HCl (0,01; 0,1; 1; 2 M) dan konsentrasi span 80 (1; 2; 3; 4 %b/v) sebagai variabel bebas. Efisiensi ekstraksi zat warna rhodamin B, kerusakan emulsi, dan stabilitas emulsi sebagai variabel terikat. Variabel tetapnya adalah volume membran 25 ml, konsentrasi fase eksternal rhodamin B 5 ppm, rasio volume fase internal dengan fase membran 1:3, rasio volume fase membran dengan fase eksternal 1:3, konsentrasi D2EHPA 2,5%, kecepatan emulsifikasi 1200 rpm selama 25 menit, kecepatan pengadukan 200 rpm selama 7 menit dan didiamkan 50 menit. Pengujian menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 557 nm. Persentase ekstraksi maksimum yang dicapai sebesar 88,79% dengan stabilitias emulsi 75,86%. Kerusakan emulsi tiap variasi < 20%. Analisis data menggunakan ANOVA two factor with replication dengan hasil yang signifikan.