Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGENDALIAN BAHAYA KEBAKARAN MELALUI OPTIMALISASI TATA KELOLA LAHAN KAWASAN PERUMAHAN DI WILAYAH PERKOTAAN Setiani, Yulia
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya bencana kebakaran di kota kota besar di Indonesia terutama dikawasan perumahanjumlahnya meningkat dengan cukup cepat. Kawasan perumahan yang tingkat kepadatanpenduduknya tinggi dan jarak antar rumah yang cukup rapat, merupakan salah satu tempat yang seringmendapat bencana tersebut. Penataan lahan perumahan yang mendukung terhadap pengendalianbencana kebakaran dirasa sangat diperlukan. Penelitian ini akan mengkaji undang undang danperaturan pemerintah lainnya serta standar nasional Indonesia yang terkait dengan pengelolaankawasan perumahan dan bencana kebakaran. Perbandingan tata kelola lahan perumahan dengannegara lainnya juga ditampilkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas. Selanjutnya jugadiberikan rekomendasi agar pengelolaan tata lahan perumahan dapat mendukung terhadappengendalian bahaya kebakaran.Kata kunci: Kawasan perumahan, Kebakaran, Peraturan pemerintah, Tata kelola lahan.
KELAYAKAN FINANSIAL PEMBANGUNAN BATCHING PLANT PT. WASKITA BETON PRECAST,TBK PROVINSI SULAWESI UTARA Yasri, Desi; Widodo, Hendra; Setiani, Yulia
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 8 No 1 (2020): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v8i1.1945

Abstract

Proyek pendirian Batching Plant di bawah naungan PT. Waskita Beton Precast, Tbk ini hanya untuk memenuhi kebutuhan Ready Mix Concrete nya sendiri pada Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung dengan panjang 2 km. Pendirian batching plant ini didasari atas kekhawatiran tidak terpenuhinya kebutuhan akan beton sebanyak 73.000 m³ dengan jangka yang direncanakan waktu 33 bulan lamanya (Juni 2016 s.d Desember 2018). Evaluasi proyek yang bersifat sementara ini sangat diperlukan dalam menilai waktu pengembalian modal investasi serta sampai sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dengan menggunakan kriteria investasi. Evaluasi investasi menggunakan 3 (tiga) teknik analisis yang biasa digunakan pada Benefit ? Cost Analysis (BCA), yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit - Cost Ratio (BCR). Hasil evaluasi investasi menunjukkan kriteria keputusan dengan NPV Rp. 3.721.209.360,08, dimana NPV > 0, IRR sebesar 107,82 %, sehingga IRR> 4,92 % dan BCR sebesar 1,054, sehingga BCR > 1. Semua hasil perhitungan menunjukkan nilai kriteria yang menyatakan bahwa Proyek Batching Plant PT. Waskita Beton Precast, Tbk layak dan memperoleh keuntungan.
Analysis of the Strength of the Upper Structure Due to the Addition of Floors to the First Middle School Building in Pekanbaru City Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Ikmal, Ahmad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.51

Abstract

This research was carried out on the example of a Junior High School building in Pekanbaru City with an initial structure of 2 floors and engineered by adding floors vertically to become 3 floors, with the aim that when the existing building has additional floors, it will be able or not able to support the additional floor load. Then the analysis was carried out using the ETABS software modeling method based on the regulations SNI 2847:2013, SNI 1726:2019, 2052:2017 and SNI 1727:2020. The building plan has an area of 34 x 9.5 m2 with a building height of 4 m per floor. with concrete quality fc' 18.68 MPa or K225, steel quality fy 280 MPa for reinforcement smaller than 10 mm, fy 420 MPa for reinforcement diameter greater than 10 mm. The results of the initial structural analysis include the columns being able to accept the loads acting on the initial structure before the addition of floors. After the addition of the floor, the structure becomes unable to accept the loads acting on the structure, so structural strengthening of the beams and columns is needed. By changing the dimensions of column K1 to 30x50 cm2 the structure is able to withstand the additional floor load.
Penyelesaian Sengketa Proyek Pada Penyedia Jasa Konstruksi Di Kota Pekanbaru Rini, Silfia; Saputra, Dethyo Wahyu; Setiani, Yulia; Puspita Sari, Neri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.59

Abstract

Sengketa dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pekerjaan, kualitas pekerjaan yang buruk, dan pembengkakan anggaran. Penyelesaian sengketa yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian dari segi waktu, biaya, dan mutu proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui. Faktor utama penyebab sengketa yang sering terjadi dalam konstruksi di Pekanbaru adalah keterlambatan pembayaran, kebijakan pemilik proyek untuk menghemat biaya dengan swadaya, dan campur tangan pemilik proyek yang berlebihan. Metode penyelesaian yang paling sering digunakan adalah mediasi, arbitrase, dan negosiasi. Penyelesaian sengketa yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sumber konflik dan strategi mediasi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknik penyelesaian sengketa modern dan komunikasi yang efektif dapat mengurangi durasi dan biaya penyelesaian konflik dalam proyek konstruksi.
Perbandingan Kinerja Ruas Jalan Lintas Balam KM 35 Akibat Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Alfayed, M. Noval; Setiani, Yulia; Jusi, Ulfa
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja yang dialami pada ruas Jalan Lintas Balam KM 35 karena adanya pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). SPBU yang dibangun direncanakan memiliki 4 dispenser, dan tergolong bangkitan sedang berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2021. Penelitian ini juga menganalisis kinerja ruas jalan sebelum dan sesudah adanya SPBU. Analisis kinerja ruas jalan berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2023. Hasil analisis menunjukan bahwa kinerja ruas Jalan Lintas Balam KM 35 tahun dasar (2024) tanpa SPBU memiliki tingkat pelayanan (LoS) B, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) 0,62. Kinerja ruas jalan pada tahun rencana (2025) dengan pembangunan masa konstruksi memiliki tingkat pelayanan (LoS) B, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) 0,68. Kinerja ruas jalan pada tahun rencana (2025) dengan pembangunan masa operasional memiliki tingkat pelayanan (LoS) C, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) 0,72. Kesimpulannya dengan adanya pembangunan SPBU, kinerja ruas Jalan Lintas Balam KM 35 mengalami penurunan tingkat pelayanan (LoS) satu tingkat dari B ke C
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jalan Tol Terhadap Keamanan Dan Kenyamanan Pada Ruas Jalan Tol Pekanbaru – Dumai Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Agustini, Hikmah
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.275

Abstract

Jalan Tol merupakan jalan tertutup dimana pengguna jalan dikenakan biaya untuk melintasinya sesuai tarif yang sudah ditetapkan. Penelitian ini berlokasi di ruas jalan tol Pekanbaru – Dumai dengan penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap keamanan dan kenyamanan jalan tol Pekanbaru – Dumai. Dengan sampel sebanyak 301 responden. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan program Statical Product and Service Solution (SPSS). Berdasarkan tabel hasil analisis deskriptif keamanan penilaian pengguna jalan atau responden berada pada rentang nilai antara 2,5116 – 2,9701 yang berarti para pengguna jalan atau responden merasa puas. Penilaian kenyamanan pengguna jalan atau responden berada pada rentang nilai antara 2,6279 – 3,0365 yang berarti para pengguna jalan atau responden merasa puas terhadap kinerja jalan tol Pekanbaru – Dumai.
Analisis Simpang Tak Sebidang Pada Simpang Empat Jalan Garuda Sakti Jalan Kubang Raya - Jalan HR Soebrantas Kota Pekanbaru Rini, Silfia; PuspitaSari, Neri; Setiani, Yulia; Yanto, Yusfri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.282

Abstract

Persimpangan dominan terhadap konflik lalu lintas yang disebabkan oleh adanya pertemuan antara jaringan jalan, tempat bertemunya kendaraan dari berbagai arah sehingga berpengaruh terhadap perubahan arus lalu lintas. Simpang empat Garuda Sakti merupakan persimpangan yang mempunyai arus lalu lintas yang cukup padat pada jam tertentu dan memiliki tiga pergerakan kekiri, lurus, dan kekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan simpang, mengetahui ruas jalan mana yang cocok untuk dijadikan simpang empat tak sebidang berupa pembangunan fly over. Data studi yang digunakan dalam perhitungan diperoleh dari hasil survei lalu lintas yang ditentukan (data primer) menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), 2014 hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada simpang empat Garuda Sakti merupakan persimpangan dengan kode 424 terdiri dari 4 lengan, dua lajur jalan minor dan empat lajur jalan mayor. Kapasitas dasar berdasarkan kode tipe simpang pada simpang empat Garuda Sakti sebanyak 3400 skr/jam, kapasitas simpang empat Garuda Sakti eksisting berjumlah 4454 skr/jam, Arus lalu lintas pada jalan Mayor sebanyak 2977 skr/jam, dan jalan minor sebanyak 1476 skr/jam.
Socialization and Education on Biopore Infiltration Hole Construction at SMK Bina Profesi Pekanbaru Promoting Environmental Awareness and Sustainable Practices Sari, Neri Puspita; Setiani, Yulia; Yasri, Desi; Zaiyar, Zaiyar; Rini, Silfia
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.788

Abstract

Pekanbaru has experienced frequent flooding due to high rainfall intensity, exacerbated by the reduction of water infiltration areas, which have been converted into residential and commercial zones. Additionally, poor environmental awareness is evident from waste accumulation along roadsides, obstructing drainage systems and contributing to surface runoff. With limited available land and reduced natural infiltration capacity, biopore infiltration holes offer a viable solution for mitigating waterlogging. Biopores facilitate rainwater absorption through artificial infiltration, effectively reducing surface runoff during heavy rains. This study focuses on the socialization and implementation of biopore infiltration holes at SMK Bina Profesi Pekanbaru. The process involved awareness programs for students, emphasizing the environmental benefits and construction techniques of biopores. Observations of the surrounding environment were conducted to assess water infiltration conditions, followed by the preparation and installation of biopores. The initiative not only aimed to reduce flood risks and runoff but also addressed waste management by utilizing organic waste in the biopore holes. Decomposed organic matter is converted into compost, promoting sustainable waste recycling. The biopore program at SMK Bina Profesi successfully educated students on both environmental stewardship and practical techniques for managing water infiltration, contributing to improved local sustainability efforts
Analysis of the Strength of the Upper Structure Due to the Addition of Floors to the First Middle School Building in Pekanbaru City Puspita Sari, Neri; Setiani, Yulia; Ikmal, Ahmad
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.51

Abstract

This research was carried out on the example of a Junior High School building in Pekanbaru City with an initial structure of 2 floors and engineered by adding floors vertically to become 3 floors, with the aim that when the existing building has additional floors, it will be able or not able to support the additional floor load. Then the analysis was carried out using the ETABS software modeling method based on the regulations SNI 2847:2013, SNI 1726:2019, 2052:2017 and SNI 1727:2020. The building plan has an area of 34 x 9.5 m2 with a building height of 4 m per floor. with concrete quality fc' 18.68 MPa or K225, steel quality fy 280 MPa for reinforcement smaller than 10 mm, fy 420 MPa for reinforcement diameter greater than 10 mm. The results of the initial structural analysis include the columns being able to accept the loads acting on the initial structure before the addition of floors. After the addition of the floor, the structure becomes unable to accept the loads acting on the structure, so structural strengthening of the beams and columns is needed. By changing the dimensions of column K1 to 30x50 cm2 the structure is able to withstand the additional floor load.
Penyelesaian Sengketa Proyek Pada Penyedia Jasa Konstruksi Di Kota Pekanbaru Rini, Silfia; Saputra, Dethyo Wahyu; Setiani, Yulia; Puspita Sari, Neri
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i2.59

Abstract

Sengketa dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti keterlambatan pekerjaan, kualitas pekerjaan yang buruk, dan pembengkakan anggaran. Penyelesaian sengketa yang tidak tepat dapat mengakibatkan kerugian dari segi waktu, biaya, dan mutu proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui. Faktor utama penyebab sengketa yang sering terjadi dalam konstruksi di Pekanbaru adalah keterlambatan pembayaran, kebijakan pemilik proyek untuk menghemat biaya dengan swadaya, dan campur tangan pemilik proyek yang berlebihan. Metode penyelesaian yang paling sering digunakan adalah mediasi, arbitrase, dan negosiasi. Penyelesaian sengketa yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sumber konflik dan strategi mediasi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknik penyelesaian sengketa modern dan komunikasi yang efektif dapat mengurangi durasi dan biaya penyelesaian konflik dalam proyek konstruksi.